SHIFT SSCX artikel SpaceX

SpaceX, sebuah perusahaan teknologi terkemuka asal California yang menyediakan jasa transportasi luar angkasa memiliki masalah. Para manajer pabrik mereka ingin keputusan dilakukan lebih cepat.

Untuk tujuan ini, SpaceX akhirnya mulai meningkatkan komunikasi mereka dengan NASA agar proses pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat. Dibantu dengan penggunaan teknologi, NASA kemudian bisa secara langsung mengetahui setiap projek yang sedang dikerjakan oleh para engineer mereka.

Namun, dampak paling besar dari komunikasi dengan para engineer SpaceX ini adalah mereka bisa membuat keputusan secara real-time.

Sistem kolaborasi antara SpaceX dan NASA memungkinkan SpaceX memangkas waktu tunggu rata-rata untuk kembali mendefinisikan persyaratan produk sebesar 50 persen dan menghilangkan waktu meeting mingguan mereka selama 4 jam.

Dan berikut 3 hal yang bisa anda pelajari dari SpaceX dan NASA untuk membuat proses pengambilan keputusan di dalam organisasi anda lebih cepat, seperti yang dijabarkan di HBR:

Menawarkan visi bersama

Banyak perusahaan menugaskan anggota tim mereka untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau hanya mengomunikasikan hal-hal tertentu saja tanpa memberikan mereka gambaran besarnya. Ini menciptakan keterbatasan atau pandangan yang sempit dalam sebuah tim. Keinginan SpaceX menciptakan komunikasi yang lebih baik dengan NASA membawa mereka ke dalam proses yang mendukung mereka untuk berbagi keputusan secara bersama-sama. Sehingga dengan memberikan gambaran besar dan memberikan kesempatan berpendapat kepada semua tim, semua stakeholder memiliki pandangan yang selaras dan karyawan dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Lebih banyak mendorong teknik pemecahan masalah

Para manajer harus bisa memelihara lingkungan di mana karyawan dapat mencari informasi untuk menjawab pertanyaan dari penyebab masalah itu sendiri, dibanding mereka harus menunggu instruksi. Karyawan harus berkomunikasi dan berkolaborasi secara bebas satu sama lain, atau bahkan mencari ahli yang memahami permasalahan tersebut sehingga mereka memiliki wawasan yang relevan dengan masalah yang timbul.

Baca juga  LAST CHANCE: Be LEAD or DIE? The Choice is YOURS!

Membuat keputusan secara paralel

Keputusan dalam organisasi biasanya dibuat secara linear, padahal tidak harus seperti itu. Ketika tim terjebak dalam cara lama melakukan sesuatu, biasanya para manajer mengatasinya dengan membuat keputusan A, B, atau C sehingga hal ini menciptakan tim yang pasif. Justru, untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan, perusahaan harus memungkinkan beberapa tim secara bersamaan membuat keputusan yang terkait dengan produk, sehingga wawasan dan pendapat dari satu tim ini bisa membantu tim lain membuat keputusan lebih cepat.

Sistem kolaborasi baru yang melibatkan tim dalam proses pengambilan keputusan dapat sangat efektif, bahkan transformatif, terutama bagi perusahaan yang terus mengembangkan perangkat lunak dan teknologi produk yang kompleks. Selain itu, para manajer juga harus bisa meninggalkan kebiasaan pendekatan command and control, dimana hal itu hanya akan membuat karyawan terbatas dalam menerima dan mengolah informasi dalam proses pengambilan keputusan.***

Sumber: Harvard Business Review