Pelanggan akan selalu melihat value, oleh karena itu bisnis harus mampu menciptakan value added atas produk atau layanan bisnis dari waktu ke waktu. Dan untuk melakukannya, dibutuhkan kemampuan melihat bisnis dengan menggunakan kacamata pelanggan.

Excellent people, kamu harus tahu jika pelanggan hanya mau membayar sesuatu yang menurut mereka memberi value (nilai). Dalam bisnis, value adalah kualitas dan nilai tambah atas produk atau jasa yang dipasarkan. Ini akan menjadi penentu kesuksesan bisnis di masa depan. Jadi tidak heran jika saat ini meningkatkan nilai tambah menjadi taktik penting dalam bisnis untuk mendapatkan pelanggan, meretensi pelanggan, hingga mengukuhkan posisi bisnis.  

Value dalam Lean Six Sigma

Dalam Lean Six Sigma, value dinilai sebagai faktor yang menyebabkan pelanggan bersedia membayar suatu produk atau jasa. Value disini terdiri dari banyak hal, termasuk produk yang tepat, kualitas yang tepat, waktu yang tepat, dan harga yang tepat.

Produk atau jasa yang ditawarkan ke pasar adalah hasil dari proses panjang. Berapapun pemborosan yang terjadi dalam proses yang Anda bangun, tidak berhubungan dengan nilai di mata pelanggan. Kenapa? Karena pelanggan tidak melihat proses Anda, mereka tidak peduli seberapa efisien proses Anda. Mereka hanya mau tahu apakah produk atau layanan Anda cukup layak untuk dibeli. Sebagai contoh seorang pelanggan tidak memilih untuk membeli air mineral merek A karena perusahaan produsennya memiliki efisiensi produksi yang baik. Pelanggan akan menilai dari sisi reputasi merek, harga, dan pengalaman mereka.

Meningkatkan Value Added

Ada beberapa cara yang bisa kita terapkan dengan mudah untuk menciptakan nilai tambah dalam bisnis. Namun, dua hal yang paling menentukan adalah menggunakan perspektif pelanggan dan melakukannya secara konsisten.

  1. Menggunakan perspektif pelanggan
Baca juga  Menganalisa variabel proses menggunakan tool DOE

Artinya mempertimbangkan apa saja yang penting dan menguntungkan mereka. Kesalahan yang sering terjadi adalah bisnis lebih mengutamakan fitur dibanding manfaat.  

2. Konsistensi dibutuhkan untuk mendapatkan hasil terbaik

Di pasar yang sangat kompetitif, jika setiap bisnis menawarkan produk yang sama maka faktor produk sendiri akan menjadi norma pasar. Jika Anda ingin menjadi nomor satu, maka apapun yang Anda lakukan (di setiap prosesnya) harus menghasilkan nilai tambah sehingga penawaran Anda menjadi lebih unggul dibanding pesaing.

Seperti kita ketahui, setiap proses pembuatan produk atau jasa yang kita tawarkan kepada pelanggan pasti membutuhkan biaya. Namun sayangnya, banyak di antara kita lupa bahwa tidak semua proses yang kita lakukan dibutuhkan pelanggan. Proses-proses ini menghasilkan biaya yang seharusnya bisa kita tekan. Mengutip sixsigmaindonesia, setidaknya ada 3 jenis biaya dalam proses yang tidak diinginkan pelanggan, yaitu:

Obvious Cost – biaya dari proses yang terlihat jelas tidak memberikan dampak bagi pelanggan dan proses kita. Biaya ini muncul karena ketidakmampuan kita untuk menghindarinya. Contoh: biaya inspeksi, biaya rework.

Suspected Cost – biaya dari proses yang meragukan. Sebisa mungkin kita hindari atau setidaknya meminimalisirnya. Contoh: biaya transportasi, pemberian diskon.

Hidden Cost  biaya tersembunyi yang tidak disadari terus terjadi, dan ini adalah porsi terbesar dalam proses.

Six Sigma sendiri memiliki tools bernama Value Stream Mapping (VSM) dan Value Analysis yang mampu mendiagnosa dan mengidentifikasi biaya-biaya dari proses di atas. Metodologi DMAIC milik Six Sigma akan membimbing kita untuk melakukan perbaikan yang sistematis dan terstruktur dalam melakukan penghematan dan menghasilkan nilai tambah.

SSCX Konsultan Lean Six Sigma

Tertarik menghilangkan tiga biaya siluman dalam proses menggunakan Lean Six Sigma? Hubungi SSCX International untuk tahu caranya. SSCX adalah perusahaan konsultan operational excellence terbaik di Indonesia dalam waktu dekat ini SSCX akan menyelenggarakan pelatihan publik dengan agenda sebagai berikut:

Baca juga  Mengapa SSCX Disebut Konsultan Lean Six Sigma Nomor Satu di Indonesia?

Lean Management, 28 – 29 Maret 2022

Leadership for Productivity, 11 – 12 April 2022

Lean Six Sigma Fundamental, 13 – 14 April 2022

PDCA 7 Tools, 17 – 18 Mei 2022

Practical Statistics and Data Analysis, 30 – 31 Mei 2022

Warehouse Management, 6 – 7 Juni 2022

Lean Six Sigma Green Belt, 6 – 8 Juni (week 1); 27 – 29 Juni 2022 (week 2)

Informasi lebih lanjut tentang SSCX atau pelatihan yang diadakan oleh SSCX hubungi WA 08175763021 atau kunjungi www.sscxinternational.com