Ketika karier Anda berkembang, tindakan yang Anda ambil mulai mempengaruhi semakin banyak orang. Semakin banyak orang yang Anda pengaruhi, semakin besar kemungkinan tindakan Anda akan mempengaruhi orang yang memiliki kontrol atas pekerjaan Anda. Orang-orang ini dapat menjadi pendukung kuat proyek Anda atau sebaliknya, jadi Anda perlu mengidentifikasi mereka dengan jelas.

Dalam implementasi proyek, Lean Six Sigma misalnya, culture change sering terjadi. Culture change merupakan perencanaan dalam perubahan budaya/orang untuk membantu kita mendapatkan komitmen dari seluruh stakeholder sehingga memperlancar proses perubahan yang akan dibuat. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan stakeholder analysis.

Stakeholder analysis adalah langkah pertama dalam stakeholder management, sebuah proses penting yang digunakan untuk mendapatkan dukungan dari pihak lain. Stakeholder analysis harus dilakukan oleh perusahaan sejak awal perubahan atau perbaikan ingin dilakukan. Hal ini dilakukan karena tidak ada program perbaikan yang berhasil tanpa dukungan dari seluruh stakeholder yang terlibat. Dengan menggunakan stakeholders analysis, perusahaan bisa memilih orang yang tepat untuk tim mereka sehingga perusahaan berhasil mencapai goals karena terselamatkan dari :

  • Adanya pihak yang tidak melakukan inisiatif perbaikan yang sudah ditetapkan
  • Adanya pihak yang tidak terfokus untuk menyelesaikan inisiatif perbaikan tersebut
  • Adanya pihak yang tidak mendukung program perbaikan tersebut

Namun, dari beberapa proyek tidak jarang kita akan menemui kasus dimana key person yang sebelumnya sudah tergambar dalam stakeholder map ada yang tidak ter-manage dengan baik pada saat proyek digulirkan. Akibatnya, timbul hambatan saat program improvement dilakukan. Sehingga, dalam kasus ini mitigasi yang perlu dilakukan adalah kembali me-review stakeholder analysis yang sebelumnya telah dibuat, berikut sedikit kami jabarkan langkahnya :

  1. Identify Stakeholder, dilakukan dengan cara mendata ulang stakeholder dan mencari stakeholder baru yang bisa terpengaruhi oleh perubahan yang akan kita buat.
  2. Develop Stakeholder Map, yaitu mengevaluasi kembali stakeholder map dan melakukan identifikasi stakeholder baik yang memberikan kesan positif maupun negatif. Identifikasi stakeholder ini merupakan kunci yang dapat mensukseskan implementasi proyek Anda.
  3. Develop Stakeholder Management Plan, mengidentifikasi sumber penolakan dan membuat rencana aksi untuk mengatasinya.

Dalam melakukan stakeholder analysis, Anda tidak bisa membiarkan hambatan yang ada sekecil apapun. Karena akan ada banyak manfaat yang Anda dapat dengan melakukan stakeholder analysis, Anda dapat mengelola hubungan tim dengan lebih baik juga membuat strategi dan keputusan dengan lebih baik.