Toys R Us berencana menutup 180 tokonya di As. Jaringan toko ritel mainan ini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen secara online sehingga tertinggal jauh dari pesaingnya.

Keputusan Toys R Us menutup toko tidak lain merupakan bagian dari rencana retstrukturisasi perusahaan terkait proteksi kepailitan. Meskipun penutupan toko masih menunggu persetujuan pengadilan, rencana penutupan toko akan dimulai pada awal Februari mendatang hingga pertengahan April. Toko-toko yang akan ditutup tersebut akan digabungkan menjadi Toys R Us dan Babies R Us.

“Penciptaan kembali brand kami membutuhkan keputusan yang sulit terkait prioritas dan fokus kami. Keputusan ini diperlukan untuk memberi kami kesempatan terbaik sebagai perusahaan yang lebih kompetitif,” ujar CEO Toys R Us David Brandon sebagaimana dilansir dari CNBC.

Dokumen kepailitan diajukan oleh Toys R Us sejak empat bulan yang lalu, sejalan dengan penjualan yang kian merosot dan utang yang membengkak. Kemerosotan ini disebabkan kesulitan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen secara online tertinggal jauh dari pesaingnya Amazon.

Untuk memulihkan kembali kinerja perusahaan, Toys R Us berencana memperbaiki pengalaman pelanggannya baik melalui layanan langsung maupun online serta meningkatkan program loyalitas.

Baca juga  SHIFT Indonesia Gelar Indonesia Operational Excellence Conference and Award 2018 Untuk Dukung Keberlanjutan Bisnis dan Daya Saing Industri di Indonesia