Berikut adalah seri ilustrasi aplikasi Lean Six Sigma yang disusun oleh Brian Burnsed dan Emily Thornton, dua penulis Bloomberg. Kasus-kasus berikut terjadi dalam ranah retail, industri yang kerap melahirkan banyak pemborosan yang sulit terdeteksi.

Icing Diatas Kue

Masalah:

Suatu perusahaan retailer makanan melakukan riset terhadap 300 outletnya dan menemukan 96% kue yang dibuat di toko telah dibuat dengan icing berlebihan. Kelebihan tersebut bervariasi antara 1 hingga 32 ons icing ekstra.

Analisa Six Sigma:

Alasan yang paling signifikan untuk icing yang berlebihan adalah bahwa si penghias kue tidak pernah menimbang kuenya. Untuk menuntaskan masalah, perusahaan tersebut memfasilitasi setiap bakery departement dengan beberapa timbangan digital. Hal ini mengurangi pemborosan icing sebanyak lebih dari 80%.

Susu yang Tumpah

Masalah:

Sebuah perusahaan produk peternakan mengalami kehilangan yang cukup besar di 300 tokonya.

Analisa Six Sigma:

Masalah yang ada ternyata berakar pada kualitas tutup galon susu yang buruk. Tutup galon yang cacat tersebut menyebabkan susu sering tumpah ketika menjalani proses transportasi dari pabrik ke gudang, serta dari gudang ke toko. Perusahaan tersebut bekerjasama dengan perusahaan pembotolan susu untuk mengatasi masalah tersebut, dan mereka berhasil mengurangi tumpahnya susu sebanyak 55%.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 1 juta.

Terlalu Banyak Limbah

Masalah:

Sebuah perusahaan retail menemukan limbah terlalu banyak dan biaya yang mereka keluarkan terlalu besar

Analisa Six Sigma:

Ditemukan bahwa produk yang kadaluwarsa menyumbang limbah paling banyak, yaitu 67% dari total limbah. Sementara produk dengan potensi daur ulang, seperti cardboard dan plastik, menempati angka 23% dari total limbah. Setelah adanya penemuan tersebut,  limbah padat dikurangi sebanyak 10 pon, perusahaan meningkatkan daur ulang cardboard hingga 2 pon, donasi makanan ditingkatkan menjadi 4 juta pon pertahun.

Baca juga  Ini Dia 8 Manfaat Investasi di Bisnis Fintech, Tertarik?

Total Keuntungan Pertahun: US$ 2 juta.

Biaya Tenaga Kerja yang Sangat Besar

Masalah:

Biaya upah tenaga kerja di perusahaan retail ternyata jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah terantisipasi.

Analisa Six Sigma:

Akar masalahnya terletak kepada kebiasaan pekerja memulai dan mengakhiri shift 10-15 menit sebelum dan sesudah waktu terjadwal. Akibatnya, perusahaan memutuskan perubahan sistem penjadwalan untuk menyesuaikan dengan jam masuk dan keluar lebih dari 3 menit sebelum dan sesudah waktu shift terjadwal. Perbaikan ini menghasilkan penurunan biaya upah tenaga kerja sebanyak 5%.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 21 juta.

Jumlah Pemakaian Kantung Plastik yang Sangat Besar

Masalah:

Suatu retailer memutuskan untuk mengurangi pemakaian kantung plastik yang selama ini berlebihan.

Analisa Six Sigma:

Isu ini dipicu oleh personel  toko yang tidak memakai tipe kantung yang tepat berdasarkan produk yang dibeli dan tidak memasukkan jumlah produk yang maksimal ke dalam satu kantung plastik. Untuk mengurangi konsumsi yang berlebihan, perusahaan mengimplementasikan program pelatihan (penggunaan kantung plastik yang sehat dan benar). Sebagai hasilnya, jumlah total penggunaan kantung plastik berkurang sebanyak 8%, atau lebih dari 14 juta kantung plastik pertahun.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 230.000

Ancaman Kehabisan Stok

Masalah:

Suatu retailer menemukan bahwa beberapa dari tokonya sering kehabisan stok terlalu dini.

Analisa Six Sigma:

Pekerja seringkali terburu-buru dan kekurangan informasi ketika mereka melakukan pemesanan kepada supplier. Untuk mengatasinya, retailer memodifikasi jadwal order dan delivery dan mulai memberikan informasi yang layak mengenai ordering kepada staf, seperti harga jual, untuk membantu staf toko lebih mampu mengestimasi kebutuhan akan masing-masing produk. Proyek ini mereduksi produk yang selalu habis sebanyak 23%.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 7,4 juta.

Baca juga  Tugas Edukasi Masih Menjadi Tantangan bagi Fintech

Kehabisan Daging di Deli Resto

Masalah:

Sebuah food retailer sering kehabisan persediaan daging terlalu cepat.

Analisa Six Sigma:

Staf dapur sering membuang terlalu banyak bagian daging yang tidak terpakai (yang seharusnya masih bisa dipakai), dan menggunakan jumlah daging terlalu banyak pada menu deli. Perusahaan kemudian memberlakukan prosedur baru yaitu tidak boleh membuang sisa daging yang masih bisa dipakai (dengan metode pemotongan tertentu yang memungkinkan daging sisa tersebut bisa dipakai), dan memberikan panduan catering khusus untuk mengontrol porsi daging dalam menu. Sebagai hasilnya, jumlah daging yang terbuang berkurang sebanyak 32%, atau 376.000 pon pertahunnya.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 1,2 juta.

Penyalahgunaan Kupon

Masalah:

Sebuah perusahaan ritel menemukan bahwa gross margin di salah satu departemennya lebih rendah dari yang diharapkan.

Analisa Six Sigma:

Penyalahgunaan kupon adalah sumber masalahnya. Ditemukan bahwa pelanggan dapat menggunakan sebanyak mungkin kupon yang mereka punya untuk pembelian satu barang dalam satu transaksi. Menanggapi ini, perusahaan menetapkan batasan penggunaan kupon dalam transaksi dan jumlah produk, yang menghasilkan penurunan penyalahgunaan kupon sebanyak 45%.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 1,1 juta.

Percetakan dan Pengiriman

Masalah:

Perusahaan ritel yang memiliki 400 toko mengalami pemborosan biaya cetak dan pengiriman.

Analisa Six Sigma:

Perusahaan menemukan bahwa mereka melakukan pencetakan dan pengiriman brosur dan katalog kepada vendor dan pelanggan, walaupun dokumen tersebut sudah tersedia online. Mereka segera menghentikan pencetakan dan pengiriman dokumen dan mengumumkan kepada vendor dan pelanggan bahwa katalog dan brosur dapat ditemukan di website.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 720.000

Signage (Papan Promosi) Toko

Masalah:

Seorang staf toko melaporkan kepada pemimpin eksekutif perusahaan ritelnya bahwa mereka menerima terlalu banyak papan promosi.

Baca juga  Perhatikan Hal Ini Ketika Mengimplementasikan Lean di Back Office

Analisa Six Sigma:

Perusahaan telah terlalu banyak mencetak dan mendistribusikan papan toko yang identik ke seluruh regional, tanpa memperhatikan ukuran masing-masing toko, jenis produk yang dijual, atau perencanaan display. Perusahaan tersebut lalu menerapkan metode klasifikasi toko yang custom agar dapat mengetahui kebutuhan masing-masing toko akan papan promosi, dan memesan papan promosi secara mingguan kepada vendor yang membuatnya. Opsi ini membuahkan berkurangnya pemborosan untuk papan toko  sebanyak 41%.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 420.000