Tak bisa dimungkiri, pada saat ini TikTok telah menjelma menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia. Di Indonesia sendiri, kepopulerannya tak kalah fenomenal, terbukti dari posisinya sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak kedua di dunia. Di balik dominasi global aplikasi video singkat ini, ada sosok visioner yang jarang terekspos, yaitu Zhang Yiming, pendiri sekaligus otak di balik kesuksesan TikTok.
Profil Pemilik Tiktok
Zhang Yiming, pria kelahiran 1 April 1983 ini, adalah pendiri ByteDance, perusahaan induk yang menaungi TikTok. Ia tumbuh menjadi sosok yang berpengaruh di dunia teknologi Tiongkok. Meskipun kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya, perjalanan Yiming dimulai dari latar belakang yang sederhana. Ia merupakan lulusan software engineer dari Universitas Nankai di Tiongkok. Setelah lulus, ia memulai karirnya di dunia teknologi. Salah satu pencapaian awalnya adalah masuk dalam daftar Forbes China 30 Under 30 pada tahun 2013.
Perjalanan Zhang Yiming dalam merintis ByteDance dimulai pada tahun 2012, berawal dari sebuah apartemen dengan empat kamar tidur di Beijing bersama teman sekamar waktu kuliahnya, Liang Rubo. Beberapa bulan setelah mendirikan ByteDance, ia meluncurkan aplikasi agregasi berita bernama Toutiao. Namun, inovasi terbesarnya datang pada tahun 2016 ketika ByteDance merilis aplikasi video singkat bernama Douyin. Aplikasi ini langsung mendapat sambutan positif, berhasil menggaet 100 juta pengguna dan 1 miliar video views setiap harinya dalam waktu singkat.
Lahirnya Tiktok
Kesuksesan Douyin mendorong Yiming untuk membawa aplikasinya ke pasar global. Pada tahun 2017, ByteDance mengakuisisi Musical.ly, aplikasi video singkat yang populer di Amerika Serikat. Akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekspansi mereka. Untuk mempermudah pelafalan dan lebih mudah diingat, Douyin diubah namanya menjadi TikTok. Di Indonesia, TikTok mulai dikenal luas pada 2018, dan popularitasnya kian meroket, terutama saat pandemi COVID-19. Kehadiran fitur-fitur seperti TikTok Shop juga turut andil dalam kesuksesannya. Aplikasi ini berhasil raup miliaran dolar dari transaksi jual-beli dan iklan, menjadikannya tumpuan baru bagi para pelaku bisnis.
Namun, popularitas yang melejit juga membawa berbagai rintangan. TikTok menghadapi tuduhan serius di berbagai negara, mulai dari dugaan memata-matai, membahayakan anak-anak, hingga merugikan ekonomi lokal. Di Amerika Serikat, kongres bahkan mengesahkan undang-undang yang mengancam pelarangan TikTok kecuali ByteDance menjualnya. Di Indonesia, TikTok juga sempat menghadapi masalah dengan penutupan fitur TikTok Shop oleh pemerintah pada Oktober 2023. Keputusan ini menuai pro dan kontra, terutama dari para pelaku UMKM dan affiliate yang merasa kehilangan mata pencaharian. Meskipun demikian, ByteDance dan TikTok secara konsisten menyangkal semua tuduhan tersebut.
Di tengah segala tantangan, pencapaian Zhang Yiming dan TikTok tetap gemilang. Pada tahun 2024, Yiming berhasil menggeser posisi Zhong Shanshan sebagai orang terkaya di China, dengan kekayaan pribadi mencapai $49,3 miliar atau sekitar Rp773,5 triliun. Peningkatan kekayaan ini didorong oleh laba global ByteDance yang melonjak hingga 60%, meskipun mendapat tekanan dari berbagai kebijakan negara. Meskipun Yiming telah mengundurkan diri sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada tahun 2021, ia masih memegang sekitar 20% saham perusahaan dan aktif terlibat di balik layar, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI). Ia bahkan dilaporkan sering bepergian dari markasnya di Singapura ke Beijing untuk memantau riset AI dan memiliki target ambisius, yaitu mencapai artificial general intelligence (AGI).
FAQ (Pertanyaan umum)
- Siapakah Zhang Yiming?
Zhang Yiming adalah pendiri ByteDance, perusahaan induk TikTok. - Kapan dan bagaimana TikTok pertama kali dibuat?
TikTok awalnya diluncurkan sebagai Douyin pada September 2016 oleh ByteDance dan kemudian digabungkan dengan aplikasi Musical.ly pada tahun 2018. - Mengapa TikTok sempat dilarang di Indonesia?
Pemerintah Indonesia menutup fitur TikTok Shop karena dianggap melanggar regulasi, di mana social commerce dilarang melakukan transaksi jual-beli langsung. - Apa saja tantangan yang dihadapi TikTok di tingkat global?
TikTok menghadapi tuduhan sebagai alat mata-mata, membahayakan anak-anak, dan merugikan ekonomi lokal, yang menyebabkan pembatasan di beberapa negara seperti AS dan India. - Berapa kekayaan Zhang Yiming saat ini?
Kekayaan pribadi Zhang Yiming mencapai $49,3 miliar atau sekitar Rp773,5 triliun pada tahun 2024.
Kisah Zhang Yiming dan TikTok adalah cerminan dari dinamika teknologi dan ekonomi global yang sangat cepat. Dari sebuah aplikasi video singkat lokal, TikTok berhasil bertransformasi menjadi fenomena global di bawah kepemimpinan Yiming. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan kontroversi, baik di tingkat nasional maupun internasional, inovasi dan keberanian Yiming dalam berekspansi telah mengukuhkan posisinya, tidak hanya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi, tetapi juga sebagai orang terkaya di Tiongkok.
Sumber:
- Brennan, M. (2020). Attention factory: The story of TikTok and China’s ByteDance. China Channel.
- Sari, I. N. (2023, 6 Maret). Sejarah TikTok dari aplikasi negeri Panda hingga mendunia. Katadata. Diakses dari https://katadata.co.id/ekonopedia/profil/6404f5c3ce775/sejarah-tiktok-dari-aplikasi-negeri-panda-hingga-mendunia
- Lestari, N. H. (2023, 25 Maret). Profil TikTok: Sejarah, data pengguna dan sumber pendapatan. Tempo.co. Diakses dari https://www.tempo.co/ekonomi/profil-tiktok-sejarah-data-pengguna-dan-sumber-pendapatan-204245
- Warta Ekonomi. (2025, 22 Januari). Dulu ditolak investor, kini ByteDance membuat Zhang Yiming jadi orang terkaya ke-30 di dunia. Warta Ekonomi. Diakses dari https://wartaekonomi.co.id/read555663/dulu-ditolak-investor-kini-bytedance-membuat-zhang-yiming-jadi-orang-terkaya-ke-30-di-dunia
- Nabila, M. (2025, 28 Maret). Founder TikTok Zhang Yiming yang salip konglomerat air mineral jadi orang terkaya di China. Bisnis.com. Diakses dari https://entrepreneur.bisnis.com/read/20250328/265/1865547/founder-tiktok-zhang-yiming-yang-salip-konglomerat-air-mineral-jadi-orang-terkaya-di-china
- Lestarini, A. H. (2025, 7 April). Pendiri TikTok Zhang Yiming jadi orang terkaya di Tiongkok. Metrotvnews.com. Diakses dari https://www.metrotvnews.com/read/NA0CE708-pendiri-tiktok-zhang-yiming-jadi-orang-terkaya-di-tiongkok
- Kompas.id. (t.t.). Pendiri TikTok Zhang Yiming menjadi orang terkaya China. Kompas.id. Diakses dari https://www.kompas.id/artikel/pendiri-tiktok-zhang-yiming-menjadi-orang-terkaya-china/amp
- South China Morning Post. (t.t.). ByteDance founder Zhang Yiming plays a critical role in firm’s AI push despite low profile. South China Morning Post. Diakses dari https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3315498/bytedance-founder-zhang-yiming-plays-critical-role-firms-ai-push-despite-low-profile
- Tempo.co. (t.t.). Meet Zhang Yimin, TikTok’s owner, China’s number 1 richest man. Tempo.co. Diakses dari https://en.tempo.co/read/1940295/meet-zhang-yimin-tiktoks-owner-chinas-number-1-richest-man
- Forbes. (t.t.). Zhang Yiming. Forbes. Diakses dari https://www.forbes.com/profile/zhang-yiming/
