DMAIC

DMAIC – yang merupakan kepanjangan dari Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control – awalnya dikembangkan sebagai bagian dari kerangka Six Sigma. Merupakan suatu pendekatan yang terbukti untuk menghilangkan defect (kecacatan) dan meningkatkan kualitas yang berkaitan dengan metrik bisnis. DMAIC dan Lean – metodologi gabungan yang dikenal sebagai Lean Six Sigma – suatu metode untuk meningkatkan efisiensi demi mencapai keunggulan operasional (operational excellence), bersifat saling melengkapi dan merupakan dasar untuk perusahaan atau organisasi melakukan perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement).

DMAIC merupakan pendekatan yang sangat sederhana dan praktis. Tahapan dari pendekatan ini berupa penentuan masalah, pengukuran kemampuan dan tujuan, analisa data sebagai cara memahami masalah, peningkatan proses dan mengurangi penyebab masalah, dan pelaksanaan kontrol proses jangka panjang.

Define

Merupakan tahapan pertama, yang berfokus kepada identifikasi masalah, penentuan tujuan proses dan identifikasi kebutuhan pelanggan secara internal dan eksternal. Penentuan kebutuhan pelanggan, pengembangan tujuan dan masalah, pembentukan tim, dan penentuan sumber merupakan bagian-bagian dari fase define. Fakor penting penentu keberhasilan fase ini adalah persetujuan dari tim bahwa proyek memiliki efisiensi tinggi dan tujuan yang jelas; berfokus pada masalah dan tujuan; ekspektasi yang jelas pada proses.

Measure

Tujuan dari tahap ini secara objektif menetapkan dasar-dasar perbaikan. Measure merupakan langkah pengumpulan data, yang tujuannya adalah untuk menetapkan standar kinerja. Tools penting dalam fase ini biasanya mencakup trend charts, graik Pareto, diagram alur proses, dan pengukuran proses kapabilitas (tingkat sigma, atau bisa juga disebut proses sigma). Factor penentu keberhasilan fase ini antara lain tersedianya data dasar yang akurat, Gage R&R study lengkap, dan dukungan kuat para experts kepada tim.

Baca juga  Transfer Knowledge: Kunci Keberhasilan Proses Improvement

Analyze

Fase analyze mengisolasi penyebab utama dari CTQ yang difokuskan oleh tim. Dalam banyak kasus biasanya tidak aka nada lebih dari tiga penyebab yang harus dikendalikan untuk mencapai keberhasilan. Apabila penyebab yang diidentifikasi terlalu banyak, artinya tim tidak melakukan pengisolasian masalah utama atau tujuan proyek yang terlalu tinggi untuk dicapai hanya dengan satu proyek. Penentu keberhasilan fase ini adalah penyebab utama harus terbukti, tidak hanya mengandalkan pada diagram fishbone saja.

Kecepatan dan hasil merupakan faktor penting untuk membangun momentum six sigma dalam sebuah organisasi, dan proyek yang dikerjakan harus disesuaikan dengan ukuran untuk memastikan keberhasilan tim dalam penutupan proyek dalam waktu yang wajar.

Improve

Tahap improve berfokus pada pemahaman penuh pada penyebab utama yang diidentifikasi dalam fase analyze, dengan maksud baik sebagai pengendali atau menghilangkan penyebab masalah-masalah tersebut untuk mencapai kinerja maksimal. Tools six sigma yang biasa digunakan dalam fase ini antara lain analisis regresi, tes hipotesis, design of experiments (DOE), dan analisis varian (ANOVA). Tahap improve sering mencakup uji coba produksi terbatas (tes beta untuk proyek-proyek non manufaktur) yang menunjukkan tingkat Sigma yang meningkat secara signifikan sebelum bergerak menuju tahap control.

Control

Tahap control pada pendekatan DMAIC adalah tentang mempertahankan perubahan yang dibuat dalam fase improve. Tujuannya adalah untuk mempertahankan keuntungan, memantau perbaikan untuk memastikan kesuksesan yang berkelanjutan, membuat rencana pengendalian, dan mengupdate dokumen pembaruan, proses bisnis dan catatan pelatihan yang diperlukan. Faktor penentu keberhasilan fase control adalah jika diperlukan fase control, perusahaan harus mempunyai divisi internal audit yang kuat untuk memastikan kesesuaian jangka panjang.