Elon Musk adalah pemimpin yang sangat unik, langka, dan memiliki banyak penggemar. Musk mendapatkan kepopuleran karena kepemimpinannya yang fenomenal di perusahaan-perusahaan sensasional, diantaranya:

Tesla Motors, perusahaan mobil paling berharga di dunia

SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa swasta

Neuralink, perusahaan teknologi yang berencana menghubungkan otak manusia dengan komputer.

Pengaruh Musk semakin besar, kini komentarnya di media sosial bisa membuat harga Bitcoin naik turun. Terbaru pada Rabu (13/05/21), Elon Musk melalui akun twitternya mengatakan Tesla telah menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan bitcoin dan tidak lama beberapa menit setelah pengumuman tersebut saham bitcoin turun sekitar 5%.

Luar biasa bukan pengaruh Musk? Nah, sebenarnya siapa sih Elon Musk dan rahasia apa yang dimiliki salah satu orang terkaya di dunia ini?

Elon Musk, Sang Expert Generalist

Lahir di Pretoria, Afrika Selatan pada 28 Juni 1971. Guna menghindari wajib militer, pindah ke Kanada setelah lulus dari Pretoria High School. Dia mendapatkan dua gelar sarjana (Ekonomi dan Fisika) dari Wharton School, University of Pennyslvania dan sempat dua hari menjadi mahasiswa pascasarjana di Stanford.

Elon Musk terus menentang pepatah lama tentang sukses adalah menjadi ahli dalam satu bidang keahlian. Dirinya sukses membuktikan bahwa belajar berbagai bidang pengetahuan dapat memberi keuntungan informasi yang mendorong inovasi. Sebagai expert generalist, Musk memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan learning transfer yang sangat baik di berbagai lintas disiplin ilmu.

Rahasia sukses Elon Musk

  1. Menganut “First Principles”

Menurut Elon Musk, “Sangatlah penting untuk melihat sebuah pengetahuan sebagai pohon semantik – pastikan Anda memahami prinsip dasarnya (yaitu batang dan cabang-cabang terbesarnya) sebelum mempelajari daun-nya (konsep-konsep detail).

Konsep “pohon semantik” adalah tentang mendekonstruksi pengetahuan menjadi prinsip-prinsip dasar sehingga Anda dapat membangun pembelajaran di atas fondasi yang kokoh. Konsep ini juga disebut dengan First Principles yaitu metode yang berpusat pada pencarian akar penyebab masalah. Ini membantu kita mendapatkan cara penalaran baru hanya dalam tiga langkah, Define & Identification (asumsi saat ini) – Break down (elemen dasar masalah) – Create (solusi baru).

Baca juga  4 Langkah Melakukan Effective Problem Solving

2. Memiliki “Growth Mindset”

Elon Musk adalah orang yang tidak pernah puas dengan pencapaiannya. Dirinya terus membangun growth mindset, pola pikir yang membedakan orang sukses dengan orang lainnya. Dia sangat tahu bahwa selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan di setiap hal, dia juga mampu melakukan learning transfer atau menerapkan pengetahuan di satu bidang ke bidang lainnya sebagai problem solving.

Lalu apa yang harus dilakukan agar memiliki growth mindset seperti Elon Musk?

  1. Terus belajar, pengetahuan baru memungkinkan kita memiliki ide atau solusi baru yang bermanfaat. Pengetahuan ini bisa didapat dari mana saja, Musk sendiri membaca 60 kali lebih banyak dari pembaca rajin. Bahkan dia bisa menyelesaikan dua buku dalam 1 hari.
  2. Bersikap terbuka, lebih terbuka untuk menerima feedback. Ingat, setiap masukan adalah komponen penting menuju kesuksesan.
  3. Gigih, ubah perspektif Anda tentang kegagalan, beradaptasilah dan ulangi ide sampai sukses.

3. Mengembangkan T-shaped Skill

Selama bertahun-tahun Musk mengembangkan T-shaped skill yaitu membangun banyak pengetahuan di satu bidang tertentu dan sejumlah besar pengetahuan di banyak bidang lainnya. Hal ini menjadikannya spesialis terbaik di satu bidang (bisnis) sekaligus memiliki pengetahuan yang luas untuk berinovasi.

Jika Anda ingin seperti Elon Musk mulai sekarang jangan ragu kembangkan pengetahuan Anda di banyak bidang lain. Lalu bagaimana dengan bidang keahlian kita? Tentunya ini juga harus terus dipelajari mendalam.

Nah, itu tadi 3 rahasia sukses dari Elon Musk, si Iron Man di dunia nyata. Dia sudah membuktikan bahwa menjadi seorang generalist dan juga specialist di bidang tertentu adalah mungkin. Apa kuncinya? Improve!

Sumber: inc.com, medium.com