Saat melakukan analisis proses, penting untuk berfokus pada aspek manfaat dan mengelompokkan tipe aktivitas dalam proses bisnis ke dalam tiga kategori utama: Value Enabler, Non-Value Added (Wastes), dan Value Added. Mengidentifikasi dan memahami ketiga kategori ini akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang masing-masing kategori:

1. Non-Value Added (Wastes)

Aktivitas Non-Value Added, atau pemborosan, adalah aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan atau bisnis. Identifikasi pemborosan ini adalah langkah pertama dan krusial dalam analisis proses. Contoh umum dari aktivitas non-value added termasuk:

Waiting (Menunggu): Waktu yang terbuang karena antrian atau ketidaktersediaan sumber daya, misalnya menunggu persetujuan dari pihak lain atau menunggu bahan baku yang belum datang.

Defect (Cacat): Kesalahan atau kekurangan dalam proses yang menyebabkan rework atau perbaikan. Ini bisa terjadi karena ketidakakuratan informasi, ketidaksesuaian spesifikasi, atau ketidaklengkapan persyaratan yang menyebabkan hasil akhir tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam bisnis, menghilangkan atau mengurangi aktivitas non-value added ini adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi biaya.

2. Value Enabler

Value Enabler adalah aktivitas yang meskipun tidak memberikan nilai tambah langsung kepada pelanggan, namun sangat penting untuk operasional dan kepatuhan bisnis. Aktivitas ini sering kali diperlukan untuk memastikan proses berjalan dengan lancar dan memenuhi persyaratan regulasi. Contoh dari value enabler termasuk:

Compliance: Memastikan proses bisnis sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Misalnya, audit internal, pelaporan ke badan regulasi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Maintenance: Aktivitas pemeliharaan rutin yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan operasional sistem dan peralatan, meskipun tidak memberikan nilai langsung kepada pelanggan.

Baca juga  PengalamanĀ Berharga Mengikuti OPEXCON Project Competition

Penting untuk mengenali bahwa meskipun value enabler tidak dianggap sebagai nilai tambah dari sudut pandang pelanggan, mereka sangat penting untuk keberlanjutan dan integritas bisnis.

3. Value Added

Aktivitas Value Added adalah aktivitas yang secara langsung memberikan nilai kepada pelanggan. Aktivitas ini adalah inti dari apa yang dihargai oleh pelanggan dan merupakan alasan utama pelanggan memilih produk atau layanan tertentu. Contoh dari aktivitas value added ini meliputi:

Produksi: Proses manufaktur atau pembuatan produk yang memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Pelayanan: Interaksi langsung dengan pelanggan yang meningkatkan pengalaman mereka, seperti dukungan pelanggan yang responsif dan personalisasi layanan.

Adapun fokus pada peningkatan aktivitas value added dan memastikan mereka dilakukan seefisien mungkin penting dilakukan untuk memastikan bisnis tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan saat ini.