Dengan kekayaan yang mencapai ratusan triliun rupiah, nama Budi Hartono sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dikenal sebagai sosok di balik dua perusahaan raksasa, Djarum dan Bank Central Asia (BCA), ia telah lama menjadi sorotan sebagai salah satu orang terkaya di Tanah Air, bahkan di Asia. Investasi besarnya, bersama sejumlah konglomerat lain, pada proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin memperkuat posisinya sebagai penggerak utama perekonomian Indonesia.

Budi Hartono, yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjong, lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 28 April 1941. Ia adalah putra dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan Djarum, dan Goei Tjoe Nio. Ia merupakan adik dari Michael Bambang Hartono. Budi Hartono menikah dengan Widowati Hartono, yang akrab disapa Giok Hartono, dan dikaruniai tiga putra, yaitu Victor, Martin, dan Armand Hartono. Meskipun bergelimang harta, Budi Hartono dan keluarganya dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana.

Dalam riwayat pendidikannya, Budi Hartono merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ia mewarisi jiwa bisnis dari sang ayah, Oei Wie Gwan, yang memulai usaha rokok dengan membeli perusahaan kecil bernama NV Murup pada tahun 1951. Perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi Djarum.

Perjalanan karier Budi Hartono dan saudaranya dimulai ketika mereka mewarisi perusahaan Djarum pada tahun 1963, setelah sang ayah meninggal dunia. Mereka menghadapi tantangan besar ketika pabrik Djarum hampir musnah akibat kebakaran di tahun yang sama. Namun, dengan semangat pantang menyerah, mereka berhasil bangkit dan melakukan modernisasi peralatan pabrik. Pada tahun 1972, Djarum mulai mengekspor produknya ke luar negeri, dan pada tahun 1975, mereka memperkenalkan merek Djarum Filter yang disusul oleh Djarum Super pada tahun 1981. Djarum pun tumbuh pesat menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Tidak berhenti di situ, pada periode 1997-1998, Hartono bersaudara mengambil langkah strategis dengan membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) setelah Salim Group kehilangan kendali selama krisis ekonomi. Melalui PT Dwimuria Investama Andalan, mereka menjadi pemegang saham terbesar BCA dengan 54,94% saham. Kemudian, pada tahun 2007, Grup Djarum berhasil menguasai BCA sepenuhnya.

Baca juga  Optimasi Assembly Line: Solusi Lean untuk Efisiensi dan Kelancaran Aliran Produksi

Sebagai seorang pebisnis ulung, Budi Hartono juga merambah berbagai sektor lain. Melalui perusahaannya, ia mengelola berbagai properti real estat seperti Menara BCA dan Grand Indonesia. Di bidang elektronik, ia meluncurkan merek Polytron yang memproduksi berbagai peralatan elektronik, mulai dari televisi hingga ponsel pintar. Selain itu, ia juga memiliki bisnis agrobisnis, seperti perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat. Hartono bersaudara juga berinvestasi di menara telekomunikasi melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan merambah industri media melalui Djarum Media, yang memiliki Djarum Super Soccer TV dan Mola TV. Tidak ketinggalan, mereka juga memiliki bisnis di industri digital dengan mendirikan Blibli.com yang bertransformasi menjadi salah satu e-commerce besar di Indonesia. Di samping kesibukan bisnis, Budi Hartono juga memiliki hobi bulu tangkis dan mendirikan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum pada tahun 1969 yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi, salah satunya Liem Swie King.

Berkat kepiawaiannya dalam berbisnis, Budi Hartono dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh Forbes Real Time Billionaires. Per 29 September 2023, ia menduduki peringkat kedua dengan total kekayaan mencapai 24,5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp379 triliun. Jumlah ini terus berfluktuasi, dan ia bersama saudaranya, Michael Bambang Hartono, selalu menempati urutan atas dalam daftar orang terkaya selama 11 tahun terakhir. Pada tahun 2022, mereka bahkan dinobatkan sebagai orang terkaya pertama di Indonesia, dengan total kekayaan 47,7 miliar dolar AS.

FAQ (Pertanyaan Umum)

  1. Siapa nama asli Budi Hartono?
    Nama asli Budi Hartono adalah Oei Hwie Tjong.
  1. Kapan dan di mana Budi Hartono lahir?
    Budi Hartono lahir pada 28 April 1941 di Kudus, Jawa Tengah.
  1. Apa saja bisnis utama Budi Hartono?
    Bisnis utama Budi Hartono adalah Grup Djarum dan kepemilikan saham di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
  1. Berapa kekayaan Budi Hartono menurut Forbes?
    Menurut Forbes Real Time Billionaires per 29 September 2023, total kekayaan Budi Hartono mencapai 24,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp379 triliun.
  1. Selain bisnis, apa hobi atau kegiatan lain Budi Hartono?
    Budi Hartono memiliki hobi bulu tangkis dan mendirikan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum pada tahun 1969.
Baca juga  Jejak Evolusi Bluebird dalam Lintasan Waktu

Kesimpulan

Dengan perpaduan kepiawaiannya dalam mengembangkan bisnis warisan dan kejeliannya dalam melihat peluang investasi, Budi Hartono telah mengukir namanya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia bisnis Indonesia. Kisahnya yang penuh perjuangan, dari bangkitnya Djarum setelah kebakaran hingga suksesnya mengambil alih BCA, menjadi cerminan seorang visioner yang tidak pernah lelah bekerja. Keberhasilannya tidak hanya menciptakan kekayaan pribadi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan ribu orang dan berkontribusi besar pada perkembangan ekonomi nasional. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan ketekunan dan keberanian, kesuksesan yang luar biasa dapat diraih.

Referensi