Proses penunjang yang dilakukan perusahaan manufaktur untuk mengoptimalkan operasionalnya, semata-mata memang untuk memengaruhi profitabilitas perusahaan. Fokus pada perbaikan di area supply chain yang kompleks sehingga perusahaan bisa lebih mengoptimalkan proses menjadi dua fokus utama perusahaan  yang sudah di bahas di bagian 1.

Lalu, hal-hal apalagi yang harus di perhatikan dan dilakukan perusahaan manufaktur agar mereka dapat mengoptimalkan operasionalnya, sehingga bisa tetap kompetitif di tengah-tengah persaingan pasar global?

Berikut tiga faktor lainnya:

Faktor Ketiga: Mengutilisasi ERP di Seluruh Sendi Perusahaan

Tidak diragukan lagi, ERP akan memberikan dampak besar terhadap keuangan dan akunting. Faktanya, 59 persen eksekutif yang mengikuti survey menyatakan bahwa organisasi mereka mendapatkan banyak manfaat dari ERP. Perusahaan-perusahaan tersebut berpendapat ERP memainkan peranan vital di semua aspek organisasi. Departemen yang merasakan manfaat paling besar, secara berurutan, adalah pembelian, kontrol inventori, operasi manufaktur dan penjualan.

Perspektif semacam itu merefleksikan betapa modernnya implementasi ERP di organisasi responden dan berapa sering sistemnya diperbaharui.Dalam jangka waktu 20 tahun, perangkat lunak ERP telah melalui transformasi yang signifikan.Di tahap awal kelahirannya, sistem ERP banyak digunakan untuk aplikasi finansial, manajemen order, pembelian dan manufaktur. Sistem yang ada sekarang telah dirancang untuk penggunaan yang lebih luas di seluruh perusahaan.

Sistem ERP yang lebih baru bahkan bisa mendukung manajemen supply chain, manajemen hubungan pelanggan atau customer relationship management (CRM), manajemen sumber daya manusia, manajemen siklus hidup produk, manajemen aset perusahaan dan manajemen pengeluaran. Faktanya, manufaktur membutuhkan kedua jenis ERP; versi umum dan versi yang telah disesuaikan untuk aplikasi khusus. Perangkat ERP khusus ini biasanya membutuhkan middle-ware yang mampu menangani integrasi informasi di seluruh perusahaan.

Baca juga  Dari Observasi Lapangan ke Inovasi Platform: Design Thinking di Airbnb

Faktor Keempat: Menemukan Harmoni Antara Aplikasi yang Berbeda

Limapuluh persen dari eksekutif yang mengikuti surveymenyatakan ada lebih dari satu sistem ERP yang digunakan di organisasi mereka. Sebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kebutuhan yang kompleks hingga akuisisi suatu bisnis yang telah memiliki sistem ERP sendiri. Kemampuan untuk menghubungkan sistem-sistem ini sangat penting untuk memfasilitasi aliran informasi. Aliran informasi inilah yang memungkinkan kemampuan analisa tahap tinggi yang menjadi andalan perusahaan manufaktur untuk memberikan wawasan kepada para pengambil keputusan mengenai apa yang perlu dilakukan.

Faktor Kelima: Memegang Kendali Atas Kompleksitas yang Ada

Kompleksitas di operasi manufaktur juga menjadi tantangan yang signifikan yang dihadapi para eksekutifnya. Dalam skala 1 hingga 5, 87 persen responden menempatkan kepentingan untuk menghadapi kompleksitas di skala 3.

Sistem ERP yang memenuhi kebutuhan manufaktur saat ini mampu membantu mereka menghadapi perubahan. Perubahan bisa jadi berupa pergeseran preferensi pasar, interupsi pada supply chain, regulasi baru, atau kompetisi yang menurunkan harga pasar. Solusi ERP akan tumbuh bersama bisnis seiring kemampuan mengekspansi dan mengatasi kompleksitas supply chain. Kemampuan itulah yang memberikan kemampuan menghadapi isu-isu global.

Ketika melakukan ekspansi, sebenarnya manufaktur mengambil langkah penuh resiko. Resiko terbesarnya adalah kehilangan produktifitasnya yang berharga ketika mereka mengubah fokus. Hal tersebut bisa mengganggu proses yang kompleks, dan dapat melibatkan prosedur-prosedur baru dan pelatihan ulang. Lebih ekstremnya, manufaktur yang sedang melakukan ekspansi bisa jadi perlu melakukan retooling dan re-engineering.

So What’s the Point? Solusi Bagi Manufaktur untuk Menghadapi Perubahan

Riset yang dilakukan GatePoint menemukan kecenderungan penting yaitu eksekutif di perusahaan manufaktur secara mayoritas mengarahkan fokus kepada peningkatan pendapatan dengan inovasi produk dan ekspansi pasar. Mereka memahami bahwa optimasi proses produksi adalah strategi kunci yang akan mendukung tujuan tersebut.

Baca juga  Lean Six Sigma di Intel: Transformasi Efisiensi di Industri Semikonduktor Berpresisi Tinggi

Sebagai bentuk dukungan lain yang tak kalah pentingnya, perusahaan harus mengatur sistem informasinya agar mampu mendorong kolaborasi dan komunikasi. Tidak hanya dengan pelanggan dan pemasok yang ada, namun juga memberikan informasi kepada karyawan. Semakin mudah penyerapan informasi relevan oleh organisasi, proses pengambilan keputusan akan semakin cepat.

Setiap langkah dalam proses manufaktur dapat secara dramatis mempengaruhi profitabilitas. Meraih visibilitas dan efisiensi sangat krusial bagi perusahaan yang ingin berkompetisi secara global, membuka pasar baru dan mendorong investasi untuk memenuhi kebutuhan bisnis.***