Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan eksistensinya sebagai solusi pembayaran digital yang praktis di Indonesia. Dengan satu kode QR yang terintegrasi, masyarakat dapat membayar menggunakan berbagai aplikasi dompet digital atau mobile banking, tanpa perlu membawa uang tunai. Seiring pertumbuhannya yang pesat di dalam negeri, QRIS kini mulai digunakan lintas negara sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembayaran global.

Ekspansi QRIS ke Berbagai Negara

QRIS tidak lagi terbatas di Indonesia. Bank Indonesia telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk memperluas pemanfaatannya. Di Thailand, pengguna QRIS dapat melakukan transaksi melalui sistem PromptPay. Di Malaysia, QRIS terhubung dengan DuitNow, sedangkan di Singapura sudah dapat digunakan di berbagai merchant, termasuk pusat kuliner lokal. 

Negara-negara seperti Filipina, Jepang, Korea Selatan, India, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi juga tengah dalam proses integrasi. Menurut laporan Invest Indonesia, langkah ini merupakan implementasi dari roadmap G20 untuk memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas dan mempercepat integrasi ekonomi kawasan.

Apa yang Membuat QRIS Disukai?

QRIS mendapat sambutan positif dari masyarakat karena kecepatan, kemudahan, dan keamanannya. Transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik dan sistem ini tersedia sepanjang waktu. Selain itu, biaya Merchant Discount Rate (MDR) juga sangatlah rendah, yaitu maksimal 0,3 persen untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), membuatnya kompetitif dibanding metode pembayaran lain.

Menurut Bank Indonesia, QRIS juga meningkatkan profesionalisme pelaku UMKM karena transaksi terekam secara otomatis, membantu mereka dalam pencatatan keuangan dan memperbesar peluang mendapatkan akses pembiayaan.

Keuntungan QRIS Menurut Laporan Bank Mandiri

Dilansir dari CNBC Indonesia, Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara menyampaikan dalam keterangan resmi pada 24 Juli 2025 bahwa transaksi QRIS antar negara melalui Livin’ by Mandiri selama lima bulan pertama tahun 2025 meningkat lebih dari tiga kali lipat, dengan jumlah transaksi mencapai 141.802 transaksi dan nilai mencapai Rp49,16 miliar. Kenaikan ini menunjukkan preferensi masyarakat yang meningkat terhadap layanan digital Bank Mandiri saat melakukan transaksi lintas negara.

Baca juga  BCA Luncurkan myBCA di Smartwatch, Transaksi Kini Cukup dari Pergelangan Tangan 

Selama perkembangannya, QRIS telah terbukti berhasil mempermudah proses rekonsiliasi, mengurangi risiko uang palsu, serta meningkatkan kredibilitas merchant. Hanya dengan satu kode, merchant dapat menerima pembayaran dari seluruh aplikasi dompet digital dan bank nasional.

Kehadiran QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mempercepat transformasi digital, memperluas inklusi keuangan, serta membuka jalan bagi UMKM untuk terhubung dengan ekosistem keuangan global. Dengan terus diperluas ke berbagai negara, QRIS berpotensi menjadi identitas sistem pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional.