PT KAI telah meresmikan layanan kereta khusus bagi petani dan pedagang pada Senin, (1/12). Kereta ini melayani rute Merak–Rangkasbitung yang menjadi jalur penting pergerakan hasil tani dan barang dagangan. Program ini ditujukan untuk memperlancar pergerakan pelaku usaha serta distribusi hasil tani. Hadirnya layanan baru ini menawarkan alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat setempat.

Seperti Apa Rupa Kereta Ini? 

Kereta khusus petani dan pedagang ini terdiri dari satu gerbong yang tergabung dalam rangkaian Commuter Line Merak. Gerbong tersebut dibedakan dengan cat hijau mint, sementara gerbong lainnya tetap menggunakan warna standar seperti biasa.

Di dalamnya tersedia 73 tempat duduk yang disusun menempel pada dinding kiri dan kanan, sehingga area tengah menjadi lebih lapang untuk menaruh barang bawaan. Pintu gerbong juga dibuat lebih lebar agar proses naik-turun barang dapat berlangsung lebih mudah dan tidak menghambat perjalanan. Layanan ini beroperasi sebanyak 14 kali perjalanan per hari, masing-masing tujuh perjalanan dari Merak dan tujuh dari Rangkasbitung.

Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne, menyebut layanan kereta ini dibuat sebagai bentuk nyata kesadaran sektor perkeretaapian nasional dalam menyediakan transportasi publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

”Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah,” ujar Anne dilansir dari Kompas

Berdasarkan informasi dari Kompas, sarana kereta ini telah melalui berbagai tahapan pengujian teknis, proses sertifikasi, pemasangan rambu keselamatan, serta penyesuaian akses naik-turun di beberapa stasiun. Semua langkah tersebut dilakukan untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan kelancaran pergerakan barang maupun penumpang.

Baca juga  Formulasi UMP 2026 Resmi Berlaku

Cara Menggunakan Layanan

Untuk menggunakan layanan ini sangatlah mudah. Pengguna hanya perlu melakukan registrasi di loket stasiun dengan membawa identitas diri dan mengisi formulir verifikasi. Jika hal tersebut sudah diselesaikan, pengguna akan menerima Kartu Petani dan Pedagang.

Dengan kartu ini para petani dan pedagang dapat membeli tiket sampai H-7 keberangkatan di loket. Pemegang kartu juga akan mendapatkan akses boarding lebih awal, yaitu dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Pedagang yang belum memiliki kartu tetap bisa menaiki kereta tersebut, selama tiket kereta masih tersedia di hari keberangkatan. 

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, mengungkapkan bahwa ia menyiapkan insentif Public Service Obligation (PSO) guna memastikan harga tiket layanan kereta ini terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

“Kami instruksikan kepada KAI Commuter melalui skema PSO untuk mematok tarif Kereta Petani dan Pedagang pada harga Rp3.000 seperti tarif layanan Commuter Line Merak agar tidak memberatkan masyarakat,” tegas Arif dikutip dari CNN.

Respon Penumpang

Layanan kereta api khusus ini banyak mendapat respon positif dari para penumpang. Salah satunya Sarminah (52), yang naik dari Stasiun Catang menuju Merak. “Sangat senang, ini naik pertama kali, dari kemarin sudah nungguin, serasa gerbong milik sendiri, spesial untuk kami,” kata Sarminah.

Pedagang lain, Asnamah (41) yang naik dari Stasiun Cikeusal mengaku baru kali ini merasa benar-benar diperhatikan saat menggunakan kereta. “Biasanya selalu rebutan tempat duduk sama penumpang lain, sekarang punya gerbong sendiri. Pintunya juga beda dan ada kartu khusus buat masuk. Baru kali ini rasanya diistimewakan naik kereta,” kata Asnamah dirujuk dari Kompas.

Dengan pengopreasian ini, PT KAI berharap layanan yang diberikan dapat menjadi salah satu moda penggerak ekonomi masyarakat, serta membantu kelancaran kegiatan perdagangan harian dan membantu para petani yang selama ini mengandalkan kereta api untuk membawa hasil panennya.

Baca juga  Pemerintah Himpun 100 Koperasi Besar Nasional Demi Percepatan Kopdes Merah Putih

Referensi:

CNN Indonesia. (2025, Desember 1). Kereta Api Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi, Tarif Cuma Rp3.000. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251201153626-92-1301486/kereta-api-khusus-petani-pedagang-resmi-beroperasi-tarif-cuma-rp3000

Nazmudin, A., & Maullana, I. (2025, Desember 1). Penumpang Kereta Khusus Petani-Pedagang: Kami Diistimewakan, Serasa Gerbong Milik Sendiri. Kompas. https://bandung.kompas.com/read/2025/12/01/094947078/penumpang-kereta-khusus-petani-pedagang-kami-diistimewakan-serasa-gerbong
Al-Hamasy, A. I. (2025, Desember 3). Saat Petani dan Pedagang Akhirnya Punya Ruang di Kereta. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/saat-petani-dan-pedagang-akhirnya-punya-ruang-di-kereta