PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebagai salah satu merek penghasil sepatu lokal telah meresmikan penghentian produksi pabriknya per (25/09) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
“Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis ringkasan risalah RUPSLB yang dikutip dari keterbukaan.
Sebelumnya BATA telah menghentikan operasional pabrik di Purwakarta pada (30/04) tahun lalu. Hal ini tentu membuat masyarakat terkejut dan mempertanyakan alasannya. Sebab seperti yang diketahui, BATA merupakan satu merek sepatu yang cukup terkenal di Indonesia.
Alasan Penghentian Produksi Sepatu BATA
Dalam risalah RUPSLB, terdapat tiga agenda utama yang dibahas, yakni perubahan anggaran dasar, perubahan susunan direksi, serta pengangkatan dan perubahan dewan komisaris. BATA juga telah menyelesaikan proses pemutusan kontrak kerja dan membayar pesangon sebesar Rp16,7 miliar kepada para karyawan yang terkena dampak akibat penutupan pabrik di Purwakarta lalu.
Adapun keputusan penghentian produksi ini, tidak lain disebabkan karena permintaan pelanggan yang terus menurun. “Kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia,” kata Direktur BATA, Hatta, dikutip dari Kompas.com.
Pendapatan BATA yang turut menurun drastis pun menjadi salah satu pemicu keputusan itu. Pendapatan bersih BATA pada bulan Juni 2025 hanya mencapai Rp 159,43 miliar, dari sebelumnya Rp 260,29 miliar. BATA juga mengalami kerugian bersih sebesar Rp 40,62 miliar.
Tanggapan Pemerintah
Menyikapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, pemerintah akan memantau secara ketat potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pemberhentian produksi tersebut. “Kita monitor dulu ya,” ujar Yassierli, dilansir dari Kompas.com.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Nurul Ichwan, menjelaskan bahwa setiap penutupan pabrik pasti mempengaruhi pekerja dan rantai industri. “Sebenarnya kalau ada perusahaan yang tutup, kalau dijawab mengganggu atau enggak dalam konteks ada tenaga kerja yang kemudian tidak mendapatkan pekerjaan. Tentu ya pasti mengganggu, jawabannya pasti mengganggu,” ucap Nurul saat ditemui di sela Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta.
Namun, Nurul juga mengungkap kalau kita harus melihat bahwa ada potensi lain dari penghentian produksi tersebut. Salah satunya ialah dapat membuka peluang bagi masuknya investor baru atau perluasan produksi oleh merek lain di sektor yang sama.
Strategi BATA Ke Depannya
Setelah berhenti produksi, saat ini BATA tengah mengupayakan transisi produksi ke pemasok lokal secara bertahap untuk mengurangi beban biaya tetap. Dalam mendukung upaya tersebut, jajaran direksi berencana untuk menyesuaikan Anggaran Dasar supaya selaras dengan ide bisnis baru. Rencana penyesuaian Anggaran Dasar itu pun sudah disetujui pada RUPSLB yang sama.
BATA memastikan perubahan ini tidak akan mengganggu jalannya bisnis dan justru menilai hal ini akan membantu BATA lebih mudah untuk mengikuti dinamika pasar. “Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan bahwa pengurangan kegiatan usaha tersebut tidak akan mengganggu kelangsungan usaha Perseroan. Perseroan tetap menjalankan kegiatan usahanya di bidang ritel dan distribusi produk alas kaki serta produk gaya hidup terkait sebagaimana model operasional yang berlaku saat ini,” ujar Manajemen BATA dilansir dari Warta Ekonomi.
Selain itu, BATA ingin mengupayakan pengembangan produk eksklusif untuk meningkatkan profitabilitas. Beriringan dengan pengurangan biaya operasional di seluruh bisnis dan menjual properti lepas untuk menambah pemasukan keuangan. Terakhir, BATA akan mengembangkan penjualan produk melalui e-commerce melalui pihak ketiga untuk memperkuat bisnisnya.
Referensi:
Barino, Rico. (2025, Oktober 13). BATA Resmi Hentikan Produksi Sepatu, Menaker Siaga Pantau Potensi PHK. Ulasan.co. https://ulasan.co/bata-resmi-hentikan-produksi-sepatu-menaker-siaga-pantau-potensi-phk/#:~:text=BATA%20Resmi%20Hentikan%20Produksi%20Sepatu,Pantau%20Potensi%20PHK%20%2D%20Ulasan.co
CNBC Indonesia. (2025, Oktober 14). Setelah tutup pabrik, begini cara Bata (BATA) bisnis di RI. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20251014171631-17-675763/setelah-tutup-pabrik-begini-cara-bata–bata–bisnis-di-ri
Nurdifa, Afifah Rahmah. (2025, Oktober 9). Sepatu Bata (BATA) Setop Produksi Alas Kaki, Rugi Rp40 Miliar Semester I/2025. Ekonomi Bisnis.
Rizky, Debrinata dan Ika, Aprilia. (2025, Oktober 9). Sepatu Bata (BATA) Resmi Hapus Bisnis Produksi Sepatu. Kompas. https://money.kompas.com/read/2025/10/09/113451026/sepatu-bata-bata-resmi-hapus-bisnis-produksi-sepatu
