Dalam beberapa tahun terakhir, industri kecantikan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Minat masyarakat terhadap produk-produk perawatan kulit atau skincare kian meningkat, seiring dengan munculnya berbagai merek dan pilihan untuk membelinya.

Dari sekadar toko fisik, kini membeli produk kecantikan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui toko digital. Berangkat dari sinilah, hadir Sociolla, sebuah perusahaan yang bertransformasi dari sekadar toko daring hingga menjadi ekosistem digital omnichannel yang komprehensif.

Awal Berdiri dan Evolusi Sociolla

Didirikan pada tahun 2015 oleh Christopher Madiam, Sociolla mengawali perjalanannya sebagai situs e-commerce sederhana yang hanya menjual produk kecantikan. Pada masa itu, operasional perusahaan masih sangat terbatas, dengan hanya sekitar 20 karyawan dan menjajakan 10 merek produk di sebuah ruko kecil. Namun, dengan pengamatan yang jeli terhadap potensi industri kecantikan di Indonesia, Sociolla terus berkembang. 

Evolusi bisnis ini dimulai dari peluncuran aplikasi SOCO pada tahun 2018 sebagai platform ulasan konsumen. Setahun kemudian, Sociolla memberanikan diri membuka toko luring (offline) pertamanya di Lippo Puri Mall, yang juga menjadi toko flagship. Sejak saat itu, bisnis Sociolla semakin moncer hingga kini memiliki 100 gerai di berbagai kota.

Strategi dan Ekspansi Sociolla

Sociolla tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun sebuah ekosistem. Mereka menerapkan pendekatan marketing 4P (Product, Price, Promotion, Place) yang diperkuat dengan branding yang matang, pengelolaan komunitas yang kuat, dan penguasaan teknologi distribusi. Dalam aspek produk, Sociolla hanya menjual produk yang bersertifikasi BPOM dan telah bermitra dengan lebih dari 400 merek lokal dan internasional. Produk andalan mereka adalah skincare, diikuti oleh haircare, wellness, personal care, dan makeup. Keberagaman produk ini melahirkan lini khusus seperti Lilla, yang fokus pada produk ibu dan anak, dan kini telah memiliki merek tersendiri, yaitu Lilla Babies.

Baca juga  Strategi di Balik Kesuksesan Louis Vuitton: Peran Kunci Bernard Arnault

Sociolla juga terus berinovasi untuk memberikan pengalaman berbelanja yang unik bagi pelanggan. Di toko fisik, mereka menyediakan fitur interaktif seperti Wall of Mask, Lip Bar, dan Scent Gallery. Di sisi digital, platform SOCO telah memiliki lebih dari 7 juta anggota dengan 3,5 juta ulasan produk. Pelanggan dapat memanfaatkan fitur pemindaian barcode untuk membaca ulasan yang relevan berdasarkan jenis kulit dan usia. Selain itu, Sociolla menerapkan digital price tag yang menyinkronkan harga antara toko luring dan daring, menciptakan konsistensi dan rasa aman bagi pelanggan.

Sociolla mengedepankan pendekatan edukatif dan berbasis komunitas dalam promosinya. Melalui Beauty Journal, mereka memberikan informasi seputar kecantikan, membangun brand authority, dan kepercayaan. Komunitas ini juga diperkuat dengan SOCO Network yang beranggotakan 4.500 creator di berbagai kota, yang membantu promosi agar lebih otentik dan lokal. Sociolla juga meluncurkan kampanye dengan mengedukasi pelanggan untuk mencoba produk berukuran kecil terlebih dahulu. Pendekatan ini menjadikan Sociolla sebagai trusted advisor di mata pelanggan.

