Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Venezuela pada Sabtu (3/1) melalui jalur udara. Serangan udara dilancarkan di daerah sekitar Caracas. Setelah serangan tersebut, pasukan AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, atas dugaan terlibat dalam terorisme narkoba.
Kronologi Penyerangan dan Dampaknya secara Global
Penyebab serangan diduga berasal dari ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas terkait kepentingan sumber daya minyak Venezuela serta tuduhan keterlibatan Presiden Venezuela dalam terorisme narkoba. Agresi tersebut dimulai ketika sistem pertahanan Venezuela mengalami kendala karena serangan siber pada dini hari. Setelahnya, helikopter militer tanpa tanda pengenal mendarat di area istana dan pasukan bersenjata mendarat untuk melakukan operasi ekstraksi terhadap Presiden Venezuela.
Namun dilansir dari Kompas, menurut para analis, dampak serangan militer AS ke Venezuela ini, tidaklah berdampak terlalu besar kepada pasar minyak global. Sebab saat ini kondisi pasar minyak global sedang mengalami kelebihan pasokan. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyebut peran Venezuela di pasar minyak global sedang mengalami penurunan.
”Venezuela dulu memang merupakan eksportir minyak yang sangat besar dan ekonominya sangat bergantung pada minyak. Namun, karena mismanajemen dan infrastruktur yang menua, produksinya terus menurun. Yang besar saat ini adalah cadangannya, bukan produksinya,” ujar Faisal dikutip dari Kompas.
Meski begitu, agresi AS selalu memiliki tujuan jangka panjang. AS menyasar Venezuela karena negara tersebut memiliki cadangan minyak berat yang banyak—itu merupakan sesuatu yang diincar AS sejak lama.
“Refinery atau kilang di Texas dan Louisiana selama ini bergantung pada pasokan minyak berat dari Amerika Latin, termasuk Venezuela. Jadi, meskipun AS surplus produksi minyak ringan, mereka tetap membutuhkan minyak berat dari luar,” kata Faisal dirujuk dari BBC News Indonesia.
Respon Indonesia
Indonesia sendiri mendorong perdamaian atas situasi panas yang terjadi antara AS dan Venezuela. “Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, dikutip Antara.
Selain itu, Indonesia turut mengingatkan untuk selalu mematuhi hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia juga memberi perhatian terkait perlindungan terhadap warga sipil di tengah eskalasi tersebut.
Dampak Serangan yang Mungkin Terjadi Bagi Indonesia
Serangan tersebut pun memiliki potensi untuk menimbulkan dampak tidak langsung bagi Indonesia jika terjadi dalam jangka panjang. Ahli hubungan internasional, Suzie Sudarman, melihat potensi Indonesia sebagai “negara korban” atas serangan itu.
“Trump saat ini mendefinisikan kepentingan akan kekuasaan ini dengan pembagian dunia dalam tiga kategori. Pertama, negara-negara kuat adidaya. Nomor dua adalah negara-negara yang tidak demokratis tapi mempunyai sphere of influence. Nomor tiga adalah negara-negara yang akan dimanipulasi demi terwujudnya tiga kategori kawasan,” tutur Suzie dikutip dari BBC News Indonesia.
Berdasarkan pembagian tersebut, Indonesia rawan berada dalam kategori ketiga yang bisa dimanfaatkan dan berujung menjadi korban. Mohammad Faisal juga berpendapat, Indonesia cukup sensitif terhadap fluktuasi harga minyak global karena statusnya sebagai negara pengimpor minyak. Akan tetapi, lonjakan harga akibat peristiwa di Venezuela ini masih terbatas dalam jangka pendek. Walaupun efek dari ketegangan tersebut belum dirasakan Indonesia, Pemerintah Indonesia perlu untuk membangun pengaman regulasi ekonomi atau politik yang tepat sasaran.
Referensi:
Adri, A. (2026, Januari 7). Serangan AS ke Venezuela tak guncang pasar minyak global. Kompas.id.
https://www.kompas.id/artikel/serangan-as-ke-venezuela-tak-guncang-pasar-minyak-global
BBC News Indonesia. (2026, Januari 7). Amerika Serikat serang Venezuela, apa dampaknya? BBC News Indonesia.
https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4g4lxpzn8xo
BBC News Indonesia. (2026, Januari 8). AS serang Venezuela, bagaimana respons dunia? BBC News Indonesia.
https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4g4v7zyjnjo
Hasna, S. (2026, Januari 8). Kronologi agresi militer AS dan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus. Wargabicara.com.
https://wargabicara.com/2026/01/07/kronologi-agresi-militer-as-dan-penculikan-presiden-venezuela-nicolas-maduro-oleh-pasukan-khusus/
Lavenia Yudi, A. (2026, Januari 7). Dampak serangan Amerika Serikat ke ekonomi Venezuela. Tempo.co.
https://www.tempo.co/ekonomi/dampak-serangan-amerika-serikat-ke-ekonomi-venezuela-2104324
Nugraha, F. (2026, Januari 7). Indonesia tegaskan tindakan AS ke Venezuela ciptakan preseden berbahaya. MetroTVNews.com.
https://www.metrotvnews.com/read/KdZCAvYV-indonesia-tegaskan-tindakan-as-ke-venezuela-ciptakan-preseden-berbahaya
Planasari, S. (2026, Januari 7). AS serang Venezuela, ini respons Indonesia. Tempo.co.
https://www.tempo.co/internasional/as-serang-venezuela-ini-respons-indonesia-2104184
Santosa, T. (2026, Januari 7). Dampak global aksi militer penangkapan Presiden Venezuela Maduro. Antara News.
https://m.antaranews.com/berita/5334601/dampak-global-aksi-militer-penangkapan-presiden-venezuela-maduro?page=all
