Di era modern saat ini, banyak orang yang memilih untuk hidup hemat. Hal ini dipicu oleh bertambahnya volume kebutuhan yang tidak sebanding dengan pendapatan. Daripada memenuhi gaya hidup hanya demi validasi, lebih baik menjalani kehidupan sederhana namun tetap cukup.

Dari fenomena inilah kemudian muncul istilah YONO (You Only Need One) dan Frugal Living. Keduanya memiliki makna serupa karena sama-sama menekankan hidup hemat dan sederhana. Namun, masing-masing tetap memiliki ciri khas tersendiri.

Pengertian YONO

YONO adalah singkatan dari You Only Need One. Seperti kata dasarnya, istilah tersebut memiliki arti kamu hanya butuh satu. Gaya hidup ini lebih menekankan kepada kualitas daripada kuantitas. Seorang yang memilih gaya hidup YONO akan memikirkan efek jangka panjang ketika hendak membeli barang. Sekaligus menekankan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

Contohnya ketika hendak membeli barang elektronik. Orang dengan gaya hidup YONO akan mementingkan kualitas suatu merek atau brand yang terbukti awet dalam jangka panjang daripada mengikuti gengsi. Dengan begitu, mereka bisa menghemat pengeluaran untuk satu barang elektronik dalam jangka waktu yang lama. 

Pengertian Frugal Living

Sedangkan Frugal Living adalah gaya hidup hemat berbasis efisiensi keuangan. Seseorang yang menerapkan gaya hidup Frugal Living akan menyeleksi setiap kebutuhan pengeluaran yang dilakukan berdasar kondisi keuangan dengan memaksimalkan nilai rupiah. Mereka terbiasa hidup hemat dan mengelola keuangan dengan bijak. 

Contoh sederhana penerapan gaya hidup Frugal Living adalah terbiasa memasak daripada membeli makanan di luar. Selain terjamin dari segi higienitas, tentunya bisa lebih hemat pengeluaran. Orang yang melakukan Frugal Living juga cenderung membandingkan harga produk sebelum memutuskan membeli. 

YONO vs Frugal Living

Jadi, bisa disimpulkan YONO merupakan gaya hidup yang berfokus pada minimalisme demi mencapai kehidupan yang seimbang, sedangkan Frugal Living lebih ke arah hidup hemat dengan melakukan efisiensi finansial. Dari segi motivasi, YONO dilakukan untuk membuat hidup menjadi lebih ringan, kalau Frugal Living dilakukan demi mencapai stabilitas keuangan. YONO berdampak pada gaya hidup berkelanjutan, sedangkan Frugal Living akan berefek pada kebebasan finansial. 

Baca juga  Prabowo Kucurkan Rp5 Triliun untuk KAI, Dorong Layanan KRL Lebih Nyaman dan Modern

Persamaan

Meskipun begitu, kedua gaya hidup tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni hidup apa adanya sesuai kebutuhan tanpa mementingkan gengsi. Kedua gaya hidup ini menolak perilaku konsumerisme. Dengan begitu, hidup akan menjadi lebih efisien dan tidak berlebihan. 

Gaya hidup YONO dan Frugal Living dapat menjadi pilihan sebagai bentuk kepedulian pada masa depan yang lebih baik. Dengan terbiasa hidup hemat dan sederhana, akan membuat hidup menjadi lebih tenang. Apalagi di era digital saat ini, penting untuk mempunyai kontrol diri yang baik supaya tidak konsumtif. 

Referensi:

Anemone. (2025, Januari 21). 5 Inspirasi YONO, Tren Gaya Hidup Sederhana di Kalangan Gen Z. IDN Times. https://jogja.idntimes.com/life/inspiration/inspirasi-yono-tren-gaya-hidup-sederhana-di-kalangan-gen-z-c1c2-01-r4qhd-1b903d

INSTIKI. YOLO vs YONO, Gen Z Pilih Mana?. https://instiki.ac.id/2025/01/24/yolo-vs-yono-gen-z-pilih-mana/
Prudential. Kenali Frugal Living, Tips dan Caranya. https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/frugal-living/