Salah satu cara terbaik untuk secara sistematis memperbaiki proses bisnis Anda adalah menggunakan kerangka DMAIC. DMAIC adalah pendekatan lima langkah yang sangat efektif dan berorientasi data, yang merupakan salah satu dari banyak komponen penting dari toolkit Six Sigma. Tujuan utama DMAIC adalah untuk menghilangkan variasi yang mahal dari proses bisnis dan manufaktur. Penting, bukan?

DMAIC singkatan dari Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control Tulang punggung Six Sigma ini dirancang untuk memberikan kinerja berkelanjutan tanpa cacat, serta biaya kualitas yang kompetitif, dalam jangka panjang. Mari kita lebih dekat pada lima langkah DMAIC dan apa yang mereka maksudkan secara spesifik.

Define (Menentukan)
Pada langkah pertama ini, tujuan proyek, pelanggan internal dan eksternal didefinisikan. Bagian ini berfokus pada pemilihan proyek dengan dampak tinggi serta pemahaman tentang metrik yang akan mencerminkan keberhasilan proyek. Siapa pelanggan dan apa persyaratan mereka mengenai layanan dan produk? Apa harapan mereka? Batas proyek didefinisikan, termasuk titik awal dan penghentian hingga aliran proses, semuanya harus dipetakan dengan baik.

Measure (Ukur)
Di sini, proses didokumentasikan, bentuk pengukurannya divalidasi, dan kinerja dasar dinilai. Serupa dengan menggunakan survei pelanggan untuk menentukan kekurangan, langkah Measure mengumpulkan data dari sejumlah besar sumber untuk menentukan jenis metrik dan cacat. Alat utama dalam fase ini dapat mencakup pengukuran kemampuan proses, grafik tren, diagram proses ,dan lain-lain.

Analyze (Analisa)
Fase ini berfokus pada mengisolasi penyebab utama di balik CTQ (Critical-to-Quality Characteristic) atau metrik yang sedang diperiksa. Idealnya, harus ada lebih dari tiga penyebab yang perlu dikontrol agar bisa sukses. Lebih dari tiga berarti tim tidak mengisolasi penyebab yang paling kritis atau bahwa tujuan proyek terlalu ambisius. Langkah ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara kinerja saat ini dan kinerja sasaran, peluang peningkatan prioritas dan mengidentifikasi sumber variasi. Alat yang digunakan meliputi: pengujian hipotesis, plot time series, histogram, diagram scatter, bagan Pareto, juga Analisis Multi-Vari.

Improve (Pengembangan)
Langkah keempat DMAIC berfokus untuk memastikan pemahaman tentang penyebab utama yang diidentifikasi selama tahap analisis sebelumnya. Tujuan fase Improve adalah menghilangkan atau mengendalikan penyebab utama untuk mencapai kinerja yang diinginkan. Di sini, dengan menggunakan teknologi dan disiplin, tim merancang solusi inovatif dan kreatif yang akan memperbaiki dan mencegah masalah. Rencana implementasi juga akan dikembangkan dan digunakan. Alat yang biasa digunakan dalam tahap ini meliputi: pengujian hipotesis, analisis varians (ANOVA), perancangan eksperimen (DOE) dan analisis regresi.

Baca juga  Kunci Revolusi Perusahaan: Memulai Bukan Menyelesaikan

Control
Akhirnya, semua perbaikan perlu dikontrol untuk memastikan hasil yang langgeng dan perubahan yang berkelanjutan. Kontrol terbaik hanya memerlukan pemantauan sedikit atau tidak ada, seperti perancangan proses atau perubahan produk yang tidak dapat dipulihkan, namun biasanya juga ada prosedur penyiapan, pengaturan proses, dan perbaikan lainnya yang memerlukan pemantauan dan persyaratan operasi sehari-hari yang spesifik. Langkah-langkah diambil untuk memastikan bahwa proses tersebut tidak akan kembali ke “cara lama” dalam melakukan sesuatu.

Bila digunakan bersama dalam implementasi Six Sigma penuh, langkah-langkah yang terlibat dalam DMAIC benar-benar dapat mengubah bisnis Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana Anda dapat menerapkan alat bisnis yang sangat efektif ini dalam bisnis Anda, lihat bagaimana Anda bisa mendapatkan sertifikasi dalam metodologi Six Sigma.