Industri media, tak peduli besar atau kecil, telah terkena imbas era digital. Pilihannya hanya dua: merugi dan mati, atau merambah ke area digital dan perkuat dengan Lean.

Sumber konten dan platform distribusi baru seperti youtube yang terus bermunculan menjadi pendukung kuat adanya perubahan pada industri media. Bisnis media yang masih menggunakan model tradisional pun tidak bisa menghindar dari tekanan. Untuk keluar dari tekanan inilah sejumlah pekerjaan harus dilakukan oleh pelaku industri media.  Tidak terkecuali perusahaan-perusahaan besar yang sudah lama menjadi pemain lama. Industri media khususnya yang bergerak pada bidang cetak-mencetak, koran dan majalah pendapatan iklannya semakin berkurang hal ini dikarenakan para konsumen atau pembaca mulai beralih ke basis online.

Era digital ikut mendorong revolusi teknologi di industri media. Kemudian memunculkan inovasi baru, merancang strategi untuk pendekatan multi-platform atau konvergensi media, yang menggabungkan bentuk-bentuk lama, seperti cetak dengan televisi. Konvergensi adalah suatu proses pengintegrasian saluran-saluran single platform menjadi satu saluran multi-platform, multi-channel, dan multi-media. Saat ini industri media dituntut untuk melakukan konvergensi, hal ini untuk menutup kekurangan media satu dengan lainnya sehingga media tersebut diyakini mampu memberikan kelengkapan akan akses informasi, edukasi, ataupun hiburan yang dibutuhkan penggunanya. Dengan kata lain konvergensi media menjadi sebuah penyokong dalam bisnis media saat ini.

Konvergensi media bisa dilakukan melalui berbagai macam cara, diantaranya melalui transformasi penuh model bisnis, misalnya New York Times, menutup bisnis cetaknya kemudian beralih ke basis online dan digital, atau melalui akuisisi seperti yang dilakukan EMTK terhadap Indosiar, Transcorp terhadap detik.com. Banyak perusahaan yang lebih memilih akuisisi karena dirasa lebih efisien daripada harus membuat konten baru dimana mereka diharuskan mengeluarkan biaya secara terpisah untuk pembuatan konten, produksi, maupun distribusinya.

Baca juga  Pentingnya MSA dalam Proyek Six Sigma

Pertanyaannya kemudian adalah apakah digitalisasi cukup untuk menjawab tantangan industri media saat ini? Dalam melakukan transformasi multiplatform tentu perusahaan membutuhkan bisnis model yang sesuai. Inisiatif yang muncul untuk menerapkan model ini perlu membutuhkan kesiapan implementasi, diantaranya kesiapan sumber daya. Penggunaan metode Lean dapat dipilih sebagai langkah sederhana yang dapat memberikan keuntungan yang besar di industri ini.

Lean adalah sebuah cara berpikir, filosofi, metode dan strategi manajemen untuk meningkatkan efisiensi. Metode ini diadaptasi dari Toyota Production System (TPS). Tujuan utama lean adalah memaksimalkan nilai (value) bagi pelanggan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan dengan menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (waste). Jangan sampai teknologi yang Anda kembangkan untuk mendukung bisnis Anda tidak memberikan nilai tambah bagi Anda.

Dalam era konvergensi, bukan hanya media saja yang dituntut mengikuti perkembangan tetapi seluruh sumber daya juga harus siap berkembang. Misalnya, wartawan sebagai ujung tombak informasi harus mampu mengembangkan dirinya untuk menyerap semua informasi sehingga bisa menambah value melalui berita sebagai produk yang dijual dalam industri ini.

Sangat penting bagi Anda untuk mempertimbangkan perubahan perilaku kerja dan budaya perusahaan, terutama karena tantangan kompetisi yang semakin ketat. Anda selalu bergelut menghadapi perubahan struktural di pasar global, laju perkembangan teknologi yang sangat cepat, dan semakin meningkatnya orientasi pelanggan terhadap barang atau jasa yang mereka konsumsi.

Ketika perusahaan menggunakan Lean, umumnya mereka memiliki misi menurunkan biaya produksi, atau setidaknya menjaga agar biaya produksi tetap rendah.  Namun kita harus selalu ingat, menggunakan lean bukan berarti perusahaan harus menggunakan anggaran produksi yang rendah. Sebagai pelaku industri media, konten adalah produk yang dijual ke penonton. Idealnya produk akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun dalam kenyataannya tidak semua produk berhasil diterima oleh penonton. Kita harus mulai memahami apa yang mereka suka dan tidak suka. Gunakan keinginan pelanggan sebagai ide untuk terus berinovasi. Saat bisnis Anda sudah tidak memberikan nilai bagi industri Anda pilihannya hanya ada 2, should stop or start changing .