Dalam beberapa tahun terakhir, industri parfum lokal Indonesia menunjukkan geliat yang signifikan. Salah satu nama yang menonjol adalah HMNS, sebuah brand parfum lokal yang tidak hanya populer di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing dengan merek internasional. Di tengah dominasi brand global seperti Gucci, YSL, hingga Dior, HMNS hadir dengan kualitas yang tak kalah unggul namun dengan harga yang lebih terjangkau, menjadikannya pilihan menarik bagi berbagai kalangan masyarakat.
Kisah di Balik HMNS
HMNS didirikan oleh tiga sosok muda, yaitu Rizky Arief Dwi Prakoso, Karina Innadindya, dan Amron Naibaho. Ide pendiriannya berangkat dari keresahan pribadi Rizky saat kesulitan menemukan parfum dengan aroma elegan namun memiliki harga yang ramah di kantong kelas menengah. Pengalamannya menemukan parfum dengan harga mencapai jutaan rupiah memicu kesadaran bahwa ada celah di pasar Indonesia.
Ia melihat bahwa mahalnya parfum bukan semata soal kualitas, melainkan juga rantai produksi dan distribusi yang panjang. Dari situlah muncul gagasan untuk menciptakan parfum premium dengan harga yang lebih terjangkau. Pendekatan ini secara tidak langsung mencerminkan prinsip design thinking, di mana solusi lahir dari empati terhadap kebutuhan pengguna, kemudian diuji dan dikembangkan melalui proses eksplorasi yang berulang.
Didirikan pada 2019 dengan modal terbatas, HMNS memulai perjalanannya secara online dengan strategi yang tidak lazim. Alih-alih langsung menyasar pasar luas, mereka fokus pada kelompok kecil yang lebih memahami parfum, yakni para fragrance enthusiast. Dalam konteks produk yang tidak bisa “dicoba” secara digital, HMNS mengembangkan metode komunikasi wewangian dengan menjelaskan komposisi aroma melalui top notes, middle notes, dan bottom notes. Strategi ini diperkuat dengan storytelling yang menjadi kekuatan utama brand, di mana setiap produk tidak hanya dijual sebagai parfum, tetapi juga sebagai cerita yang mampu membangun koneksi emosional dengan konsumen.
Pendekatan ini kemudian menciptakan efek berantai atau snowballing effect. Ketika para penggemar parfum memberikan ulasan positif, rekomendasi tersebut menyebar secara organik ke komunitas yang lebih luas. Strategi peer-to-peer review ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan pasar, terutama bagi produk yang sulit dievaluasi tanpa pengalaman langsung. HMNS juga secara konsisten membangun komunitas pengguna melalui interaksi intens di media sosial, workshop, hingga program eksklusif bagi pelanggan loyal, yang semakin memperkuat keterikatan antara brand dan konsumennya.
Kesuksesannya
Perkembangan HMNS terbilang pesat. Pada masa pandemi 2020, ketika banyak bisnis mengalami penurunan, HMNS justru mencatat pertumbuhan signifikan hingga 1.000 persen. Inovasi menjadi kunci penting dalam perjalanan ini. Selain menghadirkan berbagai varian parfum seperti Orgasm yang menjadi best seller, HMNS juga merambah produk lain seperti reed diffuser yang terinspirasi dari kebutuhan konsumen selama masa karantina. Langkah ekspansi pun terus dilakukan, mulai dari penetrasi pasar offline hingga ambisi memasuki pasar internasional, termasuk partisipasi di Paris Fashion Week.
Strategi utama HMNS terletak pada kemampuannya membangun citra brand yang kuat melalui cerita, menjaga kualitas produk dengan riset mendalam, serta terus berinovasi sesuai kebutuhan pasar. Kolaborasi juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Terbaru, HMNS bekerja sama dengan Sekolah Farmasi ITB untuk mengembangkan Hyper Series, lini parfum extrait dengan konsentrasi yang lebih tinggi dan ketahanan aroma yang lebih lama. Kolaborasi berbasis riset ini menunjukkan komitmen HMNS dalam meningkatkan standar kualitas parfum lokal sekaligus memperkuat posisinya sebagai brand yang tidak hanya kreatif, tetapi juga ilmiah dalam pengembangan produknya.
Melalui kombinasi strategi pemasaran yang cerdas, pemahaman mendalam terhadap konsumen, serta inovasi berkelanjutan, HMNS berhasil membuktikan bahwa brand lokal mampu bersaing di panggung global. Lebih dari sekadar parfum, HMNS menghadirkan pengalaman dan cerita yang menjadikannya relevan di hati konsumennya.
