Perusahaan Amazon mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 16.000 karyawan pada Selasa, (27/1). Informasi PHK itu diumumkan melalui email internal yang dikirim oleh presiden senior Amazon Web Service (AWS), Colleen Aubrey kepada karyawan yang ada di Kanada, Amerika Serikat, dan Kosta Rika. Keesokan harinya, perusahaan menginformasikan bahwa pesan itu terkirim secara tidak sengaja melalui unggahan blog karena kesalahan teknis dan sudah dihapus. 

Alasan di Balik PHK

Melalui blog yang sama pula, eksekutif Amazon Beth Galetti menjelaskan bahwa pemangkasan ini benar terjadi dan bertujuan untuk mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan rasa kepemilikan, dan memangkas birokrasi di dalam perusahaan. Andy Jassy selaku Presiden dan Direktur Utama Amazon juga mengatakan bahwa PHK ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, bukan penghematan biaya. 

Banyak juga yang berspekulasi bahwa PHK ini disebabkan oleh rencana penggunaan AI oleh perusahaan. Apalagi sebelumnya, Direktur Amazon pernah menulis blog kepada karyawan bahwa peningkatan efisiensi dari teknologi tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawannya.

“Seiring dengan peluncuran lebih banyak AI Generatif dan agen, hal itu akan mengubah cara kerja kita. Kita akan membutuhkan lebih sedikit orang untuk melakukan beberapa pekerjaan yang dilakukan saat ini, dan lebih banyak orang untuk melakukan jenis pekerjaan lain,” tulisnya. Meski begitu, Amazon tetap akan melakukan perekrutan secara strategis untuk meningkatkan bagian-bagian bisnis yang penting bagi masa depan perusahaan.

PHK Sebelumnya dan Nasib Karyawan Amazon

PHK besar-besaran ini bukanlah hal pertama yang pernah terjadi dalam sejarah Amazon. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Amazon juga telah melakukan PHK kepada 14.000 karyawannya. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa Amazon akan rutin melakukan PHK. Namun, Beth Galletti menampik kemungkinan tersebut.

Baca juga  Lean Six Sigma: Memangkas Antrian, Meningkatkan Layanan

Karyawan Amazon di Amerika Serikat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akan diberikan waktu 90 hari untuk mencari posisi baru. Selama periode tersebut, mereka tetap dapat melamar kembali ke Amazon untuk mengisi posisi yang tersedia. Sementara itu, karyawan yang memilih mengundurkan diri akan menerima pesangon, tunjangan asuransi kesehatan, serta hak lainnya, termasuk bantuan penempatan kerja.

Dalam laporan pendapatan triwulanan terakhir yang dirilis pada Oktober, perusahaan bahkan menyatakan telah menghabiskan 1,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp30 triliun untuk biaya pesangon karyawannya.

Referensi:

Bagaskara, A. D. R. P. (2026, Januari 28). Amazon PHK massal 16 ribu karyawan usai ngaku salah kirim email. IDN Times.
https://www.idntimes.com/business/economy/amazon-phk-massal-16-ribu-karyawan-usai-ngaku-salah-kirim-email-c1c2-01-syyn4-1rz3k4

Dzulfaroh, A. N. (2026, Januari 29). Hilangkan birokrasi, Amazon akan pangkas 16.000 pekerjaan. Kompas.com.
https://www.kompas.com/global/read/2026/01/29/083301870/hilangkan-birokrasi-amazon-akan-pangkas-16000-pekerjaan

Internasional Kontan. (2026, Januari 28). Mengejutkan: Amazon PHK 16.000 karyawan lagi, total 30.000 sejak Oktober. Kontan.co.id.
https://internasional.kontan.co.id/news/mengejutkan-amazon-phk-16000-karyawan-lagi-total-30000-sejak-oktober

Palmer, A. (2026, Januari 28). Amazon layoffs anti-bureaucracy AI. CNBC.com.
https://www.cnbc.com/2026/01/28/amazon-layoffs-anti-bureaucracy-ai.html

Partridge, J. (2026, Januari 28). Amazon global job cuts email error workers sent. The Guardian.
https://www.theguardian.com/technology/2026/jan/28/amazon-global-job-cuts-email-error-workers-sent

Vallnsky, J. (2026, Januari 28). Amazon layoffs and AI. CNN.
https://edition.cnn.com/2026/01/28/tech/amazon-layoffs-ai