OEE (Overall Equipment Effectiveness)merupakan perhitungan yang digunakan untuk memantau efektivitas mesin, khususnya di perusahaan manufaktur. Selain penggunaan perangkat keras dan lunak yang dapat membantu mempermudah perhitungan OEE, faktor lain seperti teknis dan manusia juga menjadi dua hal penting yang membuat perusahaan bisa merasakan manfaat dari penerapan OEE.

Faktor Teknis

Teknologi yang tersedia saat ini membuat penerapan OEE tidak lagi membutuhkan kertas dan spreadsheet. Bahkan dengan kecanggihan teknologi sekalipun, perusahaan harus tetap memerhatikan aspek teknis dari penerapan OEE.

Berikut beberapa poin teknis yang harus anda perhatikan:

1) Perhitungan OEE

Gunakan perhitungan standar OEE yang sudah ada. OEE dikembangkan untuk mengukur kinjera mesin di parik dengan jenis dan ukuran yang bervariasi. Faktor Availability dalam OEE menunjukkan uptime, diluar periode downtime yang sudah terjadwal seperti waktu istirahat. Nilai OEE dapat dilihat dari tingkat produksi yang sedang berjalan dibandingkan tingkat produksi ideal. Di sisi lain, faktor Quality dalam OEE dapat dinilai dari jumlah unit yang diproduksi sempurna (tanpa cacat) dibandingkan dengan total unit yang diproduksi.

2) Melacak Downtime

OEE digunakan untuk melacak efektivitas lini produksi, dan yang perlu anda ingat, pada dasarnya OEE adalah matriks. OEE bukanlah perkakas untuk membuat lini produksi lebih efektif, namun bisa mendorong perbaikan ke arah sana. Karena itulah, diperlukan informasi lebih lanjut; melacak downtime yang tak terjadwal dan mencegahnya akan membantu mengidentifikasi area apa yang akan ditingkatkan efektivitasnya.

3) Membuat Jadwal yang Sederhana

Setiap fasilitas yang ada di lantai produksi memiliki beberapa jenis penjadwalan, tapi sering kali jadwal yang sudah dibuat tidak dijalankan sesuai rencana. Alasannya, jadwal tersebut terlalu rumit. Sistem penjadwalan seharusnya dapat dibuat fleksibel dan mudah untuk dilaksanakan. Disinilah peran penjadwalan yang berjalan baik akan membantu memberikan informasi ke semua departemen terkait jika ada perubahan.

Baca juga  3 Konsep Penting dalam Metode Lean

4) Uji Coba

Data yang tidak akurat menyebabkan hilangnya kepercayaan dan kurangnya komitmen dari staf. Inilah sebabnya mengapa penting untuk sepenuhnya menguji sistem OEE sebelum hasil tersebut benar-benar akan diterapkan.

5) Menggunakan Teknologi Standar

Dalam hal ini, tentunya departemen IT lah yang memiliki peran dalam pemilihan teknologi yang digunakan. Mereka tahu bagaimana agar aktivitas di lantai pabrik dapat berjalan lancar dengan penggunaan teknologi. Dengan menggunakan teknologi standar, proses akan menjadi lebih sederhana dan mendukung upaya penerapan OEE.

Faktor Manusia

Kesuksesan penerapan OEE merupakan sebuah upaya tim yang dimulai dengan strategi kepemimpinan yang baik. Setiap orang bertanggung jawab untuk keandalan dan produktivitas mesin. Pemimpin harus mengarahkan seluruh timnya di dalam jalur yang sesuai dan mampu memotivasi seluruh tim untuk terlibat dalam proses tersebut.

Berikut beberapa langkah dari sisi humanitas yang bisa mensukseskan penerapan OEE:

1) Berikan Pendidikan dan Pelatihan

Berikan penjelasan dan pengetahuan kepada karyawan mengapa OEE penting bagi perusahaan, bagaimana menggunakan sistem tersebut, dan bagaimana hasilnya akan digunakan. Tentukan seorang coach atau ahli yang akan mengajarkan semua orang yang terlibat. Karena jika setiap orang menangani situasi dengan cara yang sama, hasil OEE akan konsisten. Seorang coach juga harus membuat standard prosedur baik online maupun cetak.

2) Libatkan Staf Produksi dalam Mendesain

Sebuah sistem OEE seharusnya lebih dari sekedar tool manajemen. Ungkapan paling tepat untuk konsep tersebut adalah “mendapatkan data yang tepat, memberikannya kepada orang yang tepat di waktu yang tepat.” Dengan mendistribusikan data real time kepada operator di lini produksi akan memberikan perbaikan efisiensi. Operator umumnya tidak suka melihat angka-angka yang telah dicapai menurun. Ajukan pertanyaan terkait efisiensi, dengarkan apa yang mereka sampaikan mengenai tantangan di berbagai divisi, dan temukan cara untuk meminimalisir tantangan tersebut dengan sistem OEE.

Baca juga  Mengantisipasi resistensi dalam proses transformasi

3) Keep it Simple

Telah menjadi sesuatu yang umum jika manajemen dan staf produksi merasa terbebani dengan isu-isu seputar aktivitas produksi harian. Dengan menambahkan OEE kedalam menu, perasaan terbebani mungkin akan bertambah, walaupun OEE bisa membuat pekerjaan lebih mudah dalam jangka panjang. Jangan membebani staf dengan terlalu banyak data untuk dianalisa. Hanya berikan data yang bisa mereka olah – buat set downtime yang tidak terlalu besar, dan tentukan work cell mana yang menjadi sumber utama downtime.

4) Close the Loop

Setelah anda mendapatkan score OEE, langkah selanjutnya adalah TINDAKAN. Langkah mengambil tindakan ini meskipun sudah disadari namun sering kali diabaikan. Pertama, tentukan aktivitas losses yang paling mudah teridentifikasi. Kemudian, lakukan analisa, identifikasi penyebab terjadinya inefisiensi, tentukan tindakan praktis untuk menghilangkannya. Jika sumber inefisiensi masih belum jelas, kumpulkan data lebih banyak, salah satu caranya dengan menempatkan seseorang untuk melakukan observasi.

Sumber: www.automationmag.com/Tom Hechtman.