Industri kecantikan Indonesia terus berkembang dengan kehadiran beragam tren kosmetik dan perawatan kulit yang semakin populer. Salah satu merek perawatan kulit lokal yang sangat terkenal di kalangan masyarakat, terutama generasi perempuan milenial, adalah Avoskin. 

Di balik kesuksesan merek kecantikan ini, terdapat sosok pemuda inspiratif bernama Anugrah Pakerti yang akrab disapa Aan. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO yang berhasil membawa produk perawatan kulit ini bersaing di kancah nasional hingga menembus pasar internasional.

Profil Anugrah Pakerti

Anugrah Pakerti lahir di Blora pada tanggal 16 September 1993. Sejak usia muda, Aan sudah bersentuhan dengan dunia perawatan kulit saat mengantar ibunya ke klinik kecantikan ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kebiasaan merawat kulit ini terus ia lanjutkan hingga ia menempuh pendidikan tinggi. 

Aan menamatkan pendidikan sarjana di jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Administrasi Bisnis di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, serta mengambil program Eksekutif Pemasaran Strategis Cambridge Approach di University of Cambridge, Inggris. Sebelum fokus membesarkan perusahaannya sendiri, Aan memulai karir profesionalnya pada tahun 2014 sebagai pemasar properti dan pedagang saham.

Sejarah Avoskin

Ide mendirikan Avoskin muncul ketika Aan berkuliah dan sering mendengar keluhan teman-temannya mengenai produk perawatan kulit tanpa izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang menjanjikan hasil instan namun mengandung zat berbahaya dan memicu ketergantungan. Dari keresahan itulah Aan bermimpi menciptakan produk perawatan kulit lokal yang aman dan natural. 

Realisasi bisnis ini dimulai pada tahun 2014 di sebuah kamar indekos sempit berukuran 2,5 kali 3 meter di Yogyakarta bersama dua sahabat kuliahnya, Ahmad Ramadhan dan Aris Nurul Huda. Aan menggunakan modal awal sebesar 100 juta rupiah yang berasal dari tabungannya selama bekerja membantu saudara memasarkan rumah sebagai agen properti. Uang tersebut ia gunakan untuk mendaftarkan merek dagang ke pihak berwenang. Nama Avoskin sendiri dipilih karena terinspirasi dari buah alpukat yang kaya akan vitamin E dan sangat mencerminkan unsur alami. Pada masa awal merintis usaha ini di akhir masa kuliah, Aan sempat menyembunyikan aktivitas bisnisnya dari keluarga karena orang tuanya berharap ia menjadi polisi atau tentara, meskipun pada akhirnya mereka merasa bangga karena Aan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga  Bitcoin dan Masa Depan Uang: Aset Spekulatif atau Lindung Nilai?

Sejak awal peluncurannya pada tahun 2014 di bawah naungan PT Avo Innovation and Technology, Avoskin fokus pada produk dasar seperti pelembab sebelum akhirnya merilis pembersih wajah. Pada tahun 2016, merek ini merilis Perfect Hydrating Treatment Essence yang berhasil membuat mereka dilirik oleh pasar Indonesia yang jauh lebih luas. Avoskin membedakan dirinya dari kompetitor melalui keunikan pemilihan bahan baku alami yang dipadukan dengan kandungan aktif seperti AHA, BHA, asam laktat, asam traneksamat, dan retinol yang teruji efektif mengatasi masalah kulit. Bahan alami yang digunakan diambil langsung dari para petani lokal di Jawa dan Bali untuk pasokan kopi dan minyak nilam. Aan juga menggunakan bunga mawar damaskus dari Turki dan bunga immortelle dari Prancis yang semuanya telah melalui uji kecocokan untuk kulit masyarakat Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan bisnis berupa keinginan konsumen akan hasil instan yang mengabaikan keamanan bahan, Aan menerapkan strategi narasi elegan tentang kecantikan inklusif serta proses perawatan holistik berbasis sains. Avoskin mengusung konsep ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip keuntungan, kepedulian sosial, dan kelestarian lingkungan. Sejak tahun 2017, mereka mengubah kemasan akrilik menjadi botol kaca yang lebih mudah didaur ulang. Pada tahun 2020, perusahaan melakukan reformulasi kandungan untuk menghadirkan konsep produk kecantikan yang aman untuk kulit sensitif dan ramah lingkungan melalui kampanye daur ulang kemasan bekas.

Avoskin mengadaptasi perkembangan teknologi dengan sangat fokus pada penjualan daring serta bermitra dengan Shopee sejak tahun 2019 untuk memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan fitur siaran langsung belanja daring bahkan berhasil meningkatkan pendapatan mereka sebesar 30 hingga 40 persen pada Mei 2024. Walaupun awalnya tidak memiliki toko mandiri, produk-produk Avoskin telah terjual hampir 10 juta paket melalui platform perdagangan elektronik dan mitra retail luring seperti Sociolla atau Watson di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 

Baca juga  Strategi Bisnis Mie Gacoan

Untuk memperluas pangsa pasar pria yang mencakup 10 persen dari konsumennya, Avoskin menggandeng aktor Refal Hady sebagai duta merek lokal sejak tahun 2022 guna mengedukasi masyarakat bahwa kulit pria yang lebih tebal dan memiliki kelenjar minyak aktif juga rentan berjerawat serta kusam sehingga memerlukan perawatan yang tepat. Selain itu, kesuksesan bisnis ini juga terlihat dari ekspansi internasionalnya ke pasar Korea Selatan, Taiwan, hingga Vietnam di kota-kota besar seperti Ho Chi Minh City, Da Nang, dan Hanoi. Atas pencapaian kepemimpinan bisnisnya, Aan berhasil masuk dalam daftar pengusaha berpengaruh di Asia dalam kategori Forbes 30 under 30 pada tahun 2020. Produk-produk Avoskin juga sukses mengantongi penghargaan nasional serta internasional dari Sociolla dan Shopee.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  1. Siapakah sosok di balik merek Avoskin dan apa pencapaian internasional yang pernah ia raih?

