Sebagai individu di perusahaan seringkali kita lupa bahwa kita juga seperti semut, memiliki kemampuan berbeda dan bisa bekerja bersama. Kita juga dapat berkolaborasi menjadi “organisasi super” untuk mencapai prestasi yang luar biasa.

Suatu sore saya menemani anak saya yang masih berusia empat tahun bermain di taman samping rumah, kebetulan kami memiliki beberapa pohon yang cukup menyejukkan suasana. Ketika anak saya mencoba memanjat pohon belimbing, tiba-tiba saya dikejutkan dengan pekikan suaranya, “mami..kesini, lihat ada banyak semut, mereka seperti pasukan mau perang!” Saya pun kemudian mendekat dan ikut memperhatikan keberadaan semut yang tengah berjuang menggotong sisa makanan yang cukup besar naik ke atas mengikuti lekukan batang pohon. “Kenapa semut yang kecil kuat membawa makanan berat ya, mami?”, lanjut anak saya. 

Pertanyaan anak saya kali ini berhasil membawa ingatan saya ke salah satu artikel yang memuat hasil penelitian seorang ahli biologi dari Arizona State University, Stephen Pratt. Menurut Pratt, organisasi serangga adalah contoh sistem desentralisasi kompleks yang muncul dari interaksi banyak individu dan semut berhasil melakukan tugas rumit ini dengan beberapa aturan sederhana. Serangga dengan otak kecil ini mampu merekayasa struktur dengan sangat mengesankan. 

Kita bisa menemukan keberadaan semut dimana-mana, mereka ada di hutan, ladang, pohon, dan kota mana pun di seluruh dunia. Tetapi apa rahasia di balik kesuksesan mereka? Seperti manusia, semut memiliki sifat sosial. Mereka hidup dan bekerja bersama dalam masyarakat secara terorganisir, atau biasa disebut koloni. Faktanya, kebanyakan koloni semut sangat bersatu menuju tujuan, yaitu bertahan hidup, tumbuh, dan bereproduksi sehingga mereka berperilaku seperti “super organisme”. 

Setiap individu semut memiliki otak yang sangat kecil. Tetapi kombinasi yang mereka hasilkan cukup smart. Mereka dapat memecahkan masalah yang sulit dengan memproses informasi sebagai suatu kelompok. Misalnya, koloni dapat membandingkan lokasi sarang yang potensial sebelum memilih yang terbaik secara kolektif. Koloni ini merupakan kekuatan utama yang harus diperhitungkan. Berada dalam kelompok memungkinkan semut untuk mengatasi mangsa yang jauh lebih besar dan kuat. Dengan bekerjasama mereka dapat mempertahankan koloni mereka bahkan melawan makhluk yang besarnya beratus kali lipat. Mengesankan, bukan? 

Baca juga  3 Mindset yang Mendorong Budaya Continuous Improvement

Sebagai individu di perusahaan seringkali kita lupa bahwa kita juga seperti semut, memiliki kemampuan berbeda yang sesuai dan bekerja bersama. Kita juga dapat berkolaborasi menjadi “organisasi super” untuk mencapai prestasi yang luar biasa. Adapun salah satu langkah efektifnya yaitu dengan membudayakan perilaku sosial di dalam organisasi kita. Sebab, perilaku sosial ini akan menghilangkan semua sekat yang menghalangi produktivitas di organisasi (silo mentality- red).