Tujuan perusahaan menjalankan inisiatif improvement adalah untuk mendapatkan keuntungan. Namun prakteknya, tidak sedikit perusahaan gagal mencapai tujuan. Apa penyebabnya? . 

Lean dan Six Sigma bukanlah pembahasan baru bagi para change agent. Ketika berurusan dengan project improvement, kita mungkin berpikir telah mempersiapkan dan melakukannya dengan benar. Tetapi kadang ini agak berlawanan dengan fakta yang ada di lapangan, sehubungan dengan kurangnya dukungan, banyaknya kesalahan ketika memulai, hingga ketidakpuasan terhadap hasil. Lalu, apa masalahnya? 

Risiko dan tantangan suatu proyek akan meningkat ketika harus bekerja dalam lintas departemen, atau dalam skala perusahaan yang lebih luas. Pemimpin proyek memiliki kontrol tinggi dan mudah pada saat menjalankan proyek improvement di area kerja sendiri, ini karena mereka menguasai proses dan data-data dengan sangat baik.

Namun, kondisi akan berbeda ketika mereka harus menjalankan proyek yang berdampak pada proses  departemen lain, mulai dari perbedaan pemikiran hingga perbedaan kepentingan terkait dengan perbaikan yang akan dijalankan. Untuk itu, kita harus melakukan beberapa hal terlebih dahulu untuk menjamin proyek bisa berjalan tanpa hambatan, terutama memahami peran “people” atau orang dalam proyek.  

Apa yang paling penting bagi keberhasilan proyek?

Biasanya perusahaan memiliki standar tertentu ketika memilih tim proyek. Tidak jarang mereka membatasi ide ataupun jumlah proyek karena merasa kekurangan sumber daya manusia. Padahal, keberhasilan suatu proyek perbaikan tidak digaransi oleh satu faktor ini. Menurut kami, yang paling penting adalah tim harus diisi oleh orang-orang yang memiliki keinginan dan kepedulian terhadap pekerjaan mereka dan apa yang menjadi visi dan misi perusahaan. 

Prinsipnya perusahaan membutuhkan komitmen dari seluruh stakeholder sehingga rencana  perbaikan bisa berjalan lancar sampai dengan implementasinya. Stakeholder disini adalah siapapun, baik sebagai individu atau kolektif seperti organisasi, yang terlibat dengan aktivitas bisnis. Mereka bisa saja pelanggan, karyawan, supplier, finance, regulator, pemegang saham, dan mereka semua adalah penting.  

Baca juga  Problem Solving dan Hal-hal Penting yang Harus Anda Ketahui

Namun seringnya kurangnya kesadaran atau pemahaman yang lebih luas dapat mengakibatkan interaksi negatif dari satu atau  banyak pihak, terutama jika perubahan yang akan Anda implementasikan menyenggol proses mereka. Jika ini terjadi, Anda bisa memilih satu dari dua kemungkinan berhenti atau ambil tantangan.

Nah, sebagai upaya preventif mencegah senggolan-senggolan tadi maka kita bisa memanfaatkan tool yang bernama Stakeholder Mapping Plan. Tool ini akan membantu perusahaan menentukan siapa saja yang berpengaruh dalam keberhasilan proyek dan siapa saja yang terlibat meskipun kurang berpengaruh. Analisa dan pemetaan ini akan mendorong Anda menuju goals proyek dengan lancar karena tidak melibatkan orang-orang atau pihak yang menghambat.

Penjelasan lengkap tentang stakeholder mapping plan bisa dibaca di artikel mengenal stakeholder mapping plan ya, excellent people!