SHIFT SSCX 4 cara kreatif

Bayangkan hal ini: Dalam proses operasional, anda dan tim menjalankan teknik problem solving, dan kemudian berhasil memperoleh pemecahan masalah yang ada, pada waktu itu. Namun, sejak program berakhir, tidak beberapa lama tanda-tanda masalah yang sama mulai terlihat lagi.

Sampai akhirnya masalah yang sama benar-benar muncul kembali dan anda beserta tim harus mengulang aktivitas pemecahan masalah yang sama. Lama-kelamaan anda merasa bahwa masalah yang muncul menjadi berlipat ganda. Apakah kasus seperti ini sudah cukup akrab bagi anda?

Apa yang perlu anda dan tim lakukan?

Strategi terbaik untuk memecahkan masalah sangat tergantung pada situasi yang unik. Dalam beberapa kasus, orang-orang lebih baik belajar segala sesuatu yang mereka bisa tentang masalah saat ini dan kemudian menggunakan pengetahuan faktual untuk mendapatkan solusi. Namun, dalam kasus lain kreativitas dan wawasan adalah pilihan terbaik.

Menurut para ahli, orang yang kreatif, pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin, biasanya dapat melakukan sesuatu yang menyimpang dari cara-cara tradisional.

Proses kreativitas melibatkan ide-ide baru, berguna dan tidak terduga tapi tetap relevan untuk diimplementasikan.

Dan inilah 4 tahapan umum yang bisa anda lakukan untuk menumbuhkan kreatifitas di lingkungan kerja anda:

1. Exploring: Pada tahap ini setiap anggota tim mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan dalam konteks memecahkan masalah yang ada saat ini. Hal penting yang harus diperhatikan pada saat ini adalah menciptakan iklim yang menunjang proses berpikir kreatif.

2. Inventing: Pada tahap ini, sangat penting bagi perusahaan untuk melihat atau mereview berbagai alat, teknik dan metode yang telah dimiliki yang mungkin dapat membantu dalam menghilangkan cara berpikir lama atau tradisional.

Baca juga  Menerapkan Program Behavior Improvement¬†

3. Choosing: Pada tahap ini perusahaan mengidentifikasi dan memilih ide-ide yang paling mungkin untuk dilaksanakan.

4. Implementing: Tahap akhir untuk dapat disebut kreatif adalah bagaimana membuat suatu ide dapat diimplementasikan. Seseorang bisa saja memiliki ide cemerlang, tetapi jika ide tersebut tidak dapat diimplementasikan, maka hal tersebut menjadi sia-sia saja.

Berdasarkan hasil penelitian, untukmenciptakan kreativitas dibutuhkan lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan, penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan dan mencoba hal-hal baru. Namun, membentuk lingkungan yang kondusif seperti itu bukanlah tugas yang ringan bagi sebuah organisasi. Mendorong budaya kreatif dalam lingkungan kerja menuntut iklim yang permissif terhadap eksistensi individualitas dan penerimaan terhadap rasa humor, disamping tetap memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitmen bersama.***RR/RW

new opex web 2