KFC ingin kembali kepada masa dimana mereka memperoleh kesuksesan yang luar biasa.

Dalam sebuah acara yang disebut-sebut mengangkat cerita terbesar di tahun 2016 dalam industri makanan cepat saji, Presiden dari salah satu brand makanan cepat saji ternama asal Amerika – KFC – Jason Marker mengumumkan bahwa mereka sedang menjalani satu proses yang telah mereka sebut dengan ‘Re-Colonelization’.

Mungkin beberapa orang akan sedikit mengkaitkan nama tersebut dengan istilah ‘rekolonisasi’, tetapi sebenarnya sebutan ini mengacu pada upaya yang telah dilakukan oleh KFC untuk memperbaiki proses memasak yang selama bertahun-tahun telah mereka lakukan, dan memastikan bahwa semua pelanggan setia mereka menerima ayam goreng dengan kualitas kolonel.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Seperti yang dinyatakan oleh Fortune, Marker mengatakan bahwa rasa yang sangat enak dari produk ayam goreng mereka berasal dari resep dan proses pembuatannya, tetapi hal itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan proses yang telah mereka lakukan. Diapun menambahkan bahwa brand YUM! – induk perusahaan KFC – tahun lalu mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan menginvestasikan dana sebesar 185 juta dolar langsung kepada produk ayam goreng yang sama nilainya dengan seperempat miliar untuk sektor keuangan. Dana tersebut akan membantu upaya dari Re-Colonelization yang telah dilakukan, yang meliputi mengupgrade semua dapur KFC di Amerika Serikat dan juga merenovasi 3000 aset. Rencananya, KFC akan merenovasi sebanyak 1000 restoran di tahun ini.

Marker mencontohkan KFC seperti sebuah tim sepak bola yang sangat besar yang sering dibicarakan orang, namun dalam beberapa tahun terakhir ini mereka masih merasa bahwa perusahaan masih belum melakukan yang terbaik. Untuk dapat kembali kepada masa dimana mereka ‘berjaya’, perusahaan juga merubah beberapa komponen dan praktik dasar dalam proses pembuatan ayam goreng – memasaknya – seperti manajemen penggunaan minyak, siklus memasak, dan hold times, dengan mengacu pada satu tujuan utama – kembali kepada proses orisinil yang dilakukan oleh sang pemilik, Kolonel Sanders.

Baca juga  3 Jenis Nilai dalam Analisis Proses Bisnis

[cpm_adm id=”10576″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

“Apa yang kami inginkan adalah sebuah bisnis dimana kami 100% bertanggung jawab terhadap makanan yang kami sajikan, dan hal itu pun tak luput dari kebanggaan kami sepenuhnya dengan makanan yang kami sajikan.” Ujar Marker. Perusahaan – terutama di bagian rantai pasokan – memegang tanggung jawab mereka sendiri dengan menerapkan jaminan – yaitu jika ternyata para pelanggan tidak menyukai ayam goreng yang mereka sajikan, para pelanggan dapat meminta gantinya dengan potongan ayam goreng yang baru.

Marker pun mengatakan bahwa upaya ini hanyalah salah satu bagian dari strategi yang lebih luas yang mereka buat, dan pastinya mengharapkan respon pelanggan akan perubahan tersebut. Perusahaan sepenuhnya memberikan kesempatan kepada rantai pasokan untuk menghasilkan inovasi yang lebih banyak, dan semua itu akan muncul di tahun ini.***