Jakarta, 16 – 18 November 2017 – Industri plastik merupakan industri yang perlu didorong pengembangannya karena memiliki potensi pasar sangat prospektif baik di dalam maupun luar negeri. Plastik merupakan produk yang sangat luas penggunaannya, baik sebagai barang konsumsi, maupun sebagai bahan baku industri lainnya seperti  industri makanan & minuman, elektronik, kosmetik, farmasi, otomotif, maupun untuk pendukung konstruksi.

“Industri karet merupakan salah satu industri prioritas nasional, dimana untuk sektor hilir mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 2,1 miliar pada tahun 2016. Pemerintah mendorong pengembangan sektor industri karet, khususnya hilir, untuk memaksimalkan konsumsi karet alam domestik,” terang Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier saat membuka pameran Plastics and Rubber Indonesia 2017 kemarin (15/11).

Melalui ajang pameran ini, Taufik berharap dapat selalu diselenggarakan rutin tiap tahun agar mampu menumbuhkan minat investasi pada industri plastik dan karet termasuk permesinan untuk pengembangan industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir menjadi pelengkap rantai pasok industri plastik dan karet di Indonesia. “kami harapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi kepada dunia usaha sekaligus mendorong para pengusaha dalam mengembangkan industri dalam negeri melalui transfer teknologi terbaru dengan tingkat produktivitas dan efisiensi yang lebih tinggi,” uangkap Taufik.

Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tercatat pada kuartal III 2017 sebesar 5,49 persen, capaian ini juga di atas dari pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 5,06 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi ini, sektor industri karet dan plastik berkontribusi sebesar 0,59% dari PDB, dimana sepanjang tahun 2017 telah menghasilkan lebih dari Rp. 64 triliun dan diproyeksikan menjadi Rp 86 triliun pada akhir 2017 (meningkat 8,4% dibanding tahun 2016). Indikator ini merupakan pertanda semakin membaiknya perekonomian Indonesia pada tahun 2017 ini, khususnya untuk sektor industri karet dan plastik dimana proyeksi pertumbuhan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Adhi S, Lukman, Ketua Umum Gabungan Pegusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengaku plastik masih menjadi salah satu favorit di industri pangan olahan, karena sifatnya yang elastis, mudah dibentuk, kuat dan terjangkau.

“Kemasan memang bukan hal utama dalam industri pangan olahan, namun memegang peranan penting dalam mendapatkan hati konsumen menentukan pilihan. Fungsinya penting dari kemasan adalah dapat menjaga keawetan dan higienitas produk yang dijual, serta fungsi penyimpanan dan distribusi,” Terang Adhi.

Pamerindo Indonesia, selaku organiser penyelenggara pameran Plastics & Rubber 2017  yang sudah berjalan selama 30 tahun, sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementrian Perindustrian yang menetapkan industri plastik hilir sebagai sektor prioritas pengembangan pada tahun 2015-2019.

“Untuk mendukung kualitas dari industri hilir, kami menghadirkan beragam mesin injection moulding yang mampu menghasilkan bentuk dari kemasan plastik sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan dari mutu kualitas, kecepatan hingga ketepatan dari kemasan yang dihasilkan dapat dihasilkan dari mesin-mesin berteknologi tersebut,” Terang Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia.

Betapa pentingnya inovasi sebuah kemasan, mulai dari design, teknologi dan trend yang sesuai dengan kebutuhan pasar global. Hal ini juga menjadi perhatian dari Indonesia Packaging Federation (IPF) untuk mendorong daya saing produk kemasan dari Indonesia di pasar Global. “Kemasan harus memiliki inovasi sesuai kebutuhan pasar global, tidak hanya designnya tetapi teknologi dan manfaatnya,” ungkap Ariana Susanti, Business Development Director IPF.

Dalam pameran Plastics & Rubber Indonesia 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 15 – 18 November 2017 di Jiexpo Kemayoran, IPF akan menampilkan karya pemenang kontes Packindo Star yang mendapatkan penghargaan  Award. “Kami sangat bangga  karena Indonesia mendapatkan best of the best dalam ajang kontes pengemasan se Asia. kami harapkan akan ada banyak lagi karya-karya inovatif dari Indonesia di ajang dunia dengan didukung berbagai teknologi baru permesinan dalam industri pengemasan” Ungkap Iriana.

Salah satu peserta pameran PT. Eka Maju Mesinindo yaitu perusahaan yang bergerak di mesin injection yang sudah berdiri selama 35 tahun, mengaku terus berinovasi melalui mesin pencetak yang disesuaikan dengan kebutuhan industri itu sendiri. “Kami mengerti bahwa kebutuhan mesin pasti akan berbeda dari klien yang satu dengan lainnya. Untuk itu kami menyediakan mesin injection moulding baik yang manual, semi otomatis hingga yang otomatis,” Terang Fredy Nyoman, Marketing Manager PT Eka Maju Mesinindo.

Sementara itu, di industri dricktech PT Ria Engineering akan menampilkan beberapa produk unggulan dari berbagai negara mulai dari China, Taiwan, Belanda dan Korea. “Untuk menjawab kebutuhan industri plastik yang kian berkembang di Indonesia, selama pameran nanti akan memamerkan beberapa produk unggulan kami seperti Chum Power (Taiwan) juga akan hadir booth jika anda ingin mendiskusikan L2GM Machine, yang didesain khusus untuk processing 4,6 dan 20L PET, yang merupakan mesin ideal untuk sektor konsumsi air. Movacolor (Belanda) akan menjawab berbagai persoalan di bidang penghematan warna dan menggunakan bahan daur ulang untuk penghematan,” ungkap Angeline Tan, Marketing Manager  PT Ria Engineering

Bersamaan dengan pameran Plastics & Rubber Indonesia 2017, juga terdapat pameran Drinktech Indonesia, Plaspak Indonesia, dan Mould & Die Indonesia yang diadakan pada  kesempatan yang sama.

Pameran ini akan menggunakan 7 hall pameran, dengan luas kurang lebih 21,650 meter persegi, dan akan diikuti lebih dari 600 perusahaan dari 24 negara/ region dan 7 pavilion diantaranya P.R China, Germany, India, Italy, Korea, Singapore dan Taiwan.

Pameran Plastik dan Karet ini, didukung oleh Kementerian Perindustrian RI, Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (APHINDO), Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia (GIATPI), Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesian Mould & Dies Industrial Association (IMDIA), Badan Pengembangan Pengemasan Indonesia (BPPI), Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAplas), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) dan Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia (ASPADIN).