Amazon saat ini telah berdiri sebagai raksasa internet global yang secara fundamental mengubah cara masyarakat dunia berbelanja, membaca, dan mengonsumsi media. Sebagai salah satu perusahaan berbasis internet terbesar di dunia dengan nilai pasar yang menyentuh angka sekitar $2,38 triliun, dominasi Amazon melingkupi berbagai sektor mulai dari kebutuhan pokok, elektronik, hingga layanan komputasi awan. Di balik gurita bisnis yang luar biasa ini, terdapat sosok visioner Jeff Bezos yang membangun kekaisaran tersebut dari sebuah ide sederhana namun ambisius. Keberhasilan Amazon merefleksikan transformasi dari sebuah toko buku daring kecil menjadi pusat perbelanjaan segalanya atau “everything store” yang melayani jutaan pelanggan di seluruh penjuru bumi.
Siapa Jeff Bezos?
Jeff Bezos lahir dengan nama Jeffrey Preston Bezos pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat. Sejak masa mudanya, ia telah menunjukkan ketertarikan yang besar pada pemikiran kreatif, yang dibuktikan dengan pendirian Dream Institute saat ia masih di bangku sekolah menengah sebagai pusat pengembangan bagi siswa muda. Bezos kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Princeton dan lulus dengan predikat summa cum laude pada tahun 1986 dengan gelar di bidang teknik listrik dan ilmu komputer.
Dalam kehidupan pribadinya, Bezos menikah dengan MacKenzie Scott Tuttle selama 25 tahun sebelum akhirnya bercerai pada tahun 2019, sebuah peristiwa yang membuatnya menyerahkan seperempat dari 16% saham Amazon miliknya kepada mantan istrinya tersebut. Baru-baru ini, pada Juni 2025, Bezos memulai babak baru dalam hidupnya dengan menikahi Lauren Sánchez dalam sebuah perayaan mewah yang berlangsung selama beberapa hari di Venesia, Italia.
Perjalanan karier profesional Bezos dimulai di berbagai bidang pekerjaan setelah lulus dari universitas, hingga ia akhirnya bergabung dengan bank investasi D.E. Shaw & Co. di New York pada tahun 1990. Di sana, ia mengukir prestasi gemilang dengan menjadi wakil presiden senior termuda dalam sejarah perusahaan tersebut.
Selama masa jabatannya, Bezos diberi tanggung jawab untuk meneliti potensi investasi di internet yang saat itu sedang berkembang sangat pesat dengan pertumbuhan penggunaan web mencapai lebih dari 2.000% setiap tahunnya. Potensi yang sangat masif inilah yang memicu imajinasi kewirausahaannya dan mendorongnya untuk mengambil keputusan berani meninggalkan karier mapan di Wall Street demi mengejar peluang di dunia digital yang baru lahir.
Amazon dan Bezos
Kelahiran Amazon bermula ketika Bezos memutuskan berhenti dari pekerjaannya pada tahun 1994 dan pindah ke Seattle, Washington, untuk mendirikan toko buku virtual di garasi rumahnya. Awalnya, ia mempertimbangkan nama “Cadabra,” namun pengacaranya menyarankan nama lain karena kemiripannya dengan kata “cadaver” (mayat), sehingga ia akhirnya memilih nama Amazon yang terinspirasi dari sungai terbesar di dunia dengan visi untuk menjadikan perusahaannya sebagai toko terbesar di dunia.
Masa awal pendirian merupakan tantangan terberat bagi Bezos; ia harus menjalani 60 pertemuan dengan investor malaikat demi mengumpulkan modal awal sebesar $1 juta, di mana 40 di antaranya menolak karena mereka bahkan tidak memahami apa itu internet pada pertengahan 1990-an. Bezos dengan sangat jujur memperingatkan para calon investornya bahwa ada peluang sebesar 70% bagi mereka untuk kehilangan investasi tersebut, namun kegigihannya dengan strategi “Get Big Fast” berhasil membawa Amazon meluncurkan buku pertamanya pada Juli 1995. Strategi ini terfokus pada pertumbuhan skala besar secara cepat untuk mendominasi pasar sebelum pesaing mapan dapat merespons.
