Di tengah maraknya produk kecantikan di Indonesia, konsep kosmetik halal semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Konsep ini tidak hanya menawarkan produk yang aman dan berkualitas, tetapi juga menjamin kehalalan bahan-bahannya sesuai dengan syariat Islam. Di Indonesia, salah satu pionir yang sukses memperkenalkan kosmetik halal adalah Wardah. Lebih dari sekadar merek, Wardah kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas diri bagi banyak perempuan, terutama para muslimah.
Sejarah Berdirinya Wardah
Kisah sukses Wardah tidak lepas dari sosok pendirinya, Nurhayati Subakat. Perempuan kelahiran Padang Panjang tahun 1950 ini merupakan lulusan terbaik Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1975 dan Apoteker ITB tahun 1976. Meskipun sempat gagal meraih mimpinya menjadi dosen, Nurhayati bekerja di sebuah perusahaan kosmetik multinasional. Pengalamannya selama lima tahun di bagian quality control dan research and development menjadi bekal berharga baginya. Pada tahun 1985, ia mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu. Produk pertamanya adalah perawatan rambut Putri yang menyasar salon dengan harga terjangkau. Setelah lima tahun berjalan, ia mendirikan Wardah pada tahun 1995. Wardah menjadi merek kosmetik lokal pertama yang berhasil mendapatkan sertifikasi halal.
Wardah menerapkan berbagai konsep dan prinsip yang kuat dalam perjalanannya. Awalnya, tantangan terbesar adalah minimnya antusiasme masyarakat terhadap produk halal dan rendahnya jumlah pengguna kosmetik. Namun, Wardah tetap berpegang teguh pada nilai-nilai intinya, yaitu ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan hati, dan inovatif. Konsep ini yang terus menjadi pegangan perusahaan yang kini bernama PT Paragon Technology & Innovation (PT PTI) sejak 2011. Wardah juga secara konsisten mengusung identitas sebagai merek kecantikan halal terdepan di Indonesia, dengan pesan-pesan utama seperti halal green beauty, inklusivitas, keragaman, dan pemberdayaan perempuan.
Rintangan Selama Pendirian Wardah
Perjalanan Wardah tidak selalu mulus. Nurhayati Subakat pernah berada di titik krisis saat pabriknya kebakaran setelah lima tahun berjalan. Kebakaran ini menghanguskan dokumen administrasi, menyisakan utang usaha, dan nyaris membuatnya bangkrut. Namun, karena memikirkan nasib karyawan dan utangnya ke mitra bisnis, Nurhayati memutuskan untuk bangkit. Ia mengambil kredit bank untuk mendirikan Wardah pada tahun 1995, hanya untuk kembali dihantam krisis moneter pada tahun 1998. Meskipun demikian, perusahaan ini berhasil bertahan dan terus berkembang.
Perkembangan Wardah tak lepas dari strategi dan inovasi yang diterapkan. Mereka berani mengambil peluang segmentasi halal dan merekrut generasi muda yang paham tren untuk terlibat dalam perencanaan strategis. Inovasi terus dilakukan, bahkan dengan dukungan 78 peneliti. Salah satu produk inovatif yang dikembangkan adalah maskara halal yang tahan lama, tetapi tembus air. Mereka juga terus beradaptasi dengan tren, seperti peluncuran Wardah Glasting Liquid Lip sebagai respons terhadap permintaan produk lip glassy yang tahan lama. Selain itu, Wardah luncurkan layanan Personal Color Analysis dan Perfect Complexion Finder yang terinspirasi dari tren global, menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu konsumen menemukan warna makeup yang paling sesuai. Wardah juga memanfaatkan berbagai kanal digital multiplatform dan berkolaborasi dengan kreator konten untuk memperkuat nilai merek dan membangun hubungan emosional dengan konsumen. Sejak tahun 2021, Wardah luncurkan kampanye #BeautyMovesYou untuk mengajak perempuan Indonesia menjadi penggerak perubahan.
