“Kami telah mencapai penjualan yang cukup,” – tak pernah ada yang mengatakan hal ini. Sesukses apapun penjualan yang telah dicapai sebuah perusahaan, tak pernah ada kepuasan. Penjualan selalu harus lebih ditingkatkan lagi, lagi, dan lagi.

Perusahaan bergantung pada penjualan. Untuk meningkatkannya, Anda perlu tim penjualan atau sales yang kuat, dan hal itu tak akan terjadi tanpa bantuan Anda. Sudah saatnya Anda mengajak tim penjualan Anda untuk move on dari gaya lama “sabar dan berdoa”, di mana mereka berteriak, menyebar pesan, berjualan ke semua orang yang mereka temui lalu dengan putus asa berharap ada yang tertarik.

Sekarang sudah abad 21, di mana masyarakat sudah lebih cerdas. Sebelum tim Anda berjualan, para konsumen telah berjalan dalam siklus pembelian. Artinya, mereka tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang akan mereka pilih. Mereka mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Namun meskipun para konsumen tidak dapat dikendalikan, Anda tetap harus berpikir cara untuk menggerakkan mereka dan menolong tim penjualan Anda. Bagaimana caranya?

Apa yang diinginkan para salesman muda

Pemimpin kadang bertindak seolah karyawan baru sudah siap tampil. Memang, karyawan yang baik pasti memiliki keahlian dan semangat, tapi bukan berarti mereka tidak butuh ruang untuk berkembang.

Dari sebuah jajak pendapat Gallup baru-baru ini, ditemukan 87% kaum millenials melihat pekerjaan sebagai peluang untuk berkembang. Namun hanya 38% dari para pemimpin HR yang memahami bahwa melanjutkan pendidikan atau program pelatihan dapat memenuhi kebutuhan karyawan? Anda dapat kehilangan bibit-bibit karyawan terbaik hanya karena kurangnya pelatihan.

Ingin hasil penjualan yang lebih baik? Berpikirlah seolah perusahaan Anda adalah sebuah universitas. Pelajaran apa yang akan meningkatkan tim sales Anda?

Baca juga  Efisiensi vs. Efektivitas: Prioritas Manakah yang Lebih Utama?

1. Kepercayaan Diri: Lakukan Kritik Yang Membangun

Saat Anda percaya diri dan percaya terhadap produk Anda, Anda membangun kredibilitas dan kepercayaan terhadap calon konsumen. Nah, cara membangun kepercayaan diri adalah dengan kritik yang membangun.

Jangan takut bahwa tim Anda tak bisa menerima kenyataan. Sebuah survey mengatakan bahwa 72% karyawan sangat menunggu dan membutuhkan umpan balik dari atasannya untuk meningkatkan performa mereka. Tetapi jangan menunggu mereka untuk meminta feedback dari Anda, karena mereka tak akan melakukannya. Anda lah yang harus berinisiatif.

Anda dapat melakukan rapat mingguan untuk menyatukan visi dan misi antar sesama karyawan, saling mengoreksi, dan memberikan kritik yang membangun. Mendiskusikan kesalahan tak perlu dengan cara mempermalukan. Lakukanlah dengan gaya komunikasi yang baik, sedikit dibumbui humor, dan dengan membakar semangat mereka.

2. Jadi Pendengar Yang Baik

Dish Network kehilangan 100,000 subscribers pada kuartal ketiga tahun 2016, itupun belum termasuk 280,000 yang hilang di bulan Juli. Apa yang terjadi? Singkatnya, para sales perusahaan ini lebih banyak berbicara ketimbang mendengarkan. Meskipun terdengarnya sepele, tetapi kita butuh untuk lebih banyak bertanya dan mendengarkan jawabannya.

Ciptakan atmosfer di mana para anggota tim Anda dapat saling mengajari satu sama lain, dan saling mendengarkan sebelum cepat merespon. Saling sharing setiap hari. Jika perlu, adakan aktivitas roleplay untuk melatih penjual junior, sehingga dapat saling mendengar dan memberi masukan langsung.

3. Berpikir Kritis: Bertindak Berdasarkan Fakta

Salah satu bagian paling menantang dari penjualan adalah dibombardir dengan banyaknya informasi, entah itu informasi yang benar ataupun yang salah. Tim sales yang baik dapat dengan cepat menilai mana informasi benar dan mana yang tidak benar, sehingga mereka dapat bertindak berdasarkan fakta yang benar.

Baca juga  Inilah Pondasi Membangun Keunggulan Bisnis dari Marriot hingga Toyota

Mereka dapat mengetahui mana yang merupakan prospek dan mana yang bukan prospek, mereka dapat memprediksi angka. Tim sales Anda membutuhkan bimbingan untuk berpikir kritis, karena berpikir kritis merupakan soft skill yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan pengembangan berkelanjutan

Pasangkan salesman dengan mentor senior, di mana mereka mengikuti sesi saling tanya jawab, saling bertukar peran dan posisi, mengikuti event bersama, dan mengajari anggota tim lainnya. Anda juga harus dapat mengatasi kesenjangan komunikasi yang mungkin terjadi di antara mereka.