Site icon SHIFT Indonesia

Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis)

Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) adalah salah satu metode analisa failure/potensi kegagalan yang diterapkan dalam pengembangan produk, system engineering dan manajemen operasional. Metode ini merupakan salah satu tool yang digunakan dalam metode Lean Six Sigma.

FMEA dilakukan untuk menganalisa potensi kesalahan atau kegagalan dalam sistem atau proses, dan potensi yang teridentifikasi akan diklasifikasikan menurut besarnya potensi kegagalan dan efeknya terhadap proses. Metode ini membantu tim proyek untuk mengidentifikasi potential failure mode yang berbasis kepada kejadian dan pengalaman yang telah lalu yang berkaitan dengan produk atau proses yang serupa. FMEA membuat tim mampu merancang proses yang bebas waste dan meminimalisir kesalahan serta kegagalan.

Siklus FMEA. Gambar: Wikipedia

Awalnya, FMEA digunakan di industri manufaktur dalam siklus DMAIC dalam proyek Lean Manufacturing. Kini penggunaan tool Failure Mode and Effects Analysis telah meluas ke industri jasa (service).

Prosedur Dasar untuk Melakukan FMEA

Langkah yang diperlukan dalam melakukan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) yaitu:

Untuk memahami implementasi tool FMEA di berbagai lingkup bisnis, berikut adalah beberapa artikel yang bisa anda baca: FMEA di lingkup transaksional, FMEA di lingkup bisnis finansial, FMEA di rumah sakit, dan 10 langkah untuk melakukan FMEA. Selain itu, anda juga menghubungi lean expert untuk berdiskusi lebih jauh tentang FMEA dengan mengunjungi laman ini.***

Exit mobile version