Setiap rumah sakit memiliki sistem manajemen berbeda satu sama lain, namun secara universal mereka memiliki masalah yang sama. Yes, “same problems, different accent.”

Setiap orang yang bekerja memberikan layanan kesehatan sangat terlatih sesuai fungsi mereka, selain bekerja untuk uang, mereka bersemangat untuk merawat pasien.  Namun, pelatihan dan pengetahuan mereka tentang pekerjaan di rumah sakit tidaklah cukup. Tidak semua orang memahami bagaimana cara sistem bekerja perusahaan yaitu bagaimana fungsi berjalan secara end to end.

Sering kita temui kerja sama tim dan koordinasi antar departemen yang sangat buruk (dan ini bukan kesalahan individu, tetapi begitulah sistemnya).Terkadang orang tidak menyadari adanya masalah dan peluang, dan terkadang mereka tidak mau mengakui bahwa mereka memiliki masalah dan ini mungkin bukan kesalahan mereka secara individu.

Mereka tidak diajarkan untuk mempelajari alur suatu pekerjaan atau bagaimana memetakan proses, sekali lagi ini bukan kesalahan mereka. Misalnya, seorang profesional di bidang perawatan kesehatan, mereka tidak diajarkan dasar-dasar manajemen operasi, antrian, ataupun inventaris.

Profesional di bidang apa pun juga tidak diajarkan bagaimana melatih orang lain dengan menggunakan metode yang efektif. Umumnya, mereka tidak diajarkan cara memimpin, tetapi diharapkan mengetahuinya. Beberapa orang bisa mempelajari  manajemen dan berhasil mengetahuinya, tapi juga banyak yang tidak. Meskipun mungkin ada pernyataan misi, visi, dan nilai-nilai yang terpasang di dinding, itu tidak berarti budaya tersebut benar-benar sesuai dengan implementasinya.

Misalnya, masalah umum tentang pasien yang menunggu terlalu lama, ini bukanlah kesalahan individu yang disebabkan perawat malas atau tidak peduli, ini adalah masalah desain sistem. Bukan karena kurangnya upaya, tetapi lebih ke silo dan kurangnya koordinasi di seluruh aliran nilai. Masalah ini bisa segera diperbaiki.

Baca juga  3 Pelajaran Penting dari Jack Ma, Seorang Guru yang Berhasil Menjadi Pengusaha Sukses

Orang-orang sering berpikir “seperti biasanya” adalah “seperti apa adanya.” Itu bukan salah mereka juga.

Libatkan orang-orang yang memiliki peran untuk menganalisa akar penyebab masalah, ini adalah metode yang efektif. Ketika Anda memberi waktu kepada profesional perawatan kesehatan, bahkan hanya beberapa hari, untuk mempelajari pekerjaan dan sistem mereka  untuk menilai kondisi saat ini sebagai tim, mereka akan membuat penemuan yang luar biasa dan mendapatkan banyak wawasan.

Masalah selanjutnya adalah umumnya mereka tidak antusias karena merasa tidak pernah punya waktu untuk melakukannya … lagi, ini bukan kesalahan mereka. Lalu apa solusinya? Gunakanlah metode LEAN. Ketika diajarkan dasar pola pikir dan beberapa metode Lean, kita dapat menyalakan kembali semangat mereka. Kita harus menunjukkan bahwa peningkatan mungkin dan segala sesuatu tidak harus seperti semula, segala sesuatu bisa menjadi lebih baik.

Permasalahan di atas secara universal terjadi di berbagai negara. Meskipun banyak perbedaan budaya, tetapi variasi ini tampak lebih mirip daripada berbeda. Dan Lean, diharapkan mampu menjadi solusi umum meskipun tidak bisa menyalin satu sama lain.

 

sumber: medium.com