Dalam hal distribusi, Sociolla mengintegrasikan toko daring dan luring secara fungsional. Gerai fisik mereka tidak hanya berfungsi sebagai concept store tetapi juga sebagai pusat distribusi. Pelanggan dapat memilih opsi Click & Collect atau Shop & Deliver. Saat ini, Sociolla memiliki lebih dari 110 gerai di 55 kota, termasuk kota-kota tier 2 dan 3. Kapasitas distribusi ini diperkuat dengan gudang pintar seluas 12.000 m2 di Cikupa, Tangerang, yang terotomatisasi penuh dengan teknologi internal, memungkinkan pengiriman di hari yang sama tanpa biaya tambahan. Strategi ekspansi ini juga didukung oleh data dan wawasan pelanggan, termasuk potensi komunitas di suatu daerah.

Sociolla juga sangat mendukung pertumbuhan merek lokal. Mereka menyediakan tempat eksklusif bagi lebih dari 100 merek lokal dan membantu mereka menembus pasar internasional. Selama perjalanannya, Sociolla telah membawa merek-merek lokal seperti ESQA Cosmetics, Avoskin, dan Carasun ke pasar Vietnam. Langkah ini menunjukkan ambisi Sociolla untuk menjadi jembatan pertukaran produk regional di Asia Tenggara.

Baca juga  Mengenal Executive: Brand Fesyen Lokal yang Konsisten Menjaga Kualitas

Sebagai bagian dari perayaan 10 tahun, Sociolla juga sempat mengadakan Sociolla Beauty Museum di Agora Mall, Jakarta. Pameran interaktif ini menggabungkan seni, kecantikan, teknologi, dan menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Acara ini menampilkan tiga area utama, yaitu Skin Space, Color Studio, dan Scent Gallery.

Pencapaian Sociolla

Strategi yang diterapkan Sociolla terbukti sukses. Pada tahun 2024, perusahaan ini mencatat pertumbuhan 50% year-on-year dan berhasil mencapai profitabilitas. Christopher Madiam menegaskan bahwa Initial Public Offering (IPO) bukanlah tujuan akhir, melainkan keberlanjutan bisnis yang tangguh. Keberhasilan ini juga didukung oleh pemahaman pelanggan yang mendalam dan penerapan teknologi yang cerdas. Menurut pakar pemasaran Yuswohady, kekuatan utama Sociolla terletak pada kemampuannya menciptakan pengalaman yang bermakna bagi pelanggan, melampaui pendekatan transaksional.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Siapa pendiri Sociolla?

Sociolla didirikan oleh Christopher Madiam.

2. Apa saja merek lokal yang berhasil dibawa Sociolla ke Vietnam?

Sociolla telah membantu beberapa merek lokal, seperti ESQA Cosmetics, Avoskin, dan Carasun, untuk berekspansi ke Vietnam.

3. Berapa pertumbuhan bisnis Sociolla pada tahun 2024?

Pada tahun 2024, Sociolla mencatat pertumbuhan sebesar 50% year-on-year.

4. Apa perbedaan pendekatan Sociolla dengan kompetitor global seperti Sephora dan Watsons menurut pakar pemasaran Yuswohady?

Menurut Yuswohady, Sociolla unggul karena berhasil menggabungkan teknologi, komunitas, dan edukasi pelanggan dalam satu ekosistem terpadu, berbeda dengan kompetitor yang cenderung fokus pada aspek transaksional.

5. Fitur interaktif apa saja yang dapat ditemukan di toko fisik Sociolla?

Di toko fisiknya, Sociolla menghadirkan fitur-fitur interaktif seperti Wall of Mask, Lip Bar, dan Scent Gallery.

Sejak didirikan pada tahun 2015, Sociolla telah menunjukkan perjalanan bisnis yang luar biasa. Dari sebuah toko daring sederhana, kini Sociolla telah bertransformasi menjadi ekosistem kecantikan yang komprehensif, menggabungkan pengalaman belanja omnichannel, teknologi, dan komunitas. Dengan strategi yang berfokus pada edukasi, kepercayaan, dan dukungan terhadap merek lokal, Sociolla berhasil mencapai pertumbuhan yang signifikan dan menjadi contoh nyata dalam industri kecantikan di Indonesia. Ke depannya, Sociolla menargetkan perluasan ke negara-negara lain di Asia Tenggara, menunjukkan ambisinya untuk menjadi pemimpin di regional.