Jika sebuah perusahaan menyelesaikan banyak pekerjaan, menangani banyak proyek apakah artinya perusahaan tersebut produktif? Belum tentu.

Perusahaan dengan tingkat produktivitas rendah secara teori bisa menyelesaikan pekerjaan secara signifikan, namun mereka memiliki faktor yang menghambat mereka dari potensi maksimal mereka. Banyak bekerja namun tidak produktif, arinya hanya pemborosan belaka.

Ketahuilah hal-hal apa saja yang bisa menurunkan produktivitas perusahaan Anda supaya Anda bisa mengindarinya.

1. Manajemen yang buruk

Manajemen yang tidak efektif menurunkan produktivitas perusahaan dari segala arah. Strategi keseluruhan bisa menyebabkan inefisiensi karena manajer tidak melihat dan mengambil langkah untuk menerapkan cara paling produktif untuk menyelesaikan tugas.

Karyawan akan kepayahan di bawah manajemen yang buruk. Mereka tidak memiliki kebebasan dan pembinaan untuk mencapai potensi penuh mereka, jadi mereka tidak melakukan upaya sebanyak yang mereka bisa. Karyawan yang merasa bahwa usaha mereka “tidak dianggap” oleh atasannya tidak bekerja maksimal.

2. Sistem yang kuno

Ketika sebuah perusahaan menggunakan metode lama dan kaku untuk mencapai tujuan, produktivitasnya akan menurun secara signifikan. Ambil contoh, jika satu perusahaan lain menggunakan perangkat otomatis untuk merekam dan melacak data, sementara perusahaan Anda mengumpulkannya dengan tangan, produktivitas perusahaan Anda tentu akan jauh lebih rendah, karena membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga.

Perusahaan dapat meningkatkan produktivitas mereka dengan merampingkan dan mengotomatisasi proses untuk mengurangi pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.

3.  Ketidakpuasan karyawan

Karyawan yang tidak puas terhadap perusahaannya umumnya tidak produktif, sementara karyawan yang senang dan bergairah dengan pekerjaan mereka lebih bersemangat untuk menghasilkan.

Secara naluri, orang cenderung memprioritaskan tugas yang mereka sukai, sehingga seorang karyawan yang menyukai pekerjaannya secara alami akan menempatkan pekerjaannya di atas kegiatan lainnya seperti bersantai atau mengobrol. Mendapatkan karyawan yang tepat untuk pekerjaan tersebut dapat menyebabkan karyawan dan perusahaan produktif yang puas.

4. Masalah pribadi

Karyawan yang mengalami masalah pribadi cenderung kurang produktif dibanding mereka yang tidak mengalami masalah serupa. Misalnya, stres atau kondisi kesehatan yang buruk tentu membuat karyawan tak bisa berkontribusi maksimal terhadap pekerjaannya.

Untuk mengatasi hal ini, perusahaan dapat memberikan konseling untuk membantu mengurangi tingkat stres dan membantu karyawan memilah-milah masalah pribadi lainnya yang menghambat produktivitas. Perusahaan juga dapat mendorong karyawan untuk mengambil cuti sakit bila diperlukan untuk mencegah mereka terkena penyakit yang lebih serius, juga mencegah mereka masuk ke kantor agar tak menularkan pegawai lainnya.