Sosok di balik Avoskin adalah Anugrah Pakerti (Aan) yang menjabat sebagai pendiri sekaligus CEO. Pencapaian internasionalnya yang menonjol adalah berhasil masuk dalam daftar pengusaha berpengaruh Forbes 30 Under 30 tingkat Asia pada tahun 2020.

  1. Apa latar belakang pendidikan Anugrah Pakerti sebelum sukses membangun bisnis kecantikan?

Aan menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia, kemudian melanjutkan Magister Administrasi Bisnis di Universitas Gadjah Mada, serta mengambil program Eksekutif Pemasaran Strategis di University of Cambridge, Inggris.

  1. Apa keresahan awal yang memicu Aan untuk mendirikan Avoskin pada tahun 2014?

Ide mendirikan Avoskin muncul karena ia sering mendengar keluhan teman-temannya mengenai produk perawatan kulit tanpa izin BPOM yang menjanjikan hasil instan, namun sebenarnya mengandung zat berbahaya dan memicu ketergantungan. Ia bermimpi menciptakan produk lokal yang aman dan natural.

  1. Bagaimana strategi Avoskin dalam membedakan produknya dari kompetitor di pasar kosmetik?
Baca juga  Soejanto Widjaja: Bawa Polygon Tembus 60 Negara

Avoskin memadukan bahan baku alami dari petani lokal (seperti kopi dan minyak nilam) dengan kandungan aktif yang teruji efektif secara klinis, seperti AHA, BHA, dan retinol. Selain itu, mereka mengusung konsep ramah lingkungan dengan mengganti kemasan akrilik menjadi botol kaca sejak tahun 2017 agar lebih mudah didaur ulang.

  1. Platform apa yang menjadi mitra utama Avoskin dalam penjualan daring dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan perusahaan?

Avoskin bermitra dengan Shopee sejak tahun 2019. Pemanfaatan teknologi seperti fitur siaran langsung (live streaming) terbukti efektif karena berhasil meningkatkan pendapatan mereka sebesar 30 hingga 40 persen pada Mei 2024.

Perjalanan Anugrah Pakerti dalam membangun Avoskin dari sebuah kamar kos di Yogyakarta hingga menjadi merek berskala internasional menunjukkan pentingnya ketekunan, pemanfaatan bahan alami yang aman, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital. Melalui komitmen pada bahan baku lokal berkualitas tinggi serta konsep ramah lingkungan, Avoskin tidak hanya sukses menjadi salah satu merek kosmetik terkemuka di Indonesia tetapi juga berhasil berkontribusi aktif dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

Referensi

Arini, Shafira Cendra. “Perjalanan Bisnis Avoskin, Skincare Lokal yang Terinspirasi dari Alpukat.” Kompas, May 27, 2024.https://money.kompas.com/read/2024/05/27/130439626/perjalanan-bisnis-avoskin-skincare-lokal-yang-terinspirasi-dari-alpukat.

Bisnis.com. “Anugrah Pakerti, Sosok di Balik Avoskin Sukses Bisnis Lewat Digitalisasi.” Bisnis.com, September 21, 2023.https://entrepreneur.bisnis.com/read/20230921/265/1697305/anugrah-pakerti-sosok-di-balik-avoskin-sukses-bisnis-lewat-digitalisasi.

Fauziah, Siti. “Strategi Bisnis Avoskin Kembangkan Bisnis Produk Kecantikannya.” Momsmoney, November 23, 2023.https://momsmoney.kontan.co.id/news/strategi-bisnis-avoskin-kembangkan-bisnis-produk-kecantikannya.

Inilah.com. “Mengenal Siapa Pendiri Avoskin.” Inilah.com, February 2, 2023.https://www.inilah.com/mengenal-siapa-pendiri-avoskin.

Olenka. “Kisah Perjalanan Avoskin: Brand Skincare Lokal yang Sukses Hadirkan Rangkaian Perawatan Berkualitas untuk Wanita Maupun Pria.” Olenka.id, June 13, 2024.https://olenka.id/kisah-perjalanan-avoskin-brand-skincare-lokal-yang-sukses-hadirkan-rangkaian-perawatan-berkualitas-untuk-wanita-maupun-pria.

Sari, Septiana. “Profil Avoskin Beauty: Brand Skincare Lokal yang Mendunia.” IDN Times, May 30, 2024.https://www.idntimes.com/life/women/profil-avoskin-beauty-00-hprr8-spt37t.

Tempo.co. “CEO Avoskin Cerita Awal Bangun Usaha: Kumpulkan Tabungan Sejak Jadi Agen Properti.” Tempo.co, November 25, 2023.https://www.tempo.co/ekonomi/ceo-avoskin-cerita-awal-bangun-usaha-kumpulkan-tabungan-sejak-jadi-agen-properti-278690.

Tempo Interaktif. “Anugrah Pakerti: Membangun Avoskin dari Nol.” Pebisnis Muda Indonesia 2022. Accessed March 26, 2026.https://interaktif.tempo.co/proyek/pebisnis-muda-indonesia-2022/anugrah-avoskin.html.