Dikutip dari Industryweek.com, Toyota mengatakan pihaknya menarik kembali sekitar 520.000 unit mobil nya, terutama yang sudah tersebar di Amerika Utara. Pernyataan ini disampaikan di Tokyo pada Jumat (23/05/2014).

Dari beberapa isu yang berkembang, salah satu penyebab Toyota menarik kembali produksi mobilnya itu adalah karena resiko kabel pecah akibat korosi yang berlebihan dan akibatnya ban serep bisa terlepas dari mobil.

Perusahaan automaker terbesar itu membuat pengumuman ini hanya beberapa hari setelah General Motors (IW 500/5) juga mengatakan hal yang sama, menarik kembali 2.4 juta lebih kendaraannya di Amerika Serikat.

Kedua raksasa mobil ini telah berjuang dengan isu-isu penarikan kembali unit kendaraan mereka. Kejadian penarikan kembali ini pun bukan kali pertama bagi Toyota yang terjadi di tahun ini. Bulan lalu, tepatnya pada April sekitar 6.4 juta unit yang sudah tersebar di seluruh dunia pun ditarik kembali karena adanya beberapa masalah pada kendaraan-kendaraan tersebut.

“Dalam kasus ekstrim, kabel bisa pecah akibat korosi yang berlebihan, dan ban serep bisa terpisah dari kendaraan,” Kata Toyota.

Pada akhir 2009 dan awal 2010, Toyota juga menarik kembali hampir 9 juta unit mobilnya yang tersebar di pasar global karena masalah pada pedal akselerator.

Berbeda dengan GM, yang mengatakan tidak ada korban jiwa dari ‘malpraktek’ hasil produksi mobil mereka, demi menjaga nama baik perusahaan, Toyota harus membuat kesepakatan dengan hukum di AS.

Hasil kesepakatan dengan tuntutan pidana AS, Toyota bersedia membayar 1.2 miliar dolar atas puluhan kecelakaan yang sudah menyebabkan kematian. ***RR

Sumber : Industryweek.com

Baca juga  Wajib Tahu, Mengapa Kompetisi Inovasi Penting bagi Perusahaan?