Belakangan ini, marak isu mengenai kenaikan harga Random Access Memory (RAM) yang dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan industri teknologi terhadap komponen tersebut. Permintaan RAM yang melonjak disebut-sebut dipicu oleh masifnya pembangunan dan pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di berbagai negara. Kondisi ini lantas memicu kekhawatiran di kalangan konsumen dan pelaku industri, karena RAM merupakan salah satu komponen penting dalam berbagai perangkat elektronik seperti komputer, laptop, hingga server.
Latar Belakang Krisis RAM
Harga RAM meningkat seiring dengan melonjaknya permintaan produksi komponen tersebut untuk mendukung pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Meta, dan Google saat ini tengah gencar mengembangkan infrastruktur pusat data guna menunjang pengembangan dan operasional teknologi AI mereka. Peningkatan skala komputasi tersebut membuat kebutuhan terhadap komponen memori, khususnya RAM, ikut meningkat secara signifikan.
Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat menuntut penggunaan RAM berkapasitas besar untuk mengelola dan memproses data dalam jumlah sangat besar. Sebab, semakin besar memori yang tersedia, semakin banyak data yang dapat diproses secara langsung oleh sistem. Selain itu, kapasitas penyimpanan yang lebih besar juga memungkinkan pengolahan data yang lebih kompleks serta personalisasi layanan yang lebih optimal bagi pengguna. Kondisi inilah yang mendorong tingginya permintaan RAM di pasar global yang kemudian menyebabkan krisis keberadaan RAM.
Dampak Bagi Perusahaan Elektronik
Krisis pasokan RAM berdampak pada produsen perangkat elektronik yang harus memutar otak untuk bertahan di tengah masalah ini. Mereka perlu menunda entry-level demi mengakali komponen RAM yang terbatas, sehingga mereka tidak dapat mengeluarkan fitur baru yang memerlukan RAM besar untuk berjalan optimal.
Selain itu, krisis RAM menuntut industri game untuk menyesuaikan kualitas grafis supaya bisa berfungsi di perangkat yang ada. Perusahaan cloud computing turut terkena efek krisis RAM ini, sebab RAM menjadi bagian penting pusat data yang harus siap menangani beban kerja. Ketika pasokan RAM menipis, pengembangan teknologi menjadi kurang optimal.
Dampak Bagi Konsumen
Bagi konsumen, krisis RAM dapat menyebabkan kenaikan harga produk. Seperti perusahaan HP yang telah mengakui terdampak oleh krisis RAM ini dan akan menaikkan harga produk karena biaya RAM memakan 35 persen dari total keseluruhan ongkos produksi atau Bill of Materials (BoM) sebuah PC buatan mereka.
“Kami sempat membagikan data pada kuartal lalu bahwa biaya memori dan penyimpanan menyumbang sekitar 15 hingga 18 persen dari BoM PC kami. Saat ini, kami memperkirakan angka tersebut telah melompat ke kisaran 35 persen untuk tahun ini,” ungkap Chief Financial Officer (CFO) HP, Karen Parkhill, dilansir dari Kompas.
Seirama dengan langkah HP, perusahaan ponsel android seperti Lenovo dan Xiaomi mengisyaratkan akan mengambil langkah yang sama dengan menaikkan harga produk. Namun, dikutip dari CNN Indonesia, perusahaan Apple dinilai lebih siap menghadapi situasi krisis ini berkat posisi premium dan margin keuntungan yang lebih tinggi.
Referensi:
Tempo. (2026, February 25). Krisis RAM di dunia. Tempo.co.https://www.tempo.co/digital/krisis-ram-di-dunia-2117794 (Tempo)
CNN Indonesia. (2026, March 3). Krisis chip makin parah, sayonara HP murah. CNNIndonesia.com.https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260303140959-206-1333817/krisis-chip-makin-parah-sayonara-hp-murah (CNN Indonesia)
Kompas.com. (2026, March 1). Krisis memori akibat AI, HP akui 35 persen biaya PC kini habis untuk RAM. Kompas.com.https://tekno.kompas.com/read/2026/03/01/15160087/krisis-memori-akibat-ai-hp-akui-35-persen-biaya-pc-kini-habis-untuk-ramAzis, H. (2026, February 28). 5 dampak krisis RAM global selain harga HP dan laptop naik. IDN Times.https://www.idntimes.com/tech/gadget/dampak-krisis-ram-global-selain-harga-hp-dan-laptop-naik-c1c2-01-w8826-xnxx4j (IDN Times)