Wardah di masa sekarang telah berkembang pesat. Data Euromonitor 2016 mencatat, Wardah berada di peringkat keenam sebagai merek global dengan pertumbuhan tercepat. Bahkan, ulasan Harvard Business Review menyebutkan bahwa Wardah berhasil meningkatkan pangsa pasar hingga dua kali lipat. Dengan total 11.000 karyawan, Wardah mampu memproduksi 135 juta produk per tahun, menguasai 30 persen pasar kosmetik nasional, dan telah memperluas bisnisnya ke negara tetangga seperti Malaysia. Selain Wardah, PT PTI juga menaungi merek lain dengan segmentasi berbeda seperti Make Over, Emina, dan Kahf. Nurhayati Subakat sendiri diakui sebagai salah satu pebisnis wanita paling berpengaruh di Asia versi Majalah Forbes dan terus berkomitmen pada pendidikan melalui berbagai program. Wardah kini tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada kebermanfaatan.
FAQ (Pertanyaan umum)
1. Siapakah pendiri Wardah?
Nurhayati Subakat, lulusan Farmasi ITB, adalah pendiri Wardah.
2. Kapan Wardah didirikan?
Wardah didirikan pada tahun 1995 dan menjadi merek kosmetik halal pertama di Indonesia.
3. Apa saja merek lain yang berada di bawah naungan perusahaan Wardah?
Merek lain yang berada di bawah naungan PT Paragon Technology & Innovation (sebelumnya bernama PT Pusaka Tradisi Ibu), perusahaan yang menaungi Wardah, antara lain Makeover, Emina, dan Kahf.
4. Apa saja tantangan yang pernah dialami Wardah?
Wardah pernah mengalami krisis akibat pabriknya yang kebakaran dan terkena imbas krisis moneter pada tahun 1998.
5. Bagaimana Wardah bisa bertahan dan terus berkembang?
Wardah bertahan dengan menerapkan strategi inovasi produk, rekrutmen generasi muda, dan kampanye yang relevan, serta dengan berpegang teguh pada nilai-nilai inti perusahaannya.
Kesimpulan
Kisah Wardah adalah cerminan dari ketangguhan, inovasi, dan komitmen. Dimulai dari bisnis rumahan oleh Nurhayati Subakat, Wardah berhasil melewati berbagai krisis dan tantangan untuk menjadi pionir kosmetik halal di Indonesia. Dengan fokus pada kualitas, inovasi yang didukung riset, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen, Wardah tidak hanya mendominasi pasar domestik tetapi juga menginspirasi dengan pesan-pesan positif. Lebih dari sekadar produk kecantikan, Wardah menjadi bukti bahwa sebuah bisnis dapat berkembang pesat dengan berlandaskan nilai-nilai yang kuat dan bermanfaat bagi banyak orang.
Referensi
- Prakoso, A. B., & Negoro, N. (2017). Analisa strategi pemasaran produk kosmetik wardah dengan pendekan SWOT-AHP (Analytic Hierarchy Process). Jurnal Sains dan Seni ITS, 6(1), 62-67.
- (22 Mei 2023). Kisah Pendiri Wardah: Nyaris Bangkrut saat Pabrik Terbakar. Tempo.co. Diakses dari https://www.tempo.co/ekonomi/kisah-pendiri-wardah-nyaris-bangkrut-saat-pabrik-terbakar-755612.
- (25 November 2022). Cerita Kesuksesan Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Peduli Pendidikan. Tempo.co. Diakses dari https://www.tempo.co/politik/cerita-kesuksesan-nurhayati-subakat-pendiri-wardah-yang-peduli-pendidikan-462590.
- SWA. (22 Maret 2023). Wardah Menjadi Beauty Brand Inovatif dengan Dukungan Riset dan Teknologi. SWA.co.id. Diakses dari https://swa.co.id/read/453278/wardah-menjadi-beauty-brand-inovatif-dengan-dukungan-riset-dan-teknologi.
- Ramadhan, F. (12 Juli 2022). Fakta Singkat Wardah. IDN Times. Diakses dari https://www.idntimes.com/life/women/fakta-singkat-wardah-00-98756-086d5n.
