Change Management dalam Lean Six Sigma

Change Management
Seperti yang dikutip dari tulisan Robert Tripp, seorang Master Black BeltAngkatan Darat AS Kukuhkan Adam C. Roberts Sebagai Lean Six Sigma Master Black Belt. Read more ... », Lean Six Sigma menginspirasi tim untuk mengambil sudut pandang proses yang berbeda, yaitu melalui lensa cerdas yang peka akan kemungkinan terjadinya wastePemborosan Transportasi: Salah Satu Waste yang Paling Merugikan. Read more ... » (pemborosan); selain itu juga Lean Six SigmaLean dari Masa ke Masa. Read more ... » dapat membantu menemukan, memberi karakter, dan mengontrol proses. Pengadopsian dan penerapan metodologi ini kemungkinan besar akan mengakibatkan beberapa perubahan terjadi dalam organisasi, dan perubahan-perubahan ini perlu dikomunikasikan, diterapkan, dan diatur.
Namun, secara bersamaan, LeanKaizen di Amazon.com: Green Strategy dan Efisiensi. Read more ... » Six Sigma5 Kunci Sukses untuk Problem-Solving yang Efektif dalam Operasional. Read more ... » juga merupakan sebuah toolQuick Changeover untuk Tingkatkan Fleksibilitas Produksi. Read more ... » change management yang akan memfasilitasi perubahan (change), sambil juga mempersiapkan user dalam menghadari inisiatif perubahan di dalam organisasi. Dengan demikian, Lean Six Sigma akan memfasilitasi inisiatif perubahan secara simultan.
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita memahami apa yang sesungguhnya dimaksud dengan change management. Seperti yang dipaparkan oleh Wikipedia, change management adalah:
“Sebuah pendekatan terstruktur dalam rangka mentransisi individu, tim, dan organisasi dari satu keadaan kepada keadaan lainnya. Dalam manajemenBenarkah Para Manajer Tidak Ingin Berinovasi?. Read more ... » proyek, change management berarti proses manajemen proyek dimana perubahan-perubahan yang dilakukan selama proyek berjalan telah diperkenalkan secara formal dan disetujui bersama.”
Perubahan adalah satu-satunya hal konstan yang terjadi di dunia; dan tanpa terkecuali, dunia bisnis. Tujuan dari perubahan dalam organisasi adalah menghadirkan continuous improvementDelapan Pilar TPM: Penerapan Metode Praktis untuk Meningkatkan Produktifitas di Area Kerja. Read more ... » dalam dunia bisnis yang kompetitif, dengan harapan organisasi tersebut berada selangkah lebih maju dibandingkan para kompetitornya, untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan secara lebih baik dibandingkan organisasi lain.
Perubahan Vs. Penolakan
Kita perlu mengantisipasi penolakan dari sudut-sudut yang tak terduga ketika melontarkan dan menerapkan inisiatif perubahan. Penolakan ini khususnya terjadi pada saat pertama kali implementasi Lean Six Sigma; apalagi jika metode yang digunakan jauh berbeda dengan proyek sebelumnya.
Pekerja di lapangan mungkin akan mengabaikan perubahan-perubahan yang ada, menolak, menunda, atau gagal memahami perubahan-perubahan tersebut. Penolakan tersebut juga dapat berbentuk ketidak-acuhan yang ditunjukkan seksi lain dalam organisasi, dan sikap non-kooperatif selama proyek berjalan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum melakukan improvementGood Practice: The Chicago Tribunne Daur Ulang Sisa Produksi dan Menghemat Biaya. Read more ... », organisasi harus setidaknya mempersiapkan karyawan dengan menciptakan kultur yang akan mendukung perubahan. Briefing dan pelatihan singkat mengenai Lean Six Sigma akan membantu memulainya. Dengan diterapkannya Lean Six Sigma sebagai change agentTeguh L. Santoso - Konsistensi Seorang Change Agent. Read more ... » pada langkah selanjutnya, perubahan (menuju operational excellence) akan terus terjadi dan menjadi bagian dari budaya organisasi.
Dengan melakukan persiapan yang cukup, organisasi akan mendapatkan keuntungan berupa terbentuknya budaya problem solving5 Kunci Sukses untuk Problem-Solving yang Efektif dalam Operasional. Read more ... » yang berbasis kepada tim, yang memberdayakan karyawan untuk melakukan improvement melalui change processApa itu Voice of Customer? Pertajam Pendengaran Anda Sebelum Memulai Inisiatif Lean Six Sigma! . Read more ... ». Pendekatan tersebut akan menyadarkan karyawan akan pentingnya perubahan jika ingin membuat organisasi terus berkembang sekaligus menanamkan kebanggaan pribadi karena mampu menjalankan performance excellence.














Pingback: The View: Pentingnya Imunisasi Bagi Perusahaan | Shift Indonesia