Excellent people, sudahkah Anda menggunakan metode Lean Manufacturing? Lean Manufacturing merupakan sebuah metode improvement yang membantu organisasi untuk menghilangkan pemborosan dalam proses produksi dengan fokus pada efisiensi dan peningkatan aliran nilai. Metode ini menggunakan berbagai macam tools seperti Value Stream Mapping, 5S, Just-In-Time (JIT), dan Kaizen untuk mencapai tujuannya.
Pembahasan tentang metode Lean sudah banyak dibahas di shiftindonesia.com, dan dalam kesempatan kali ini kita akan membahas khusus 3 konsep utama tentang Lean. Dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep ini, organisasi dapat mencapai perbaikan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang lebih efisien, adaptif, dan responsif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan. Langsung saja kita bahas.
3 Konsep Utama
1.Menghilangkan Pemborosan (Waste)
Lean bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan segala jenis pemborosan dalam proses produksi atau operasional. Pemborosan dapat berupa waktu, tenaga kerja, material, atau sumber daya lainnya yang tidak memberikan nilai tambah kepada produk atau layanan akhir.
2. Bagaimana Melakukan Sesuatu yang Berbeda
Lean mendorong perubahan dalam cara berpikir dan melakukan pekerjaan. Ini mencakup peningkatan proses, penggunaan alat atau metode yang lebih efisien, dan adopsi praktik terbaik untuk mencapai tujuan dengan cara yang lebih efektif.
3. Sistem yang Komprehensif
Lebih dari sekadar serangkaian alat atau teknik perbaikan, Lean adalah sebuah sistem yang melibatkan budaya, filosofi, dan praktik bisnis yang meliputi seluruh organisasi. Ini melibatkan pelibatan seluruh tim dan pemangku kepentingan dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas, efisiensi, dan produktivitas.
Organisasi Lean
Organisasi Lean berusaha untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah untuk pelanggan atau pengguna akhir. Analisis sistematis dari proses dan value stream dimanfaatkan (secara bersamaan) untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan kepuasan pelanggan, kinerja dalam pengendalian biaya, kualitas produk, dan keterlibatan karyawan.
Selain itu, metode ini juga menerapkan pola pikir perbaikan terus-menerus (continuous improvement) dan proses kerja yang fleksibel di mana semua karyawan dapat memberikan ide atau saran baru, sehingga organisasi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Terlepas dari tugas-tugas yang tidak memberi nilai tambah, orang-orang akan lebih fokus pada kebutuhan pelanggan.
SHIFT Indonesia selain menyajikan artikel web juga menyajikan insight melalui majalah, download atikel terbaru disini ya https://bit.ly/SHIFTIndonesiaEdisi01
