COP30 atau Conference of the Parties ke-30 resmi diselenggarakan pada 10–21 November 2025. Ajang internasional ini menjadi momentum penting bagi negara-negara di dunia untuk memperkuat komitmen dalam menghadapi krisis iklim. COP30 diharapkan mampu melahirkan kesepakatan baru yang lebih progresif dalam upaya menekan emisi global serta mempercepat transisi menuju energi bersih melalui kolaborasi dan aksi nyata antarnegara.

Apa itu COP30? 

COP30 merupakan acara Konferensi ke-30 Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCC COP30) yang tahun ini akan diselenggarakan di Kota Belém, Brazil. Konferensi ini diadakan untuk menandai sepuluh tahun Perjanjian Paris. COP30 hadir sebagai wadah kolaborasi global untuk menyuarakan kepedulian pada lingkungan.

Indonesia sendiri akan mengikuti konferensi tersebut dengan mengirim 450 delegasi yang dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo, seorang Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim. Ia juga ditemani dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Menjelang COP30, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengambil langkah untuk segera menetapkan 1,4 juta Ha hutan adat sebagai bentuk strategi nasional demi memerangi kejahatan lingkungan dan memperkuat tata kelola hutan berbasis masyarakat. 

“Salah satu aspek krusial yang sering terabaikan dalam penanggulangan kejahatan lingkungan adalah keterlibatan masyarakat adat dan masyarakat lokal. Mereka adalah penjaga sejati hutan kita,” ucap Hanif dikutip dari Katadata

Bukan hanya itu, Indonesia juga bertekad untuk mengurangi kenaikan suhu global melalui pembaharuan Second Nationally Determined Contribution atau SNDC kedua pada akhir Oktober 2025. Indonesia menawarkan dua skenario Low Carbon Compatible with Paris Agreement (LCCP) dengan proyeksi penurunan emisi 8 hingga 17,5 persen. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah untuk menetapkan puncak emisi 2030 yang lebih rendah daripada skenario sebelumnya. 

Baca juga  Kelangkaan BBM Non-Subsidi di SPBU Swasta, Apa Penyebabnya?

Narasi yang Diangkat Indonesia pada COP30

Melalui agenda-agenda tersebut, Indonesia akan membawa narasi tentang diplomasi hijau dan menegaskan target Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Selain itu, pasar karbon untuk membangun mitra lintas negara juga akan diperkenalkan. 

“Prioritas Indonesia di COP30 meliputi penguatan kemitraan internasional dan akses pasar karbon berintegritas, advokasi pertumbuhan ekonomi hijau, serta pendanaan iklim yang berimbang antara mitigasi dan adaptasi,” ujar Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, dilansir dari Tempo

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Paviliun Indonesia di COP30 mengusung tema Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievements through Indonesia High Integrity Carbon demi memperluas akses pasar global dan memperkuat kredibilitas unit karbon nasional. Sehingga dapat menarik mitra baru untuk membangun ekosistem perdagangan karbon yang berkelanjutan.

Referensi:

Dewi, Anita Permata. (2025, November 6). Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30. Antara News. https://m.antaranews.com/berita/5223225/dari-jakarta-ke-belem-langkah-panjang-indonesia-tuk-aksi-nyata-cop30

Hasyim, Instan. (2025, November 4). COP30 di Depan Mata, Menteri LH Jelaskan Arah Aksi Iklim Indonesia. Tempo. https://www.tempo.co/lingkungan/cop30-di-depan-mata-menteri-lh-jelaskan-arah-aksi-iklim-indonesia-2086076

Widowati, Hari. (2025, November 5). Jelang COP30, Indonesia Bertekad Tetapkan 1,4 Juta Ha Hutan Adat. Katadata. https://katadata.co.id/ekonomi-hijau/ekonomi-sirkular/690aec704475a/jelang-cop30-indonesia-bertekad-tetapkan-1-4-juta-ha-hutan-adat