Dengan mengetahui tipe-tipe anggota tim; karakter dan kemampuan, serta kelemahan yang mereka miliki, anda dapat mulai memilirkan langkah selanjutnya dalam rangka membangun sebuah tim juara: menempatkan setiap personil sesuai dengan minat, bakat, dan keahlian yang mereka miliki. Sekaranglah saatnya ‘bermain’ dan menentukan siapa strikernya, siapa pemain tengah, dan siapa yang menjaga lini pertahanan. Untuk memudahkan pembagian tugas, setiap karakter team role dapat dikelompokkan dalam tiga kategori fungsi:

Kelompok Communicators: Co-ordinator, Team-worker, Resource Investigator.

Kelompok Thinkers: Shaper, Monitor-Evaluator, Plant

Kelompok Task Performers: Completer Finisher, Implementer, Specialist

Formulasi umum yang dapat digunakan dalam membentuk tim yang baik adalah:

  • Seorang Co-ordinator yang kompeten
  • Seorang Plant yang brilian
  • Beberapa orang yang memiliki kemampuan mengenai manusia
  • Beberapa orang dengan kemampuan Team-Worker
  • Penyelarasan antara kemampuan individual dengan tanggung jawabnya terhadap tim
  • Identifikasi dan perbaikan atas ketidakseimbangan

Beberapa kemungkinan yang terjadi di dalam tim:

  • Terlalu banyak peran Shaper: terlalu banyak kompetisi dan argumen, terlalu banyak pengatur, berpotensi menimbulkan konflik, ketidak-nyamanan, dan perselisihan internal.
  • Terlalu banyak Plant: terjadi penumpukan ide dan sedikit aksi
  • Terlalu banyak Monitor-Evaluator: konfrontasi dengan Plant, membunuh ide sebelum berkembang
  • Terlalu banyak ‘orang pintar’ (Plant, Monitor Evaluator, Shaper): terjadi kompetisi intelektual yang dapat menghalangi sukses tim, terlalu banyak analisa dan argumen.

Dengan memahami dan menggunakan konsep team role, Anda dapat melakukan banyak improvement dalam tim, seperti misalnya jika tim anda mengalami:

  • Under-achievement, anda membutuhkan tipe Coordinator dan Completer-Finisher yang baik.
  • Konflik, membutuhkan anggota tim dengan karakter Team-worker atau Co-ordinator yang kuat.
  • Level performa medioker membutuhkan seorang Resource-Investigator, Plant, atau Shaper.
  • Kecenderungan terjadi error dalam kerja tim membutuhkan seorang Monitor-Evaluator
Baca juga  Inspirasi dari Lapangan: Pelajaran Operational Excellence dari Permainan Basket

Peran berbeda juga penting dalam berbagai kondisi, seperti:

  • Tim yang baru dibentuk, membutuhkan seorang Shaper yang kuat untuk mulai berjalan.
  • Situasi kompetitif, membutuhkan seorang Plant dengan ide-ide brilian.
  • Dalam area high-risk, seorang Monitor-Evaluator mungkin diperlukan.

Karena itu, seorang team manager harus mampu menganalisa dan menetapkan situasi mana yang membutuhkan tipe karakteristik tertentu; skill seperti apa yang paling dibutuhkan saat itu.

Kontribusi bagi Kesuksesan Tim

Teori team roles Belbin mengungkapkan tipe-tipe perilaku individu dalam tim. Tapi bagaimana teori dapat diterapkan untuk membangun kerja tim yang efektif dan berkontribusi untuk sukses tim?

Menurut Dr. David Marriott, pakar psikologi korporat dan team and management development, terdapat dua elemen penting dalam analisa Belbin:

  • Kekuatan dan kelebihan yang dimiliki individu biasanya dapat menetralisir kelemahannya.
  • Beberapa kombinasi yang dibentuk dari beberapa team role memiliki kemungkinan lebih besar berkontribusi pada sukses tim. Sebagian orang berpotensi memiliki produktifitas tambahan, dan sebagian yang lain berorientasi pada hasil.

Kebanyakan dari kita mungkin telah memahami bahwa “Tidak ada orang yang sempurna – namun sebuah tim dapat menjadi sempurna” dan kita juga mungkin sudah melihat sebuah tim menghasilkan kuantitas dan kualitas pekerjaan yang luar biasa. Hasil tersebut tidak akan tercapai jika anggota tim melakukan pekerjaan masing-masing dan menyatukan hasilnya.***