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Apa keresahan utama yang mendasari Rizky Arief Dwi Prakoso dalam mendirikan HMNS?
Keresahan tersebut muncul saat ia kesulitan menemukan parfum dengan aroma elegan yang harganya ramah di kantong kelas menengah. Ia menyadari bahwa mahalnya parfum premium sering kali bukan hanya soal kualitas, melainkan karena rantai produksi dan distribusi yang terlalu panjang.
- Bagaimana cara HMNS memasarkan aroma produknya secara digital meskipun konsumen tidak bisa mencium baunya langsung?
HMNS menggunakan strategi storytelling (bercerita) yang kuat dan penjelasan mendalam mengenai komposisi wewangian melalui top notes, middle notes, dan bottom notes untuk membangun koneksi emosional dan visualisasi aroma bagi konsumen.
- Apa yang dimaksud dengan “Snowballing Effect” dalam strategi pemasaran HMNS?
Efek ini terjadi ketika ulasan positif dari para fragrance enthusiast (kelompok kecil yang paham parfum) menyebar secara organik ke komunitas yang lebih luas melalui peer-to-peer review, sehingga membangun kepercayaan pasar secara masif.
- Inovasi apa yang dilakukan HMNS untuk tetap tumbuh hingga 1.000% pada masa pandemi 2020?
Selain mengandalkan varian best seller seperti “Orgasm”, HMNS berinovasi menghadirkan produk reed diffuser yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah selama masa karantina.
- Seperti apa bentuk kolaborasi terbaru HMNS yang menunjukkan sisi ilmiah dalam pengembangan produknya?
HMNS bekerja sama dengan Sekolah Farmasi ITB untuk mengembangkan Hyper Series, yaitu lini parfum jenis extrait dengan konsentrasi lebih tinggi dan ketahanan aroma yang lebih lama melalui riset mendalam.
HMNS adalah contoh sukses bagaimana sebuah brand lokal dapat mendisrupsi pasar yang didominasi merek global melalui pendekatan Design Thinking. Keberhasilan mereka bukan hanya terletak pada kualitas produk yang premium dengan harga terjangkau, tetapi pada kemampuannya mengubah sebuah komoditas (parfum) menjadi sebuah pengalaman emosional melalui storytelling yang relevan. Dengan mengandalkan kekuatan komunitas, transparansi riset melalui kolaborasi akademis seperti dengan ITB, serta keberanian melakukan ekspansi hingga ke Paris, HMNS telah menaikkan standar industri parfum lokal. Mereka membuktikan bahwa pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen digital dan inovasi berbasis data adalah kunci untuk tumbuh eksponensial di era modern.
Referensi
HMNS. n.d. “Brief History: The Journey of HMNS.” Made for HMNS. Accessed March 26, 2026.https://madeforhmns.com/pages/hmns-brief-history.
Kompas. 2024. “Ini 3 Strategi Pemasaran HMNS Perfume Ciptakan Snowballing Effect.” Kompas UMKM, September 1, 2024.https://umkm.kompas.com/read/2024/09/01/194940783/ini-3-strategi-pemasaran-hmns-perfume-ciptakan-snowballing-effect?page=all.
Kontan. 2023. “Mengulik Perjalanan HMNS, Parfum Karya Anak Bangsa yang Go International.” Peluang Usaha Kontan, May 15, 2023.https://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengulik-perjalanan-hmns-parfum-karya-anak-bangsa-yang-go-international.
Kumparan. 2022. “Mengintip Perjalanan HMNS, Brand Parfum Lokal yang Harum di Pasar Global.” Kumparan Bisnis, June 10, 2022.https://m.kumparan.com/kumparanbisnis/mengintip-perjalanan-hmns-brand-parfum-lokal-yang-harum-di-pasar-global-1yAAJbYkSKC.
Tempo. 2022. “Rizki Arief Dwi P.: Membangun HMNS Melalui Cerita.” Tempo Interaktif, Pebisnis Muda Indonesia 2022.https://interaktif.tempo.co/proyek/pebisnis-muda-indonesia-2022/rizki-hmns.html.
Tempo. 2024. “HMNS Hadirkan Kolaborasi Parfum Extrait.” Info Tempo, January 12, 2024.https://www.tempo.co/info-tempo/hmns-hadirkan-kolaborasi-parfum-extrait-2118323.
