Proyek menjadi salah satu sarana penting untuk mengembangkan kemampuan baru, mengubah proses yang sudah ada menjadi lebih baik atau menerapkan teknologi yang baru, serta menjadi sarana bagi banyak perusahaan untuk menginvestasikan sumber daya yang signifikan dan perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Pada banyak kasus, program dari kantor manajemen formal bertugas untuk mengawasi proyek, namun hasil akhirnya hampir tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Di hampir setiap permasalahan yang terjadi, penyebab dari hasil yang tidak sesuai tersebut bersumber dari hasil keputusan yang buruk.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang paling mudah diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya:

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

  1. Stop and Go

Seringnya menahan proyek pada akhirnya hanya akan membuat kita kehilangan momentum. Dalam hampir setiap kasus, lebih baik untuk tidak menahan proyek dan membiarkan proses berjalan sebagaimana mestinya. Adanya kesenjangan yang terjadi lebih baik diperbaiki dalam proyek dan proses berikutnya yang membangun apa yang dicapai pada proyek awal.

  1. Menunggu Ahli

Kurangnya ahli materi merupakan masalah nyata. Pada kenyataannya, para ahli tersebut memang sering tidak tersedia, dan membuat para ahli tersebut mudah dijangkau merupakan tanggung jawab tim yang berdasarkan oleh tes terhadap proyek pada tahap awal. Dalam jangka pendek, tim perlu mengatasi masalah bagaimana untuk menyediakan sumber daya, sementara untuk jangka panjangnya, program rotasi dimana potensi yang tinggi muncul secara periodik untuk membantu mengatasi masalah.

  1. Terus Merubah Tim

Akan menjadi tantangan bagi tim dimana membawa anggota baru mampu mengejar ketinggalan dan mentransfer ilmu kepada mereka memungkinkan terjadinya kegagalan bahkan untuk pemimpin tim sekalipun. Kecuali terdapat masalah dalam tim tersebut, setidaknya usahakan untuk tetap mempertahankan semua anggota yang memang sejak awal telah dipilih dalam proses tersebut.

  1. Proses yang Tumpang Tindih
Baca juga  Dua Hal Esensial untuk Menciptakan Perubahan

Sangat umum ditemukan proses yang bertumpuk atau tumpang tindih. Satu proses bertujuan untuk mendesain ulang proses yang telah ada, sementara yang lain bertujuan untuk mengembangkan proses di masa depan. Terkadang, saling bertumpuk memang tidak dapat dihindari, namun hal tersebut perlu dikelola secara aktif untuk meminimalkan persaingan dan terjadinya kesalahpahaman.

  1. Menunda Keputusan

Menunda keputusan akan mengakibatkan kinerja tim menjadi tak terarah. Hendaknya dibuat standar aturan yang memungkin pemimpin untuk membuat keputusan dalam jangka waktu tertentu apabila ditemukan kendala dalam proses tersebut untuk mempercepat dilakukannya perbaikan.

  1. Visi yang Tidak Jelas

Kurang jelasnya ruang lingkup proyek dan manfaatnya – dalam hal ini visi, mengarah pada terjadinya kegagalan. Jika proyek tidak memiliki visi yang jelas, ambil waktu untuk menjelaskan kepada anggota tim untuk memastikan semua tim mengerti apa maksud dari melaksanakan proyek tersebut.

  1. Tidak Ada Fasilitas

Memberikan fasilitas kepada tim biasanya dianggap sebagai kegiatan yang hanya menghasilkan nilai yang rendah. Namun, pada kenyataanya, fasilitator memang diperlukan, karena mereka berperan untuk mempercepat pelaksanaan proses secara signifikan.

Sumber: leanmj.com