Kasperskry di tahun 2017 hendak meluncurkan sebuah aplikasi baru terkait penggunaan media sosial. Kasperskry Lab mengidentifikasi kecenderungan orang yang tak lagi ingin menggunakan media sosial, di sisi lain banyak peristiwa atau momen yang telah diunggah ke dalamnya. Aplikasi anyar tersebut hendak membantu pengguna sosial media mencadangkan kenangan dari jejaring sosial dalam sebuah memori terenskripsi yang aman tanpa kehilangan kehidupan.

Kecenderungan pengguna sosial media masih aktif antara lain rasa takut kehilangan digital seperti foto dan kontak dengan sejawat. Sekitar 78 persen responden potensial meninggalkan segala jenis jejaring sosial.
Aplikasi besutan Kasperskry ini mencoba memecahkan persoalan kepada pengguna sosial media untuk tetap berhubungan dengan rekannya. Menyimpan kenangan digital menjadi salah satu jawabannya.
[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]
Hubungan antara pengguna dengan jejaring sosial saat ini lebih menyerupai lingkaran setan. Pengguna sosial media selalu berkeinginan mengunjungi platform sosial favorit melalui berbagai koneksi jaringan yang membuat pengguna merasa baik.

Berbeda dengan kenyataan bahwa setiap orang juga melakukan hal yang sama. Bahkan di dalam jejaring sosial konten berupa gambar dan tulisan turut diunggah rekan-rekan pengguna nampak lebih menikmati kehidupan ketimbang pengguna itu sendiri.

Pengguna sosial media hari ini membutuhkan solusi bagaimana bisa tetap berhubungan dengan teman-temannya, tak kehilangan arsip digital namun juga tak merasa tertekan dengan gambaran kehidupan orang lain. Saat seseorang telah mengunggah berbagai jenis kenangan dan momen ke dalam akun sosial media, mereka cenderung tak ingin kehilangan akses terhadapnya meski pada saat yang sama tak ingin lagi terikat dengan sosial media. []

Baca juga  Dua Hal Esensial untuk Menciptakan Perubahan