If you can’t describe what you are doing as a process, you don’t know what you’re doing.” – W. Edwards Deming

Excellent people, proses yang baik memiliki dua ciri. Ciri pertama, proses tersebut sederhana – terdefinisi dengan jelas, terdokumentasi, dan tersedia untuk semua orang yang membutuhkannya. Kedua, semua orang yang terlibat di dalamnya secara konsisten mampu memahami atau mengartikulasikan proses tersebut dengan cara yang sama.

1. Sederhana

Sebuah proses yang baik harus dirancang sesederhana mungkin sehingga eksekusinya bisa dilakukan dengan mudah dan efektif. Untuk itu, segala bentuk kompleksitas yang tidak perlu dan sulit dilakukan harus segera dihilangkan karena hanya membuat proses terhambat, sulit diinspeksi, dan dikontrol.

2. Dipahami

Proses yang baik adalah proses yang dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan semua orang yang terlibat di dalamnya, termasuk mereka yang menerima output dari proses dan mereka yang memberikan input terhadap proses tersebut. Setiap orang harus menyadari bagaimana suatu proses berjalan dan peran mereka dalam proses tersebut sehingga proses bisa optimal dan semua sumber daya bisa produktif.

Ada yang masih bertanya-tanya kenapa dua hal di atas menjadi ciri proses yang baik? Nah ini dia jawabannya: karena hanya setelah Anda berhasil memastikan keduanya, Anda bisa menentukan apakah proses Anda memerlukan perbaikan atau mungkin penyesuaian sesuai kebutuhan. Dapatkan tips melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan hanya di SHIFT Indonesia ya excellent people!

Baca juga  Sebuah perspektif tentang Transformasi