Dalam bisnis Anda harus memimpin, tetapi terkadang Anda harus mendengarkan juga.

“Jika saya bertanya kepada orang-orang tentang apa yang mereka inginkan, mereka akan mengatakan kuda yang lebih cepat.” Henry Ford mungkin tidak pernah mengatakan hal ini, kutipan ini sering digunakan untuk mendukung gagasan para inovator untuk menciptakan pasar baru dan solusi yang bahkan tidak disadari oleh orang-orang. Sebagai contoh adalah bagaimana Steve Jobs merevolusi teknologi seluler dan musikmengikuti visinya sendiri. Pendiri Apple jarang, jika memang pernah, bertanya pada pelanggan apa yang mereka pikirkan. Namun, sekelas perusahaan Apple tidak selalu bisa melakukannya dengan benar. Menindaklanjuti ketidakpopuleran jack headphone yang standar dan keputusan untuk menghilangkannya dari pasar adalah salah satu contoh hal yang bisa mereka bicarakan dengan orang-orang.

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus memimpin, tetapi terkadang Anda harus mendengarkan juga. Dan Anda tidak akan pernah tahu kapan harus melakukannya jika Anda tidak pernah mendengar apa yang dikatakan oleh pelanggan Anda.

Bagaimana bisnis kehilangan kontak dengan pelanggan?
Kehilangan kontak dengan pelanggan adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi dalam bisnis di era digital seperti saat ini. Kebanyakan orang membeli produk melalui platform berbelanja online, Amazon misalnya. Hal ini bagus bagi penjualan, namun para peritel online ini tidak akan membagikan banyak informasi tentang pelanggan kepada para produsen.

Banyak layanan bisnis-ke-bisnis, terutama perangkat lunak, memiliki tantangan serupa. Klien mereka adalah perusahaan, yang biasanya mencegah vendor untuk memiliki kontak berarti dengan pelanggan real mereka – yaitu pengguna yang benar-benar menggunakan produk mereka setiap hari.

Setiap bisnis akan memiliki alasan mengapa kehilangan kontak dengan pelanggannya, tetapi selalu ada cara untuk mengatasi hambatan ini, dan sangat penting untuk menemukannya. Berikut adalah lima alasan mengapa bisnis Anda harus selalu berhubungan dengan pelanggan :

Baca juga  5 Alasan Mengapa Empati Menjadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Seorang Leader

1. Anda Membutuhkan Data.
Karena para peritel online tidak membagikan data pelanggan, maka perusahaan Anda juga perlu mengembangkan toko online untuk para konsumen. Pelanggan Anda dapat membeli langsung dari Anda, dan Anda pun dapat mengenal mereka. Pengalaman yang mereka bagikan kepada Anda bisa menjadi wawasan bagi Anda untuk memperbaiki setiap produk dan akan mempermudah proses penjualannya.

2. Pelanggan Yang Puas Akan Menjadi Pelanggan Loyal Anda
Menurut survei Dimensional Research, 88 persen responden mengatakan ulasan online mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Itu sebabnya peritel sepatu Zappos memprioritaskan layanan pelanggan atas segalanya, karena menghasilkan ulasan yang bagus. Merek ini bahkan mulai menggunakan pengalaman pelanggan dalam kampanye iklan terbarunya. Tetap dekat dengan pelanggan akan membantu Anda membuat mereka senang sehingga mereka dapat membantu Anda menjadi pemenang dalam bisnis.

3. Membuat Anda Selamat dari Jebakan Bisnis
Ketika bisnisnya tiba-tiba menurun, CEO Foxy’s Pash frozen yogurt menyadari bahwa target pasarnya tidak menyukai kemasan produk mereka. Semua itu dirancang berdasarkan asumsi tentang pembeli, tetapi mereka tidak pernah meminta umpan balik mereka secara langsung.

Sangat mudah untuk terjebak dan kehilangan perspektif dalam bisnis, berbicara dengan pelanggan membuat Anda keluar dari jebakan dan membantu Anda mengenali apa yang benar-benar penting bagi bisnis Anda.

4. Memungkinkan Anda untuk Mengedukasi Pelanggan Ketika Terjadi Kesalahpahaman Merek
Meskipun tujuan dan nilai bisnis Anda  jelas bagi internal, itu tidak berarti bagi pelanggan Anda. Penyebabnya, mungkin para pelanggan tidak memahami hal-hal yang dilakukan dan apa nilai yang dimiliki perusahaan Anda, dengan menjangkau mereka secara langsung melalui media sosial adalah peluang besar untuk mengedukasi mereka.

5. Anda Akan Lebih Siap Untuk Maju
Perubahan Adobe yang sukses dari sebelumnya sebagai penjual perangkat big box menjadi penyedia software-as-a-service (SaaS) terjadi karena perusahaan mengenal pelanggannya.

Baca juga  Recalling: Lean Manufacturing

Baik data dan insight pelanggan menunjukkan bahwa orang tidak lagi meng-upgrade paket Photoshop dan Illustrator mereka setiap ada rilis tahunan. Big bog mulai keluar dari jalur harapan mereka, sehingga mereka memutuskan untuk beralih ke SaaS. Dengan memahami perilaku pelanggan akan membantu Anda mengantisipasi kebutuhan masa depan mereka.

**Tetap dekat dengan pelanggan sangat penting untuk keberhasilan bisnis Anda. Dan ada begitu banyak cara untuk melakukannya, mulai dari media sosial, survei, hingga analisis data jadi tidak ada alasan untuk tidak membuat hubungan dengan para pelanggan.**

 

sumber: entrepreneur.com