Sumber Photo: cnnindonesia.com
Sumber Photo: cnnindonesia.com

Indonesia berupaya menghidupkan kembali proyek mobil nasional yang berhenti pada sekitar dua dasawarsa lampau. Pemerintah meminta Malaysia mendongkrak industri otomotif domestik.

Inisiatif tersebut dilontarkan oleh PT Adiperkasa Citra Lestari, pihak yang menandatangani perjanjian dengan Proton Holdings, produsen kendaraan Malaysia yang tengah limbung.

Presiden Joko Widodo menyaksikan proses penandatanganan kesepakatan pada Jumat di sela-sela kunjungannya ke Malaysia.

Uji kelayakan diharapkan selesai dalam enam bulan. Perjanjian tersebut bersifat tidak mengikat. Jika hasil uji kelayakan buruk, proyek itu dibatalkan.

Joko Widodo telah memberikan dukungan kuat terhadap proyek mobil nasional sejak menjadi wali kota Solo. Sebagai presiden, ia belum pernah mengungkapkan rencana pemberian perlakuan khusus terhadap proyek semacam itu.

“Kolaborasi sempurna dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri otomotif tanah air, kata direktur utama Adiperkasa, Abdullah Mahmud Hendropriyono. Proton dapat turut mengembangkan angkatan kerja spesialis bagi industri otomotif [Indonesia],” lanjutnya.

Bagi Proton dan Malaysia, proyek itu dapat menjadi penyelamat.

Proton dijual oleh negara kepada DRB-HICOM pada 2012 guna menghentikan anjloknya pangsa pasar mereka.

Malaysia pernah menjadi produsen kendaraan penumpang hingga 2003. Sejak itu, mereka terus berambisi menjadi pusat manufaktur otomotif regional Asia Tenggara.

Namun, dalam perjalanannya, Thailand terbukti lebih unggul karena sanggup memberikan pelbagai insentif kepada para investor.

Indonesia menyalip Thailand sebagai pasar otomotif terbesar Asia tahun lalu.

Proton berharap kolaborasi dengan perusahaan asal Indonesia dapat kembali menumbuhkan produk ke pasar-pasar di luar Indonesia, serta terwujudnya mimpi menghasilkan mobil Asean.

Gagasan produksi bersama disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak pada saat pelantikan Joko Widodo pada Oktober lalu.

Sumber: Thewallstreetjournal

Baca juga  DAPATKAN RECAP OPEXCON23 DI MAJALAH SHIFT INDONESIA