Produsen harus berevolusi untuk bersaing di masa depan.

Banyak perusahaan manufaktur yang masih memiliki budaya tradisional. Bukan suatu kesalahan, tetapi jika tidak segera berbenah maka mereka bisa tersingkir. Ciri utama budaya tradisional di perusahaan manufaktur adalah lingkungan yang berjalan bergantung dengan perintah dan kontrol, bekerja menunggu pelaporan yang jelas, dan memiliki silo fungsional. Pemimpin disini lebih sering berkata “Anda tidak mengerti” dan “Ini tidak akan berhasil disini”,

Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan menghadapi pesaingnya yang lebih progresif. Beberapa perusahaan tradisional telah mencoba mengubah budayanya, namun gagal, sebab mentalitas yang mereka miliki tidak mendukung. Meskipun mereka memiliki banyak karyawan yang telah bekerja dalam waktu yang lama (10 tahun, 20 tahun, bahkan 40 tahun), tetapi mereka hanya sekedar bekerja mengikuti arus tanpa menjadi inovatif atau progresif. Hasilnya kinerja mereka biasa-biasa saja dan cepat berpuas, tidak ada yang menantang dirinya sendiri atau orang lain untuk melakukan sesuatu yang baru.

Mereka juga memiliki kesenjangan antara kemampuan dan perencanaan suksesi. Tidak jarang perusahaan memiliki pemimpin yang melakukan pekerjaan buruk terutama dalam pengembangan bakat karyawannya, akibatnya perusahaan akan mengalami kesulitan untuk menarik individu yang berbakat. Untuk itu, perubahan budaya sangat diperlukan disini. Apakah dengan menyedikan meja biliar? Menambah fasilitas gym? Tidak, perusahaan membutuhkan perubahan secara bertahap untuk menumbuhkan budaya yang lebih progresif, inovatif, dan kreatif. Dan ini bisa dimulai dari pemimpinnya, yaitu dengan beberapa ide sederhana berikut ini:

Dorong proses berbagi ide
Setiap menghadiri pertemuan, ceritakan beberapa ide buruk yang telah membuat perusahaan mengeluarkan banyak uang. Ini adalah anekdot untuk membuat orang berbicara. Ketika orang mendengar para pemimpinnya berbicara terbuka, mereka terdorong untuk berbagi ide. Mereka juga akan lebih membuka diri dengan ide-ide mereka, ini akan bermanfaat untuk meningkatkan bisnis.

Di luar pertemuan, salah satu cara untuk mendorong ide bermunculan yaitu melalui forum online internal. Siapa pun dapat menawarkan ide mereka, orang lain dapat memberikan pendapatnya, dan bersama merumuskan versi terbaik ide tersebut. Kemudian buat kasusnya untuk dieksekusi.

Kesampingkan review tahunan
Berikan umpan balik secara teratur, baik informal dan formal, promosikan budaya engagement dan continuous improvement. Perusahaan mungkin menghilangkan lapisan kepemimpinan, semua bisa menyampaikan laporan ke supervisor. Tetapi seorang pemimpin yang efektif dan memiliki engagement, perlu melakukan dialog yang sering, teratur, dan bermakna dengan timnya.

Untuk aturan praktisnya, jika Anda memikirkan sesuatu, katakan saja. Seorang pemimpin yang baik akan melihat output tim dan memberikan umpan balik saat itu. Anda bisa mengadakan pertemuan singkat, 5 menit misalnya. Jika anggota tim memiliki jarak jauh, lakukan panggilan video. Dengan alat sederhana (dan gratis) seperti SurveyMonkey, seorang pemimpin dapat memberikan umpan balik secara cepat dalam ulasan yang dikirimkan ke email karyawan setiap bulan atau bahkan setiap minggu. Umpan balik reguler semacam ini membuat koreksi lapangan terlihat minor dibandingkan dengan ulasan akhir tahun penuh kejutan.

Terus Berkomunikasi
Jika ANda merasa sudah cukup berkomunikasi, maka lakukan komunikasi lebih banyak lagi. Tingkat keterlibatan karyawan dipengaruhi oleh besarnya informasi yang mereka dapat. Semakin banyak orang mengetahui kinerja bisnis, baik atau buruk, mereka akan semakin terlibat dan cenderung memberi kontribusi.

Tingkatkan Kemampuan Karyawan
Survei terbaru forbes terhadap 130 produsen menunjukkan bahwa ketrampilan yang paling penting untuk karyawan next generasi adalah analisis data. Karena Internet of Things dan Big Data akan digunakan di manufaktur, sediakan tools dan training untuk tenaga kerja Anda untuk memanfaatkan kemajuan tersebut. Hilangkan pemikiran silo dari mereka, jadikan mereka mampu bekerja lintas fungsi dimana mereka dapat mengalami dan memahami berbagai bagian bisnis. Seorang eksekutif manufaktur pernah mengatakan, “95% solusi yang kita butuhkan untuk masalah yang kita hadapi saat ini terletak di dalam hati dan pikiran orang-orang yang sudah kita miliki.”

Ciptakan lingkungan yang kolaboratif.
Kolaborasi mendorong inovasi. Dalam artikel terbaru Dallas Business Journal, CEO Toyota Amerika Utara Jim Lentz menjelaskan lingkungan kantor pusat baru mereka di Plano, Texas. Kantor lama mereka yang berada di California menggunakan komposisi 80% untuk ruang kerja pribadi dan 20% sisanya mereka gunakan untuk ruang konferensi. Di fasilitas baru mereka, itu akan menjadi 50% ruang kerja pribadi/ 50% ruang kolaboratif. “Ini lebih dari ruang interaktif,” kata Lentz. “Kami akan mencoba menjadi katalisator untuk mengeluarkan orang-orang dari kantor mereka, bukan mengirim email bolak-balik satu sama lain, tetapi benar-benar duduk, berkolaborasi, dan berkomunikasi karena kami percaya di situlah inovasi terjadi.”

Pada akhirnya, perubahan budaya membutuhkan waktu. Tidak ada perubahan yang bisa terjadi dalam semalam. Tetapi kesuksesan perusahaan manufaktur di masa depan sangat tergantung dengan bagaimana mereka memposisikan budaya organisasi.

sumber: Industryweek