Seringkali, agen penjualan yang sangat berbakat dipromosikan ke dalam manajemen penjualan. Meskipun peran baru tersebut terjadi dalam waktu semalam, pelatihan dan ketermapilan manajemen penjualan yang dibutuhkan ternyata tidak demikian.

Dalam fungsi yang terus menjadi sorotan setiap waktunya, seorang manajer penjualan tetap membutuhkan pelatihan dan dukungan untuk mengembangkan keterampilan manajamen dan kepemimpinannya. Karena, keterampilan manajemen dan keterampilan kepemimpinan merupakan dua hal yang berbeda, dan untuk memulai mengembangkan kedua keterampilan tersebut, pemimpin dalam divisi penjualan harus memiliki 5 sifat berikut ini:

  1. Jelas

Jika para pemimpin menginginkan karyawannya untuk mengerjakan pekerjaan yang baik, maka berikan mereka pekerjaan yang baik untuk dilakukan. Memiliki sifat jelas dan tidak berbelit-belit menjadi cara yang paling penting untuk memotivasi agen dan mendorong roduktivitas. Agen penjualan akan melakukan yang terbaik ketika pemimpin mereka memberikan tujuan jelas yang ditindaklanjuti dengan tanggung jawab dan daftar sasaran yang jelas pula. Sales leader sebaiknya memberikan mereka daftar akun pelanggan, menjelaskan kepada mereka pelanggan seperti apa yang harus mereka hubungi, dan membuat daftar kegiatan penjualan yang diharapkan untuk dilakukan para agen tersebut.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

  1. Konsisten

Ketika landskap pasar mengalami perubahan, pastinya agen penjualan juga menjadi tidak fokus dengan apa yang mereka lakukan. Itulah mengapa memiliki sifat konsisten sangat penting bagi seorang sales leader dalam memberikan penjelasan. Untuk menjaga agar agen tetap fokus pada pekerjaan yang mereka lakukan, pemimpin mereka harus memberikan konsistensi pada mereka dalam hal wilayah penjualan, kompensasi, tujuan, tanggung jawab, pelatihan keterampilan khusus, dan pengetahuan mereka tentang produk.

  1. Berbasis pada Data

Ketika sedang melatih dan membimbing para agen dalam program pelatihan, jauhkan diri dari pribadi yang menilai segala sesuatunya secara subjektif. Menggunakan tujuan kuantitatif dan pembinaan yang berbasis data akan lebih berguna dan lebih memotivasi agen penjualan.

  1. Tepat Waktu
Baca juga  Selama Pandemi, SSCX Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Lean Six Sigma Green Belt Secara Online

Sales leader harus memastikan bahwa mereka secara terus-menerus memberikan umpan balik kepada agen penjualan pada waktu yang tepat. Ketika umpan balik yang mereka dapatkan bersifat aktual, para agen menjadi lebih mampu untuk mengkaitkannya dengan tindakan yang akan mereka ambil selanjutnya.

  1. Fokus pada Tim

Menciptakan lingkungan dimana seluruh tim penjualan secara bersama-ada terlibat di dalamnya. Manajer penjualan tidak perlu menjadi sahabat baik bagi para agen; mereka hanya perlu menciptakan lingkungan kerja tim yang positif, namun tetap adil. Jika pemimpin telah menunjukkan kepada para agen bahwa kepercayaan telah didapatkan oleh mereka, para agen tidak akan menafsirkan perintah sulit yang pemimpin berikan sebagai cara untuk menjatuhkan mereka. Sebaliknya, dengan memberikan yang terbaik dari tugas yang diberikan, para agen mempunyai peluang yang lebih besar untuk sukses.

Sumber: pros.com