Kraft Foods

Pada 1 Oktober 2012 lalu, Kraft Foods telah resmi ‘membelah diri’ menjadi dua perusahaan. Satu perusahaan yaitu Mondelez International, perusahaan makanan ringan global yang sedang melakukan ekspansi di dunia internasional, dan satu lagi Kraft Foods Group, perusahaan makanan yang mengembangkan bisnis dengan berinvestasi dalam merek-merek kuat dan memotong biaya operasional dasarnya.

Menurut CEO Irene Rosenfeld pada Januari 2012, sebelum pemisahan, menyatakan bahwa perusahaan melakukan 1600 pemutusan hubungan kerja dari karyawan yang berada di posisi korporat, penjualan, dan beberapa posisi lain. Mereka juga melakukan relokasi pekerjaan, penggabungan kantor operasional, dan menutup beberapa kantor lainnya.

“Kami percaya bahwa transformasi ini akan meningkatkan efektifitas dan mendorong perkembangan kedua perusahaan di masa depan,” katanya.

Pemisahaan Membuat Kraft Foods Group Lebih Fokus dan Mondelez Merancang Strategi

Kraft Foods Group, yang memiliki aset sebesar USD 18,7 triliun, adalah perusahaan raksasa yang memproduksi produk makanan yang beroperasi di pasar-pasar yang paling profitable di dunia. Menurut manajemen Kraft Foods, pemisahan akan membantu mereka mencapai tujuan: meningkatkan efisiensi. Mereka juga akan meningkatkan investasi untuk mendukung merek-merek yang kuat untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan shareholder. Namun, menurut manajemen, pekerjaan yang harus dilakukan dalam perusahaan dengan kondisi yang baru ini memiliki tantangan tersendiri yang, tentunya, tidak mudah.

Sementara Kraft melakukan pengembangan brand, Mondelez lebih memilih untuk fokus kepada strategi pengembangannya. Perusahaan ini telah menyusun agenda yang komprehensif yang berisi tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

 

Baca juga  Kinerja 2023 dan Outlook Perekonomian Indonesia 2024