Washington Post yang merupakan media massa berbasis di Washington D.C., Amerika Serikat, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya pada Rabu (04/02) yang diumumkan oleh pemimpin redaksi Matt Murray dalam sebuah rapat internal dan pesan email.
Washington Post memberhentikan sekitar sepertiga karyawannya, yang mencakup orang-orang di bagian bisnis, lebih dari 300 jurnalis di divisi olahraga, berita lokal, dan liputan internasional.
Alasan di Balik Keputusannya
PHK ini terjadi karena perusahaan telah mengalami penurunan akhir-akhir ini. Matt Murray dalam panggilan telepon dengan karyawan ruang redaksi menyatakan bahwa perusahaan telah lama merugi dan belum memenuhi target kebutuhan pembaca yang semakin berkembang saat ini.
“Struktur perusahaan terlalu berakar pada era yang berbeda, ketika kita adalah produk cetak lokal yang dominan,”
Selain itu, Murray juga menyebut ada perubahan pada ekosistem berita, dari individu yang “menghasilkan dampak dengan biaya rendah” hingga “konten yang dihasilkan AI”.
“Dan meskipun kita menghasilkan banyak karya yang sangat baik, kita terlalu sering menulis dari satu perspektif, untuk satu segmen audiens,” singgung Murray dikutip dari CNBC Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa Jeff Bezos pemilik Washington Post belum memiliki formula yang tepat untuk membangun dan mempertahankan publikasi yang menguntungkan di internet.
Rencana Selanjutnya
Melalui PHK ini, Murray berharap dapat mengembangkan ruang redaksinya dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Tim terbesar Washington Post akan berfokus pada peliputan politik maupun pemerintahan, sekaligus memprioritaskan berita nasional serta isu-isu unggulan seperti sains, kesehatan, kedokteran, teknologi, iklim, dan bisnis. Meskipun demikian, para jurnalis di berbagai bagian akan terus berkolaborasi dalam pemberitaan.
“Kita tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang, tetapi saya pikir kolaborasi dan kerja sama semacam itu di seluruh ruang redaksi akan terus berlanjut dan akan terus membedakan jurnalisme kita,” kata Murray dilansir dari The New York Times.
PHK ini berdampak pada penutupan sejumlah bagian di Washington Post. Salah satunya adalah rubrik olahraga yang akan ditutup sepenuhnya, sementara beberapa reporternya dialihkan ke departemen features untuk mengulas budaya olahraga. Bukan hanya itu, rubrik metropolitan dan podcast berita harian “Post Reoprts” pun akan ikut ditutup.
Untuk liputan internasional, Washington Post memberhentikan wartawan di Timur Tengah, India, dan Australia. Meski begitu, mereka tetap menempatkan wartawan di 12 lokasi dengan fokus pada isu keamanan nasional. PHK ini menimbulkan perubahan strategi yang cukup signifikan bagi Washington Post untuk tetap bertahan di tengah persaingan di era digital saat ini.
Referensi:
Barr, J. (2026, Februari 4). ‘It’s an absolute bloodbath’: Washington Post lays off hundreds of workers. The Guardian.
https://www.theguardian.com/media/2026/feb/04/washington-post-layoffs
Mullin, B., Robertson, K., & Wemple, E. (2026, Februari 4). Washington Post begins laying off more than 300 journalists. The New York Times.
https://www.nytimes.com/2026/02/04/business/media/washington-post-layoffs.html
CNN Indonesia. (2026, Februari 5). Washingon Post PHK besar-besaran, ratusan karyawan kena dampak. CNNIndonesia.com.
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260205124645-134-1324897/washingon-post-phk-besar-besaran-ratusan-karyawan-kena-dampak CNBC Indonesia. (2026, Februari 5). Washington Post milik Jeff Bezos PHK besar-besaran, ratusan orang kena. CNBCIndonesia.com.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260205143726-4-708502/washington-post-milik-jeff-bezos-phk-besar-besaran-ratusan-orang-kena