Dalam memimpin Amazon, Bezos menerapkan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada teknologi dan efisiensi melalui prinsip penyederhanaan transaksi bagi pelanggan. Ia memandang Amazon bukan sekadar toko ritel, melainkan perusahaan teknologi yang terus bereksperimen dengan inovasi seperti kecerdasan buatan untuk memproses pesanan dan penggunaan robotika di gudang-gudang logistik. Prinsip “relentless” atau tanpa henti menjadi motivasi khasnya, yang bahkan diabadikan sebagai salah satu domain awal yang tetap terhubung ke situs Amazon hingga saat ini. Meskipun ia sempat menuai kritik atas tekanan kerja yang tinggi di gudang pemenuhan barang, Bezos tetap teguh pada visinya untuk menggunakan data dan otomatisasi guna mempertahankan loyalitas pelanggan melalui kenyamanan dan rekomendasi produk yang personal.
Pencapaian yang diraih Bezos saat ini sangatlah fenomenal, di mana bisnisnya tidak lagi terbatas pada e-commerce tetapi telah merambah ke Amazon Web Services (AWS) yang merupakan penyedia komputasi awan terbesar di dunia dan menyumbang sebagian besar pendapatan operasional perusahaan. Ia juga memiliki perusahaan kedirgantaraan Blue Origin, yang sempat membawanya terbang ke luar angkasa pada 2021, serta surat kabar legendaris The Washington Post yang dibelinya seharga $250 juta pada 2013. Kekayaan bersih Bezos terus meroket hingga mencapai $239,4 miliar pada akhir tahun 2025, memposisikannya sebagai orang terkaya keempat di dunia dalam daftar real-time Forbes. Selain fokus pada bisnis, ia juga berkomitmen pada filantropi melalui Bezos Earth Fund dengan janji donasi sebesar $10 miliar untuk mengatasi perubahan iklim dan berencana menyumbangkan sebagian besar kekayaannya selama masa hidupnya.
Pertanyaan Umum (Frequently Asked Questions)
1. Kapan Amazon pertama kali menjual produknya dan apa produk tersebut?
Amazon menjual buku pertamanya pada bulan Juli 1995 setelah didirikan di sebuah garasi setahun sebelumnya.
2. Apa alasan utama di balik pemilihan nama Amazon?
Bezos memilih nama tersebut berdasarkan sungai terbesar di dunia karena ia memiliki visi agar tokonya menjadi yang terbesar di bumi.
3. Seberapa sulit bagi Bezos untuk mendapatkan modal awal bagi Amazon?
Bezos menyebut bahwa mengumpulkan modal awal sebesar $1 juta adalah hal tersulit yang pernah ia lakukan, yang mana ia harus melewati 60 pertemuan dan menerima 40 penolakan.
4. Apa saja layanan utama Amazon di luar penjualan produk fisik?
Layanan utamanya meliputi Amazon Web Services (AWS) untuk komputasi awan, Kindle untuk e-book, dan Amazon Studios untuk produksi konten televisi serta film.
5. Berapa kekayaan bersih terbaru Jeff Bezos dan apa peringkatnya di dunia?
Per 19 Desember 2025, kekayaan bersihnya mencapai $239,4 miliar dan ia menempati peringkat keempat orang terkaya di dunia hari ini.
Perjalanan Jeff Bezos dari seorang eksekutif Wall Street hingga menjadi pionir teknologi dunia membuktikan bahwa visi yang tajam dan ketahanan terhadap penolakan adalah kunci sukses yang utama. Meskipun ia telah mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 2021 dan kini menjabat sebagai ketua eksekutif, pengaruhnya tetap terasa di setiap inovasi yang dilakukan Amazon dan unit bisnis lainnya. Transformasi Amazon dari sebuah garasi di Seattle menjadi behemoth teknologi bernilai triliunan dolar merupakan salah satu kisah bisnis paling impresif dalam sejarah modern, yang menegaskan posisi Bezos sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di abad ke-21.
Daftar Pustaka
“Jeff Bezos.” Forbes. Accessed December 20, 2025. https://www.forbes.com/profile/jeff-bezos/.
Lev-Ram, Michal. “Jeff Bezos Says Raising Amazon’s First $1 Million Was the ‘Hardest Thing I’ve Ever Done’—Including 60 Meetings for a Single Funding Round.” Fortune, December 15, 2025. https://fortune.com/2025/12/15/jeff-bezos-hardest-thing-ive-ever-done-60-meetings-amazon-seed-capital-funding-round/.
McFadden, Christopher. “A Very Brief History of Amazon: The Everything Store.” Interesting Engineering, July 6, 2023. https://interestingengineering.com/culture/a-very-brief-history-of-amazon-the-everything-store.
Stone, Brad. The Everything Store: Jeff Bezos and the Age of Amazon. New York: Random House, 2013.
The Editors of Encyclopaedia Britannica. “Jeff Bezos.” Encyclopedia Britannica. Accessed December 20, 2025. https://www.britannica.com/money/Jeff-Bezos.
