Dalam beberapa tahun terakhir, istilah industri MICE kembali sering terdengar, terutama dalam diskusi bisnis, pariwisata, dan potensi ekonomi nasional.

Setelah sektor ekonomi mulai pulih dan aktivitas publik kembali dinamis, industri ini muncul ke permukaan dan menjadi sorotan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apa sebenarnya MICE itu?

Mengenal Industri MICE Lebih Dalam

Dilansir dari Ocean BCA, MICE merupakan akronim dari Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions yaitu industri yang mencakup kegiatan pertemuan bisnis, perjalanan insentif perusahaan, konferensi skala besar hingga pameran atau expo.

Industri ini berbeda dari wisata umum karena bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan aktivitas profesional yang melibatkan berbagai tujuan seperti negosiasi dagang, peluncuran produk, penandatanganan kerja sama hingga diskusi strategis antar perusahaan.

Masih bersumber dari Ocean BCA, pelaku MICE meliputi pengelola event, hotel dan convention center, penyedia transportasi, vendor teknologi audio-visual, katering, hingga UMKM yang menyediakan produk dan layanan pendukung acara.

Dalam penyelenggaraannya, sebuah event MICE melewati proses panjang mulai dari perencanaan konsep, penyusunan rundown, manajemen peserta, eksekusi acara hingga evaluasi. Karena itu, MICE menjadi industri dengan rantai ekonomi luas dan mampu menggerakkan banyak sektor secara bersamaan.

Potensinya di Indonesia

Dukungan data juga memberi gambaran jelas mengenai pertumbuhan industri ini. Metrotvnews memberitakan bahwa sektor MICE diprediksi akan tumbuh sebesar 15% pada tahun 2026, seiring meningkatnya penyelenggaraan event nasional maupun internasional, serta tingginya minat perusahaan dalam memperluas pasar melalui pameran dagang dan forum bisnis. Prediksi ini menunjukkan bahwa MICE bukan hanya sekadar tren sesaat, melainkan sektor yang dipandang memiliki prospek berkelanjutan.

Dengan karakter audiens berupa pelaku bisnis, pengusaha, investor, hingga delegasi internasional, MICE juga dianggap lebih berkontribusi terhadap belanja ekonomi dibanding wisata biasa. Peserta MICE umumnya memiliki tingkat pengeluaran lebih tinggi untuk hotel, transportasi, katering, produk lokal hingga kunjungan wisata tambahan setelah acara. Faktor ini menjadikan MICE sebagai salah satu sektor dengan potensi devisa besar bagi negara.

Baca juga  Kemenperin Dorong Dekarbonisasi Industri: Menyiapkan Lima Pilar Menuju Ekonomi Hijau

Melihat perkembangan tersebut, ada peluang besar bagi Indonesia untuk terus memperkuat diri sebagai destinasi MICE unggulan di kawasan Asia. Infrastruktur venue, sistem transportasi, aksesibilitas, promosi internasional serta peningkatan profesional SDM menjadi kunci penting untuk mewujudkan target tersebut. Jika dikelola berkelanjutan, industri MICE dapat menjadi mesin ekonomi baru yang memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan nasional.

Referensi:

Ocean BCA. (2024). MICE adalah: Pengertian, tugas, dan peluang bisnisnya. Ocean BCA. https://ocean.bca.co.id/id/artikel/MICE-adalah-Pengertian-Tugas-dan-Peluang-Bisnisnya

Metrotvnews. (2024). Industri MICE diprediksi naik 15 persen di 2026. Metrotvnews.
https://www.metrotvnews.com/read/kpLCQ7MY-industri-mice-diprediksi-naik-15-persen-di-2026